Juli 10, 2019

JONDER TERJATUH KE PARIT SEDALAM TIGA METER DI PERKEBUNAN SAWIT PT AMA, SATU TEWAS DI TEMPAT DAN SATU KRITIS

Evakuasi jonder yang terjatuh ke parit
di perkebunan PT AMA, Rabu (10/7). IST

SIJUK, SATAMEXPOSE.COM - Hayar (34) warga Desa Air Selumar, Sijuk, Belitung merenggang nyawa akibat mengalami kecelakaan kerja terbaliknya mobil jonder di PT Agro Makmur Abadi (AMA), Rabu (10/7/2019).

Selain Hayar yang merupakan seorang operator atau sopir dari mobil jonder, saat ini Topriadi alias Ato (31) warga Desa Aik Seruk juga ikut mengalami kejadian nahas ini.

Baca Juga : 

Fendi Haryono Masuk Dalam 100 Orang Dari Seluruh Indonesia yang diundang Lemhanas Ikuti Kegiatan di Jakarta

Komisi II Dapati Bangunan Diatas Lahan Pemda Tanpa Izin di Kawasan Pasar, Minta Penegak Perda Bertindak Tegas

Ato yang merupakan seorang helper atau kernet itu terbaring kritis di RSUD dr H Marsidi Judono. Rencananya Ato yang mengalami luka parah ini akan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jakarta.





Menurut saksi yang mengevakuasi korban, tidak ada yang tahu secara pasti kronologi kecelakaan tersebut. Saat ditemukan, korban sudah tidak sadarkan diri dengan posisi Hayar di dalam traktor dan Ato di dalam bak traktor.

"Keadaan waktu pertama kalian melihat korban ini kondisinya sudah di bawah traktor. Satu di dalam traktor dan satu di bak," ujar Hendri, salah satu yang mengevakuasi korban.





Hendri menambahkan, Hayar mengalami luka di bagian dadanya dan ditemukan sudah meninggal di tempat. Sedangkan Ato mengalami luka di bagian kepala usai kecelakaan tersebut.

Baca Juga : 

Bobol Tiga Rumah Bermodal Obeng, Hasil Mencuri Dua Pelaku Ini Untuk Membeli Narkoba

Jadi Buronan Selama 8 Bulan, Otak Pembunuhan Ini Diringkus Di Bekasi

Ikut Tes Kesehatan, Sebanyak 120 Jemaah Calon Haji Belitung Siap Berangkat 

Menurut informasi yang diterima SatamExpose.com, kedua pekerja ini menuju ke salah satu blok perkebunan menggunakan jonder. Namun di tengah perjalanan di dalam perkebunan, jonder tersebut mengalami kecelakaan.

Jonder terjatuh ke dalam parit dengan kedalaman sekitar tiga meter dan terbalik. Keduanya kali pertama ditemukan oleh seorang pencari rumput di sekitar lokasi kejadian.





Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 9.30 WIB. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan yang menewaskan Hayar. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait hal ini.

Baca Juga : 

Dinas Pendidikan Dipusingkan dengan Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Begini Kata Kepala Dinas

Tak Diterima di SMPN 5 Tanjungpandan, Orang Tua Ancam Tak Sekolahkan Anaknya Tahun Ini.

General Manajer PT AMA Rama saat dikonfirmasi mengatakan pihak perusahaan akan bertanggungjawab terkait hal ini. Yakni akan mengurus seluruh biaya kesembuhan Ato serta keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum Hayar.

"Perusahaan akan tanggung apa-apa yang dibutuhkan. Termasuk yang meninggal," kata Rama kepada SatamExpose.com saat ditemui di UGD RSUD dr H Marsidi Judono. (fg6)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.