November 28, 2020

AH MENINGGAL USAI 6 HARI DIRAWAT DI RUANG ISOLASI RSMJ, TOTAL 6 PASIEN MENINGGAL DI BELITUNG

Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19. IST

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Satu lagi pasien Covid-19 di Kabupaten Belitung meninggal dunia, Jumat (27/11/2020) kemarin pukul 15.25 WIB.


Pasien tersebut berjenis kelamin perempuan berinisial AH (59) seorang ibu rumah tangga dan beralamat di Kelurahan Parit. AH merupakan pasien keenam di Belitung yang meninggal karena Covid-19.


Pasien ini sebelumnya mengeluhkan sesak, batuk serta riwayat penyakit komorbid jantung dan penyakit infeksi paru akibat Covid-19. Ia dirawat selama enam hari di ruang isolasi RSUD dr H Marsidi Judono sebelum meninggal.


Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, pada Jumat kemarin pasien mengalami perburukan dan telah dilakukan pertolongan medis namun tidak berhasil.


Jenazah AH sudah dilakukan pemulasaran atau pemakaman sesuai dengan protokol Covid-19 dan dimakamkan pukul 20.10 WIB.


“Pasien ini adalah pasien keenam yang meninggal dikarenakan Covid-19 di Kabupaten Belitung," kata Sanem melalui press release, Sabtu (28/11/2020) siang. (fat)

 

DUA ORANG DINYATAKAN POSITIF COVID-19, SATU PERNAH KE BANGKA, SATU PERNAH KE SURABAYA

Ilustrasi Covid-19. Net

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Seorang perempuan berinisial EH (31) dan seorang orang laki-laki berinisial BE (68) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Jumat (27/11/2020).


Keduanya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan data uji PCR specimen swab tenggorokan di RSUD dr H Marsidi Judono Tanjungpandan.


Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) membeberkan BE berdomisili di Kampung Parit. Pada 26 November 2020 lalu pasien dirujuk sebuah klinik swasta di Tanjungpandan dikarenakan hasil rapid test reaktif.


Pasien ini mengalami gejala demam, mual, pilek, nyeri ulu hati dan diare. Ia memiliki riwayat perjalanan dari Bangka satu bulan yang lalu, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab PCR di Laboratorium Biomedis RSMJ dengan hasil positif.


"Saat ini pasien sedang diisolasi di ruang isolasi RSUD dr H Marsidi Judono, Tanjungpandan, Belitung," kata Sanem melalui press release, Jumat (27/11/2020).


Sedangkan EH, lanjut Sanem, saat ini berdomisili di Kampung Damai. Pasien ini adalah istri dari Pasien 1914 berinisial SK (35). Ia memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya pada 27 Oktober 2020 lalu dan pulang kembali ke Belitung pada 1 November 2020.


"Saat ini pasien berada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung," ujar Sanem. (fat)

 

AHLI LINGUISTIK FORENSIK KUBU TERDAKWA SANGSIKAN AHLI DARI JPU, SEBUT TAK MILIKI SERTIFIKAT DI BIDANGNYA

Ahli Linguistik Forensik Andika Duta Bachari.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Ahli Linguistik Forensik Andika Duta Bachari sangsikan ahli yang didatangkan JPU Kejari Beltim dalam sidang perkara tindak pidana Pilkada Beltim.


Hal tersebut dikatakan ahli yang didatangkan kubu terdakwa Syarifah Amelia dalam sidang lanjutan, Jumat (27/11/2020). Menurutnya, dirinya sudah menjadi ahli linguistik forensik lebih dari 300 perkara.


Selama menjadi ahli dalam persidangan, dirinya tidak pernah datang sebagai pribadi. Namun datang karena mendapat surat tugas dari lembaga yang menaunginya.


Pasalnya Andika Duta Bachari menilai ada kekeliruan dalam menilai barang bukti yang menjadikan dakwaan untuk Syarifah Amelia. "Menurut saya, ini ada kesesatan berpikir dari ahli yang dihadirkan JPU dalam menilai barang bukti," kata Andika usai sidang.


Andhika mengakui adanya fitnah terhadap penyelenggara pemilu, namun dalam pernyataan rekaman video Amel waktu orasi kampanye, tidak ada satupun objek yang disebutkan. Sedangkan fitnah itu harus ada objek yang ditujukan.


"Jadi jika Amel dituduh fitnah, siapa objek yang difitnah dalam kalimat itu. Yang dibangun Amel kepada audiensi itu justru harapan agar paslon yang didukungnya itu menang dengan catatan Pilkadanya itu bersih," sebut Andika.


Bahkan Andika juga menyebut penilaian terhadap video orasi tersebut saat ini karena penyelenggara pemilu merasa terbawa perasaan (baper). Sehingga perkara yang menyeret Ketua Tim Relawan Berakar tersebut menjadi delik laporan.


"Nah disini yang harus digaris bawahi, saya lihat jangan-jangan saksi (ahli, red) ini dihadirkan oleh permintaan pelapor. Jika itu yang terjadi, maka disini sudah termasuk ada konflik kepentingan pada perkara ini," kata Andika.


Andhika menyayangkan saksi ahli dari JPU yang bernama Yudistira mengaku dan mengklaim sebagai ahli linguistik forensik, namun pada berita acaranya, dia menyadari bahwa tidak mempunyai sertifikasi keahlian di ranah linguistik forensik.


Selama mendalami bidang Linguistik Forensik, Andika mengaku baru kali ini mendengar ada ahli bahasa yang bernama Yudistira. Ia juga mengaku men-tracking Yudhistira, ternyata hanya punya dua karya tulis, dan itu pun bukan tentang linguistik forensik.


Yudhistira hanya menuliskan tentang sastra, satu tentang novel spritualita, dan satunya lagi tentang cerpen. Andika menilai yang bersangkutan belum bisa disebut sebagai ahli linguistik forensik.


"Jadi bagaimana saya bisa percaya bahwa dia adalah ahli bahasa. Berarti ini tidak layak dijadikan referensi sebagai ahli linguistik forensik pada suatu perkara," tegas Andika.


Andika sangat yakin bahwa penetapan pasal pada terdakwa ini adalah salah alamat. Pasalnya tidak ada satupun kalimat yang dilontarkan Amel pada video itu yang menghasut, memfitnah dan mengadu domba.


Selain itu, kata dia, majelis hakim juga sudah sepakat pada bahasa Amel yang Pilkada bersih itu adalah if clause (sebagai kalimat pengandaian). If clause tidak pernah mungkin menandai adanya fitnah.


"Saya rasa masyarakat tingkat literasinya harus tinggi, jangan mudah percaya dengan adanya orang yang mengaku dia Ahli. Saya tegaskan kasus atau dakwaan terhadap Amel ini sama sekali tidak ada unsur fitnah, menghasut, mengadu domba," tukas Andika.


Sementara itu terpisah, JPU Kejari Beltim Riki Apriansyah enggan terlalu menyikapi pernyataan dari sang Ahli Linguistik Forensik dari pihak terdakwa. Karena semua orang mempunyai pendapat masing-masing.


Riki Apriansyah mengatakan saksi Ahli Bahasa yang dihadirkan JPU dimuka persidangan merupakan rekomendasi langsung dari Bawaslu Provinsi Babel.


Karena sebelum persidangan, JPU sempat menanyakan kepada pihak Bawaslu siapa yang bisa direkomendasikan menjadi ahli bahasa untuk dijadikan sebagai saksi.


"Berdasarkan balasan Bawaslu Provinsi menunjuk Pak Yudhistira sebagai saksi Ahli Bahasa dari pihak JPU," kata Riki Apriansyah, Jumat (27/11/2020) malam.


Riki Apriasnyah menegaskan pihaknya belum bisa berkomentar banyak karena saat ini sedang fokus mengikuti proses persidangan. Dirinya juga mengajak kepada semua pihak yang terlibat dalam perkara ini agar menghormati proses hukum yang sedang berjalan.


"Jadi intinya mari bersama-sama menghormati proses persidangan, sampai nanti akhirnya Majelis Hakim memberikan keputusan terhadap perkara ini," ujar Riki Apriansyah. (fat)

 

RUDIANTO TJEN LANTIK 250 PENGURUS RANTING DI TANJUNGPANDAN, SEBUT SEBAGAI UJUNG TOMBAK PARTAI

Foto bersama Rudianto Tjen dan para pengurus PDI Perjuangan.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Rudianto Tjen melantik 250 pengurus ranting dan anak ranting Kecamatan Tanjungpandan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belitung, Jumat (27/11/2020).


Pelaksanaan pelantikan tersebut diselenggarakan di Gedung Nasional Tanjungpandan. Ketua DPD Komunitas Banteng Muda Provinsi Kepulauan Babel Isyak Meirobie juga hadir dalam kegiatan ini.


Rudianto Tjen mengatakan pengurus ranting mempunyai peranan sangat penting dalam kepengurusan partai. Menurutnya, pengurus ranting merupakan ujung tombak partai dalam memperoleh simpatisan.


"Hari ini kami melantik pengurus cabang dan anak cabang Kecamatan Tanjungpandan. Mereka ini akan bertugas di desa-desa yang merupakan ujung tombak partai," kata Rudianto Tjen kepada wartawan, Jumat (27/11/2020).


Rudianto Tjen mengatakan dalam jajaran pengurus masa bhakti 2020-2025 itu banyak diisi kader baru dari kalangan anak muda yang masih fresh. Dirinya berharap generasi muda mampu memahami perjuangan dalam partai agar bisa bekerja maksimal demi kepentingan masyarakat.


"Jadi kami berkomitmen bersama membawa misi perjuangan di masyarakat dan bisa bekerja sama membesarkan partai di daerah masing-masing," ujar Rudianto Tjen.


Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belitung Taufik Mardin mengatakan pelantikan pengurus ranting dan anak ranting merupakan amanah dari ketua umum dalam kongres di Bali beberapa waktu lalu.


Selain itu, lanjutnya, seluruh pengurus DPC harus membentuk jajaran hingga ke level desa demi mengembangkan kekuatan partai. "Jadi jika ada persoalan apapun di masyarakat bisa cepat direspon secara berjenjang sampai ke fraksi di legeslatif," kata Taufik Mardin.


Taufik Mardin menambahkan saat ini DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belitung memiliki kekuatan baru dengan bergabungnya Isyak Meirobie sebagai Ketua DPD Komunitas Banteng Muda Indonesia Provinsi Kepulauan Babel.


Dirinya berharap seluruh jajaran pengurus di Kabupaten Belitung bisa semakin solid terutama dari interverensi pihak luar.


"Jadi sesuai perkataan Ketua Umum kami ibu Megawati solid bergerak untuk Indonesia. Memang masih banyak PR kami, makanya dengan adanya perwakilan di eksekutif dan kursi terbanyak di legeslatif semua program bisa terwujud," ujar Taufik Mardin. (fat)

AKP POLTAK ST PURBA JABAT KABAG OPS POLRES BELITUNG, EMPAT POSISI ALAMI PERGANTIAN PEJABAT

AKP Poltak ST Purba tanda tangani berita acara sertijab
di depan Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono. IST

SELAT NASIK, SATAMEXPOSE.COM – Empat perwira Polres Belitung dimutasi dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di Mapolsek Selat Nasik, Jumat (27/11/2020).


Pelaksanaan upacara sertijab tersebut dipimpin langsung Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono. Keempat perwira yang berganti posisi diantaranya AKP Poltak ST Purba, AKP Iman Teguh, AKP Muhammad Syarifuddin dan Iptu Trisno.


AKP Poltak ST Purba yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tanjungpandan mendapat promosi jabatan menjadi Kabag Ops Polres Belitung menggantikan Kompol Jadiman Sihotang.


Sedangkan Kapolsek Tanjungpandan kini dijabat AKP Iman Teguh Prasetyo yang sebelumnya menjabat Kasat Polairud. AKP Iman Teguh digantikan AKP Muhammad Syarifuddin.


Kapolsek Selat Nasik juga berganti kepemimpinan. Sebelumnya posisi ini dijabat Iptu Guntur Napitupulu dan digantikan Iptu Trisno. Sedangkan Iptu Guntur Napitupulu mendapat promosi jabatan sebagai Kasat Narkoba Polres Bateng.


AKBP Ari Mujiyono mengatakan mutasi jabatan ini merupakan salah satu kebijakan pimpinan dalam rangka proses pembinaan karier setiap personel Polri.


"Jadi mutasi ini sebagai salah satu upaya untuk menciptakan suasana yang segar bagi para pejabat itu sendiri, sehingga terhindar dari kesan monoton dan sekedar rutinitas," kata AKBP Ari Mujiyono.


AKBP Ari Mujiyono juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya di Polres Belitung, untuk pejabat baru diharapkan dapat segera menyesuaikan dengan beban tugas yang ada didepan. (*/fat)

 

November 27, 2020

KETUA BAWASLU BELTIM BERI KLARIFIKASI TERKAIT INSIDEN ANGGOTANYA DI PERSIDANGAN, TEGASKAN NETRAL

Ketua Bawaslu Beltim Wahyu Epan Yudhistira.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Belitung Timur Wahyu Epan Yudhistira menilai apa yang dialami Haris Alamsyah karena kelelahan dan psikis.


Haris Alamsyah sebelumnya mengalami kejang-kejang saat dicecar pertanyaan penasihat hukum terdakwa saat menjalani sidang dugaan tindak pidana pelanggaran Pilkada Beltim, Kamis (26/11/2020) malam.


Menurutnya proses hukum yang menguras energi dan konsentrasi sudah dilakukan anggota Sentra Gakkumdu Beltim jauh dari sebelum persidangan yang digelar di PN Tanjungpandan.


“Semuanya membutuhkan proses yang cukup panjang yang tentunya menguras energi dan konsentrasi. Karena dalam perkara ini Bawaslu butuh kecermatan, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” sebut Wahyu Epan kepada SatamExpose.com, Jumat (26/11/2020) siang.


Ia menambahkan, perkara ini membutuhkan proses yang cukup panjang hingga sampai ke persidangan. Namun perkara pilkada ini hanya memiliki durasi waktu yang relatif pendek dengan tingkat kerumitan cukup tinggi.


"Bisa jadi anggota kami (Haris Alamsyah, red) secara pribadi tidak memiliki jam terbang yang cukup untuk duduk didepan Majelis Hakim," kata Wahyu Epan.


Disinggung terkait rapat pleno dan berita acara pleno Bawaslu yang dipertanyakan penasihat hukum terdakwa, Wahyu Epan enggan memberikan statmen terlalu jauh.


"Jadi kalau menyangkut materi di persidangan, sebagai bentuk penghormatan atas proses hukum yang sedang berjalan. Kami tidak bisa mengomentarinya, kawan-kawan media silahkan ikut sidang yang begitu terbuka ini," ujar Wahyu Epan.


Ia menegaskan Bawaslu selaku penyelenggara dan pengawas pemilu akan selalu menjaga netralitas. Terkait laporan yang ada, Bawaslu juga telah menggugurkan dua laporan dari pihak yang saat ini sedang bersebrangan.


"Jadi dalam hal ini dirinya mengibaratkan tulisan yang ada di toilet, habis buang air besar harap atau harus disiram. Karena di Bawaslu, tanpa harus ada tulisan, netralitas itu sudah menjadi kewajiban," ucap Wahyu Epan. (fat)

 

DICECAR PERTANYAAN PENSIHAT HUKUM, ANGGOTA BAWASLU BELTIM KEJANG-KEJANG, JAWABAN BERUBAH

Saksi Haris mengalami kejang-kejang dalam persidangan.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Saksi dari JPU Kejari Beltim dari unsur Bawaslu Beltim Haris Alamsyah sempat mengalami kejang-kejang saat dimintai keterangan dalam persidangan di PN Tanjungpandan, Kamis (26/11/2020) malam.


Pria yang menjabat sebagai Koordiv HP3S tersebut menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana Pilkada Beltim dengan terdakwa Syarifah Amelia, Ketua Tim Relawan Berakar.


Saksi terakhir dari pihak JPU Kejari Beltim tersebut kejang-kejang usai dicecar pertanyaan oleh Ketua Tim Penasehat Hukum terdakwa Muchammad Alfarisi.


Saat itu Muchammad Alfarisi menanyakan perihal terkait rapat pleno dan berita acara pleno yang menyatakan Bawaslu keberatan dengan pernyataan Syarifah Amelia.


Saksi Haris Alamsyah menjawab adanya berita acara pleno tersebut namun tidak dibawa. Jawaban tersebut dijawab Muchammad Alfarisi dengan mengingatkan saksi tentang konsekuensi menyampaikan keterangan yang tidak benar dimuka persidangan.


“Anda sudah disumpah pada waktu menjadi saksi dimuka persidangan,” sebut Muchammad Alfarisi.


Saksi Haris Alamsyah terdiam dan mengingat kembali terkait pertanyaan penasihat hukum terdakwa. Lalu mengucap Astagfirullahaladzim dan menjawab tidak ada.


Jawaban berbeda dari saksi Haris Alamsyah membuat para pengunjung yang hadir dalam persidangan malam itu bersorak. Sesaat setelah terdengar sorakan dari para pengunjung sidang, saksi Haris Alamsyah terlihat kejang-kejang.


Beberapa orang mendatangi saksi untuk memberikan pertolongan kepada saksi. Akibatnya majelis hakim bereaksi sempat menyuruh para pengunjung untuk keluar dari ruang sidang karena mengganggu persidangan.


"Silahkan para pengunjung keluar," ucap Ketua Majelis Hakim Himelda Sidabalok dalam persidangan, Kamis (26/11/2020) malam.


Selanjutnya majelis hakim memberikan skors persidangan dengan waktu beberapa menit guna memberikan pertolongan terhadap saksi Haris Alamsyah.


Setelah beberapa saat persidangan diskors, persidangan kembali dilanjutkan. Saksi Haris Alamsyah kembali memberikan keterangan sebagai saksi di depan Majelis Hakim sampai selesai.


Sementara itu Haris Alamsyah ketika ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi enggan memberikan statmen (komentar) karena masih menghormati proses persidangan. "No Comment," kata Haris Alamsyah. (fat)

 

November 26, 2020

IRT DAN KARYAWAN SWASTA DINYATAKAN POSITIF COVID-19, MILIKI RIWAYAT PERJALANAN DARI SURABAYA

Ilustrasi Covid-19. Net

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Dua pasien kembali dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belitung, Kamis (26/11/2020). Keduanya NM (50) dan SB (35).


NM (50) merupakan seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Aik Pelempang. Pasien ini dirujuk oleh rumah sakit swasta di Tanjungpandan pada 25 November 2020 lalu setelah dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif, dan swab antigen hasilnya positif.


Pasien tersebut mengalami gejala yang dirasakan seperti demam dan batuk. Lalu dilakukan pemeriksaan swab PCR di Laboratorium Biomedis RSUD dr H Marsidi Judono dan hasil terkonfirmasi Covid-19.


"Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung," beber Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) melalui press release, Kamis (26/11/2020).


Sedangkan SB adalah seorang laki-laki dan berprofesi sebagai karyawan swasta. Ia berdomisili di Aik Pelempang. Pasien ini memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya pada 27 Oktober 2020 dan kembali ke Belitung pada 1 November 2020.


Pada tanggal 25 November 2020 kemarin, pasien dilakukan rapid test di rumah sakit swasta di Tanjungpandan dengan hasil reaktif. Hasil pemeriksaan swab PCR di Laboratorium Biomedis RSMJ dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.


"Saat ini pasien tersebut dibawah pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung," kata Sanem. (fat)

 

PULUHAN PEMUDA DAN MASYARAKAT BELITUNG DAN BELTIM GELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK SYARIFAH AMELIA

Aksi solidaritas untuk Amel. IST

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Puluhan pemuda dan masyarakat dari Belitung dan Belitung Timur menggelar aksi damai untuk mendukung Syarifah Amelia, Kamis (26/11/2020).


Syarifah Amelia yang merupakan Ketua Tim Relawan Berakar menjadi terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana Pilkada Beltim 2020. Ia terseret perkara ini usai orasinya beberapa waktu lalu dilaporkan ke Sentra Gakkumdu Beltim.


Dalam persidangan, Amel didakwa melanggar Pasal 187 ayat 2 juncto Pasal 69 huruf c UU No 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2014 Tentang Pilgub, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang


Aksi dilakukan dengan memasang spanduk berisi kata-kata dukungan terhadap Amel di beberapa titik di Tanjungpandan. Selain itu para pemuda juga membentangkan kertas karton berisi tulisan dukungan di depan PN Tanjungpandan.


Koordinator lapangan (Korlap) aksi damai tersebut Theo mengatakan, kegiatan ini timbul karena hati nurani para masyarakat dan pemuda di Belitung dan Belitung Timur tergerak untuk mengawal proses hukum yang sedang dijalani Amel sampai tuntas.


"Bagi kami, ini niat yang sangat mulia dari Amel untuk mensukseskan pilkada bersih khususnya di Beltim. Tapi kenapa niat baik itu disambut menjadi tersangka," kata Theo, Kamis (26/11/2020).


Terlebih, lanjut Theo, pihaknya mendapat informasi ibu dari Altamis (5) ini menurun kondisi kesehatannya saat persidangan sedang berlangsung, bahkan ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.


"Ini juga merupakan bentuk dukungan kami kepada Amel, serta mengajak masyarakat untuk mendoakan semoga Amel selalu diberikan kesehatan dan kasus Amel ini segera selesai tanpa perkara apapun," ujar Theo.


Tokoh pemuda Belitung Timur Albani berharap kondisi Amel segera membaik. Selain itu Amel juga bisa melalui proses hukum tersebut serta mendapatkan hasil terbaik.


"Kita mendukung apa yang disampaikan Amel, ini hal yang positif bahkan bukan hanya menjual calon yang diusung olehnya. Amel juga kampanye tentang pilkada bersih khususnya di Beltim," kata Albani.


Menurut Albani, Amel sebagai seorang ibu rumah tangga tak hanya berkonsentrasi dalam kasus yang menjeratnya ini, namun juga memikirkan keluarga sebagai seorang istri dan seorang ibu.


"Tadi malam kita dapat info Amel jatuh pingsan, ini pasti karena energinya banyak yang terkuras selain memikirkan keluarganya, Amel juga harus memikirkan terkait persidangannya," ucap Albani.


Dirinya mengajak seluruh masyarakat di Belitung dan Belitung Timur untuk mendoakan Amel agar diberikan kesehatan, serta lebih dikuatkan lagi dalam menjalani proses sidang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.


"Ayo kepada seluruh masyarakat Belitung, khususnya Belitung Timur, ini adalah misi memanusiakan manusia. Jadi, mari kita semua mendoakan Amel agar lebih kuat lagi menjalani sidangnya sampai mendapatkan keputusan," ajak Albani. (fat)

 

BCA AJAK MASYARAKAT LIBURAN DARI RUMAH LALUI PROGRAM TALKSHOW INSTAGRAM LIVE LDR, EPISODE 3 DESA DI BELITUNG

Talkshow Instagram Live LDR BCA. IST

JAKARTA, SATAMEXPOSE.COM - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA hadir dengan program rutin Talkshow Instagram Live LDR “Liburan Dari Rumah”, Kamis (19/11/2020) lalu.


Program tersebut sangat mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Meski tak beranjak dari rumah, penonton bisa melihat keindahan desa-desa binaan BCA di Indonesia.


Saat ini, seri liburan virtual dari BCA tersebut telah memasuki episode ketiga yang menampilkan desa binaan di Belitung. Talkshow kali ini menghadirkan Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati dan Travel Blogger Febrian sebagai narasumber.


Episode kali ini terasa spesial, karena terdapat special interview dengan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Wakil Presiden Direktur BCA Armand Hartono serta Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim.


Program ini rutin disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @goodlifebca dan Youtube SolusiBCA setiap Kamis pukul 19.00 hingga 20.00 WIB. Tak hanya itu, tayangan ini juga disiarkan di Instagram @_febrian, Facebook GoodLife BCA dan Twitter @GoodLifeBCA.


Selain itu, kegiatan ini merupakan komitmen BCA dalam menghadirkan tur virtual 'Liburan Dari Rumah'. BCA turut senang dapat menghibur sekaligus memperluas wawasan masyarakat Indonesia mengenai desa wisata yang patut dikunjungi.


"Kali ini, desa binaan BCA di Belitung dengan destinasi wisata Bukit Peramun dan Wisata Aik Rusa’ Berehun menjadi destinasi pilihan kami untuk dibagikan kepada masyarakat. Bukit Peramun sendiri pada tahun 2019 berhasil menarik jumlah wisatawan mencapai 12.397 orang dan 1.540 orang ke Wisata Aik Rusa’ Barehun," kata Inge Setiawati, Kamis (26/11/2020).


Inge Setiawati mengatakan, BCA akan terus berinovasi dengan mengajak nasabah dan masyarakat Indonesia berlibur secara virtual ke desa-desa binaan BCA di berbagai wilayah Indonesia melalui program ini.


Bukit Peramun merupakan sebuah bukit yang terletak di ketinggian 129 mdpl di Kabupaten Belitung. Kekayaan tempat wisata yang berada di Desa Air Selumar ini terletak pada flora dan fauna khususnya tanaman obat.


Latar belakang nama Peramun juga berasal dari banyaknya tanaman lokal yang dapat diramu menjadi obat-obatan tradisional. Tidak hanya itu, kawasan ini juga menawarkan sejumlah spot foto instagramable seperti rumah hobbit, mobil terbang, jembatan merah dan batu kembar.


Bukit Peramun juga dikenal sebagai hutan berbasis digital berkat keberhasilannya mengembangkan beberapa aplikasi digital untuk memperkenalkan keanekaragaman flora dan fauna yang ada serta aplikasi pemandu wisata yang tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.


Sedangkan kawasan wisata Aik Rusa’ Berehun merupakan desa binaan Bakti BCA yang dikenal sebagai desa kreatif karena berhasil mengubah area tambang menjadi destinasi wisata.


Adapun paket edukasi yang ditawarkan adalah Belajar Tarian Daerah Belitung, bermain musik gambus, mengayam dan melukis camping. Pengunjung juga dapat belajar memasak kuliner khas Belitung yaitu Gangan dan dapat langsung dinikmati dengan tradisi makan khas Belitung.


Pengembangan desa binaan BCA terus diupayakan meskipun saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Pendampingan dengan layanan digital dilakukan BCA untuk memberikan pelatihan bagi para pengurus desa binaan.


Saat ini BCA memliki 12 desa binaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Terdapat 3 desa binaan di Belitung, yakni Desa Binaan Bukit Peramun, Desa Wisata Aik Rusa Berehun, Desa Binaan Gunong Lumut.


Sementara ke-9 desa binaan lainnya adalah Kampung Batik Gemah Sumilir; Doesoen Kopi Sirap; Desa Wisata Tamansari; Desa Wisata Pucak Tinggan; Kampung Adat Sijunjung; serta Nagari Silokek, Wirawisata Goa Pindul; Desa Wisata Pentingsari; serta Wisata Wayang Desa Wukirsari.


“Desa binaan BCA siap menyambut kembali wisatawan untuk berlibur di era new normal mendatang. Program Talkshow Instagram Live LDR ‘Liburan dari Rumah’ diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk berkunjung,” tutup Inge Setiawati.


Sementara itu Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, Bukit Peramun memiliki pemandangan yang mengagumkan, tidak hanya itu desa wisata ini sudah ramah terhadap wisatawan.


Pohon-pohon yang ada di kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan kode QR yang memungkinkan wisatawan untuk mengetahui informasi mengenai tumbuhan tersebut hanya dengan scan di handphone.


"Jadi kalo pandemi ini sudah berakhir saya kira Bukit Peramun layak untuk dijadikan tujuan berlibur," kata Jahja Setiaatmadja.(*/fat)