Desember 04, 2020

KETUA POKJA WARTAWAN NILAI PERKEMBANGAN COVID-19 DI BELITUNG JANGGAL, PEMERINTAH TERKESAN MENUTUPI KASUS

Petugas menyemprot disinfektan di salah satu ruang di
Kantor Setda Kabupaten Belitung. IST

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Belitung Fitriyadi menilai ada kejanggalan dan tidak adanya keterbukaan dalam laporan perkembangan kasus oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Belitung akhir-akhir ini.


Pria yang akrab disapa Piping ini menyebutkan adanya beberapa data pasien yang terindikasi disembunyikan pemerintah melalui press release-nya. Padahal data pasien ini sudah diketahui wartawan.


“Kita selama ini selalu mengikuti perkembangan data pasien Covid-19, bahkan kita juga mencari informasi ke Labkesda Provinsi Babel untuk mengetahui ini,” ujar Piping dalam siaran persnya.


Piping memaparkan, pada tanggal 3 Desember 2020 kasus terbaru yang tidak dilaporkan pemerintah ke masyarakat melalui press realeasenya yakni bertambahnya pasien Covid-19 meninggal. Pasien ini ASN di SDN 5, seorang wanita berinisial Mi (59).


“Pasien ini meninggal tanggal 3 dini hari, tapi pada hari yang sama press release tidak pernah muncul. Ini baru satu kejanggalan, masih banyak yang lain,” tambah Piping.


Kasus lain yang terkesan ditutupi yakni hasil swab PCR Labkesda Provinsi Babel tanggal 23 November 2020. Salah satu pasien positif hasil PCR tersebut hingga hari ini belum tergambar dalam beberapa press realease pemerintah melalui Satgas Covid-19.


Pasien tersebut yakni seorang perempuan berinisial AD (51) beralamat di Pulau Gersik, Selat Nasik.


Selain itu banyak pertanyaan masyarakat dengan beredarnya video pasien yang dikirim ke Jakarta menggunakan protokol Covid-19. Bahkan pengiriman pasien tersebut menggunakan pesawat carteran.


“Yang kita ketahui video tersebut terkait pasien yang dinyatakan Covid-19 pada tanggal 1 Desember 2020 tersebut juga belum ada penjelasan dari pemerintah,” papar Piping.


Bahkan Piping juga mengaku menerima informasi adanya istri pejabat di Setda Belitung yang positif Covid-19. Bahkan akibatnya, Kantor Bupati Belitung disemprot disinfektan, Kamis (3/12/2020) sekira pukul 17.00 WIB.


Hal ini, lanjut Piping, menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan kasus Covid-19. Pasalnya beberapa kasus Covid-19 tersebut terkesan ditutupi pemerintah.


“Apakah karena yang bersangkutan itu pejabat, kerabat pejabat, atau orang yang punya uang sehingga ditutupi? Dan apakah karena hal ini pula sehingga press release tanggal 3 Desember 2020 pun tidak ada sama sekali?” tegas Piping.


Piping juga meminta masyarakat selalu menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitasnya sehari-hari. Sehingga tidak mudah terpapar virus yang berasal dari Wuhan, China ini. (fat)

 

 

Desember 03, 2020

LINDUNGI PENUMPANG DARI COVID-19, ANGKASA PURA II AKTIFKAN POSKO NATARU DI BANDARA

Terminal penumpang Bandara Soetta. IST

JAKARTA, SATAMEXPOSE.COM - PT Angkasa Pura II (persero) sudah mempersiapkan rencana monitoring lalu lintas penerbangan selama 18 hari dalam rangka menyambut libur Natal 2020 dan tahun baru 2021.


Monitoring tersebut diberlakukan mulai tanggal 18 Desember sampai 4 Januari mendatang. Yakni dengan mengaktifkan posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) di semua bandara yang dikelola Angkasa Pura II.


President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, kegiatan monitoring ini sebagai bentuk kesiapsiagaan protokol kesehatan di 19 bandara agar tetap terjaga, sehingga penerbangan berjalan lancar.


"Jadi nanti posko nataru akan diaktifkan kembali di seluruh bandara sebagai wadah 3C diantara stakeholder yaitu coordination, communication dan collaboration," kata Muhammad Awaluddin melalui siaran pers yang diterima SatamExpose.com, Kamis (3/12/2020).


Muhammad Awaluddin menyebut tahun sebelumnya posko nataru sudah ada, dan dipergunakan untuk memantau tren lalu lintas penerbangan. Namun mengingat ada pandemi Covid-19, tugas posko tersebut bertambah yakni memonitor operasional bandara dan pelayanan.


Selain itu, posko nataru 2020/2021 akan memiliki key performance indicator (KPI) untuk memonitoring area operasional, pelayanan guna menjaga kinerja sumber daya manusia (people), keandalan infrastruktur disisi udara dan darat (Facilities), serta penerapan berbagai prosedur.


Satu diantara bentuk monitoring aspek operasional di bandara tersebut yakni memastikan penerapan physical distancing, kelancaran validasi dokumen rapid test/PCR test, dan checkin area.


Sedangkan dari segi monitoring aspek pelayanan, memastikan ketersediaan hand sanitizer, pelaksanaan disinfeksi dan kebersihan di setiap area.


"Tren lalu lintas penerbangan juga tetap dipantau secara real time setiap hari, pada periode monitoring dan kesiapsiagaan," ujar Muhammad Awaluddin.


Terkait lalu lintas penerbangan, PT Angkasa Pura II memperkirakan puncak penggunaan transportasi udara pada 23-24 Desember 2020, dan 30-31 Desember 2020. Sedangkan lonjakan puncak arus balik diprediksi tanggal 3 Januari 2021.


"Kesiapan personel ditingkatkan, infrastruktur disisi udara dan terminal penumpang dipastikan siap digunakan. Seluruh prosedur akan dijalankan pada angkutan nataru tahun ini, termasuk saat puncak arus mudik dan arus balik," ungkap Muhammad Awaluddin.


PT Angkasa Pura II pada situasi Nataru tahun ini memberikan slot time penerbangan bagi maskapai untuk mendukung kelancaran keberangkatan dan kedatangan penumpang pesawat.


"Untuk alokasi penerbangan ekstra flight dan perpanjangan jam operasional di bandara bisa dilakukan pada sepanjang tanggal 18 Desember 2020 hingga tanggal 4 Januari 2021," kata Muhammad Awaluddin.


Muhammad Awaluddin juga menambahkan PT Angkasa Pura II akan menjalankan dan menerapkan protokol kesehatan berkonsep Biosafety Management dan Biosecurity Management sebagai bentuk melindungi publik dari bahaya covid-19.


Protokol Kesehatan itu meliputi physical distancing, health screening, passenger touchless processing, facility cleanliness dan people protection.


"Kami minta kepada pengunjung bandara, traveler, staf bandara, staf tenant komersial, agar mengedepankan protokol kesehatan, caranya menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan," pinta Muhammad Awaluddin.


PT Angkasa Pura II saat ini mengelola 19 bandara, yaitu Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Kertajati (Majalengka), Kualanamu (Deli Serang), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).


Selain itu juga Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkalpinang), Silangit, Banyuwangi, Tjilik Riwut (Palangkaraya), Radin Inten II (Lampung), Fatmawati Soekarno (Bengkulu) dan HAS Hanandjoeddin (Belitung). (*/fat)

 

DIDUGA HALANGI TUGAS PENYIDIK GAKKUM LH, KADES INI DIVONIS BEBAS PENGADILAN

Kades Cit dan penasihat hukumnya. (KBC)

SUNGAILIAT, SATAMEXPOSE.COM – Kepala Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka H Ardani dinyatakan tak bersalah dan diputus bebas PN Sungailiat.


Sebelumnya Ardani didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dakwaan tunggal yang melanggar Pasal 102 ayat 1 Jo Pasal 22 UU No 8 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perambah hutan.


Hal tersebut dikatakan penasihat hukumnya dari Kantor Hukum David Sumin & Parthers, Rabu (2/12/2020). Selain dinyatakan tak bersalah, hak-hak dan nama baik Ardani juga dikembalikan.


“Putusan tersebut membebaskan terdakwa dari tahanan setelah putusan diucapkan Majelis Hakim. Dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya,” kata David Sumin didampingi Pratama Putra Sadewa.


Sebelumnya, Ardani ditetapkan tersangka oleh penyidik Gakkum PPNS Lingkungan Hidup atas dugaan menghalang-halangi petugas dalam proses penyelidikan, penyidikan terhadap perambah hutan di kawasan hutan produksi Desa Cit pada 2018 lalu. (kbc/als)

 

Desember 02, 2020

DUA PEREMPUAN DINYATAKAN POSITIF COVID-19, SALAH SATUNYA PEGAWAI KESEHATAN DI BELTIM

Ilustrasi Covid-19. Net

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Dua orang perempuan menambah jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Belitung, Rabu (2/12/2020).


Dua pasien tersebut bernomor ID 1911 berinisial RO (51), dan 1973 berinisial NPM (39). Keduanya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan uji PCR specimen swab tenggorokan di Laboratorium Biomedis RSUD dr H Marsidi Judono Tanjungpandan.


Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) membeberkan, Pasien 1911 adalah ibu rumah tangga yang beralamat di Air Saga. Pasien ini dengan gejala batuk, mual, nyeri ulu hati.


Pada 1 November 2020 kemarin, pasien dilakukan rapid test hasil reaktif. Dilanjutkan uji swab PCR dengan hasil dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.


Pasien 1973 adalah seorang tenaga kesehatan di Belitung Timur, beralamat di Sijuk. Pasien dengan gejala batuk, lemas dan sesak. Ia memiliki riwayat perjalanan ke Bangka.


Pada 1 November 2020 kemarin, pasien dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Dilanjutkan uji swab PCR dengan hasil dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.


"Saat ini kedua pasien diisolasi di ruang isolasi RSUD dr H Marsidi Judono Tanjungpandan," kata Sanem melalui press release, Rabu (2/12/2020) malam. (fat)

 

SYARIFAH AMELIA DIVONIS BEBAS, MENGAKU TIDAK MERASA DENDAM DALAM PERKARA INI

Syarifah Amelia dan kerabatnya usai vonis bebas yang diterimanya.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa perkara dugaan tindak pidana pelanggaran Pilkada Beltim Syarifah Amelia.


Vonis tersebut dibacakan dalam sidang putusan yang diketuai majelis hakim Himelda Sidabalok dan didampingi AA Niko Brama Putra dan Rino Adrian Wigunadi, Rabu (2/12/2020).


Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belitung Timur menuntut terdakwa Syarifah Amelia dengan pidana denda Rp 6 juta, Senin (1/12/2020).


Majelis hakim terlah menimbang berdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan secara keseluruhan melalui proses yang telah dijalani berpendapat baik dari saksi, ahli dari JPU, serta saksi dari penasihat hukum yang dihadirkan dalam persidangan.


Majelis hakim berkesimpulan bahwa ucapan yang disampaikan terdakwa pada saat orasi semua unsur memfitnah, menghasut, ataupun mengadudomba tidak terpenuhi.


"Memulihkan hak hak terdakwa, serta membebankan biaya perkara kepada negara," kata Himelda Sidabalok dalam menjatuhkan vonis, Rabu (2/12/2020).


Pasca mendengarkan putusan, tangis terdakwa Syarifah Amelia kembali pecah. "Kita lihat teman-teman media, berdasarkan putusan hakim. Amel ini adalah pejuang," kata tim penasihat hukum terdakwa Ali Nurdin.


Sementara itu Syarifah Amelia mengucapkan syukur kepada ridho Allah atas vonis bebas yang diberikan majelis hakim. Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selalu memberikan support selama menjalani proses persidangan.


Perempuan yang akrab disapa Amel ini juga menegaskan, bahwasanya dirinya tidak merasa dendam kepada siapapun atas perkara ini baik itu penyelanggara, maupun pengawas Pemilu.


"Tapi cuma satu yang ingin sampaikan, atas perkara ini saya harapkan pilkada berjalan bersih, jujur, dan adil tanpa ada permasalah," pesan Syarifah Amelia. (fat)

 

DUA PRIA DIRINGKUS USAI CURI SENAPAN, NGAKU UNTUK BAYAR KONTRAKAN DAN KREDIT MOTOR

Barang bukti senapan yang dicuri dua tersangka.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Rz alias Zk (33) dan WS alias Wr (23) diringkus Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan pada Senin (01/12/2020) malam kemarin.


Keduanya ditangkap karena diduga mencuri sebuah senapan angin merek Benyamin Mereuder, Senin (30/11/2020) lalu pukul 16.30 WIB. Keduanya diringkus beberapa jam setelah melakukan pencurian.


Aksi pencurian tersebut dilakukan kedua pelaku di rumah korban bernama Arif yang beralamat di Jalan Banyu Tandir, Kelekak Usang RT 23/28, Desa Perawas, Tanjungpandan.


"Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar 2,6 juta, dan segera melapor ke Mapolsek Tanjungpandan," ungkap Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).


Berbekal laporan dari korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dan diketahui Zk berada di Jalan Hasan Saie, Desa Aik Rayak dan langsung ditangkap.


Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Wr di Jalan Sukatani, Desa Batu Itam, Sijuk.


"Jadi keduanya ditangkap di lokasi berbeda, tapi dihari yang sama," kata Ipda I Made Wisma.


Ipda I Made Wisma menyebut motif kedua pelaku nekat mencuri karena terlilit utang untuk membayar kontrakan dan membayar kredit motor. Bahkan pelaku sudah sempat menjual senapan tersebut untuk membayar utang.


Ipda I Made Wisma menambahkan akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke (4) KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.


"Saat ini kedua pelaku sudah mendekam di sel tahanan Polsek Tanjungpandan guna menjalani proses lebih lanjut," ujar Ipda I Made Wisma. (fat)

 

REKOR BARU! DALAM SEHARI PASIEN COVID-19 DI BELITUNG BERTAMBAH 18 ORANG, TOTAL SEMBUH 111 ORANG

Ilustrasi Covid-19. Net

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Kasus Covid-19 di Belitung mencatatkan rokor baru. Setidaknya 18 orang dinyatakan positif Covid-19 dalam satu hari, Selasa (1/12/2020).


Pasien tersebut terdiri dari 7 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Tiga belas diantaranya merupakan hasil pemeriksaan Labkesda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sedangkan sisanya hasil pemeriksaan Lab Biomedis RSMJ.


Tujuh pasien laki-laki tersebut yakni Pasien 1954 berinisial MR (14), Pasien 1956 berinisial RA (40), Pasien 1961 berinisial AZ (77), Pasien 1962 berinisial RS (29), Pasien 1965 berinisial AS (45), Pasien 1967 berinisial SM (65) dan Pasien 1862 berinisial JO (46).


Sedangkan pasien perempuan diantaranya Pasien 1955 berinisial AM (37), Pasien 1957 berinisial AV (39), Pasien 1958 berinisial ST (36), Pasien 1959 berinisial ON (25), Pasien 1960 berinisial PE (52), Pasien 1963 berinisial ND (58), Pasien 1964 berinisial HN (42), Pasien 1966 berinisial MY (39), Pasien 1968 berinisial NT (64), Pasien 1969 berinisial LI (48) dan Pasien 1970 berinisial TA (34).


Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) membeberkan, Pasien 1954 adalah pelajar yang beralamat di Tanjungpendam. Pasien kontak dengan pasien 1907.


Pasien 1955 adalah ASN yang beralamat di Aik Ketekok. Pasien kontak dengan pasien 1907. Pasien 1956 adalah ASN yang beralamat di Tanjungpendam. Pasien kontak dengan Pasien 1907.


Pasien 1957 adalah ASN yang beralamat di Tanjungpendam. Pasien kontak dengan Pasien 1907. Pasien 1958 adalah ibu rumah tangga yang beralamat di Kampung Parit. Pasien kontak dengan Pasien 1869.


Pasien 1959 beralamat di Lesung Batang. Pasien kontak dengan Pasien 1905. Pasien 1960 beralamat di Tanjung Binga. Pasien kontak dengan Pasien 1907.


Pasien 1961 adalah wiraswasta yang beralamat di Air Saga. Pasien kontak dengan Pasien 1907. Pasien 1962 adalah karyawan honorer yang beralamat di Air Saga. Pasien kontak dengan Pasien 1896.


Pasien 1963 adalah ASN yang beralamat di Juru Sebrang. Pasien kontak dengan Pasien 1865. Pasien 1964 adalah ibu rumah tangga yang beralamat di Pangkallalang. Pasien kontak dengan Pasien 1867.


Pasien 1965 beralamat di Air Raya. Pasien kontak dengan Pasien 1907. Dengan gejala badan panas dingin dan menggigil. Pasien 1966 adalah ibu rumah tangga yang beralamat di Air Raya. Pasien kontak dengan Pasien 1907.


Pasien 1967 adalah pedagang yang beralamat di Kota. Dengan gejala sesak napas, demam dan batuk serta riwayat penyakit komorbid kencing manis dan jantung.


Pasien 1968 adalah ibu rumah tangga yang beralamat di Air Raya. Dengan gejala demam, mual, muntah. Tanggal 30 November 2020 dirujuk oleh rumah sakit swasta di Tanjungpandan dikarenakan Swab Antigen hasilnya Positif.


Pasien 1969 adalah ibu rumah tangga yang beralamat di Pangkallalang. Dengan gejala demam, dan batuk. Pasien 1970 adalah ASN yang beralamat di Lesung Batang. Dengan gejala batuk dan demam.


Pasien 1862 adalah wiraswasta yang beralamat di Kampung Parit. Dengan gejala demam dan batuk serta riwayat penyakit komorbid jantung.


"Saat ini 4 orang pasien dirawat di ruang isolasi RSUD dr H Marsidi Judono, 14 orang lainnya berada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sampai saat ini adalah sebanyak 111 orang," kata Sanem melalui press release, Selasa (1/12/2020) malam. (fat)


LEBIH DARI 2 TON ARAK DIAMANKAN SATPOL PP SEPANJANG 2020, INI BARANG-BARANG LAIN HASIL PENERTIBAN!

Berbagai barang yang diamankan hasil penertiban sepanjang
2020 oleh Satpol PP Kabupaten Belitung.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Sebanyak 2,06 minuman beralkohol (minol) jenis arak diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung sepanjang 2020.


Selain arak, minol sebanyak 0,41 ton, kratom sebanyak 20,23 ons, obat batuk merek Mextril sebanyak 1860 tablet dan Komix sebanyak 607 sachet, lem merek Aica Aibon sebanyak 20 kaleng serta bir sebanyak 28,27 liter juga diamankan.


Plt Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Hadi mengatakan, minol dan barang lainnya tersebut merupakan hasil patroli wilayah.


Kegiatan penertiban ini akan terus dilaksanakan secara rutin, bahkan Satpol PP sudah melakukan pemetaan terhadap lokasi yang diduga menjual minol ilegal.


"Intinya kedepan kegiatan (penertiban) akan terus dilakukan guna menekan peredaran minol ilegal di wilayah Belitung ini," kata Abdul Hadi kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).


Abdul Hadi menyebutkan, dari total 2,06 ton arak, sekitar 1,6 ton sudah dimusnahkan berdasarkan putusan dari PN Tanjungpandan. Karena dari total semua kasus arak yang diamankan, enam diantaranya berhasil diseret ke persidangan.

 

Abdul Hadi menegaskan demi memberantas peredaran arak di Kabupaten Belitung dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Mulai dari tingkat bawah seperti ketua RT, kadus dan kepala desa harus ikut andil.


Bahkan, kata dia, Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) sudah mendukung penuh melalui sayembara berhadiah beberapa waktu lalu. Namun upaya ini tentunya belum cukup tanpa dukungan pihak lain.


"Karena tanpa komitmen dari semua pihak, upaya yang dilakukan percuma. Kita tahu sendiri kalau Satpol PP maksimal hanya bisa dengan Tipiring. Jadi komunikasi ini harus dibangun, karena menyangkut masalah sosial masyarakat," ujar Abdul Hadi.


Sementara itu, Kasi Penertiban, Operasional dan Pengendalian Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Belitung Rully Hidayat menilai peredaran arak ilegal harus dilihat dari dua sisi yaitu penjual dan pembeli.


Sebab, kata Rully, bisnis arak ilegal memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Satu jeriken arak murni dapat menghasilkan puluhan jeriken arak sebelum siap dijual dengan harga minimal Rp 15 ribu perkampil (kantong plastik).


Rully Hidayat menambahkan selain memiliki nilai ekonomis, terdapat juga permintaan minol ilegal ini. Namun berkat patroli rutin yang dilaksanakan Satpol PP, peredaran arak ilegal sudah mulai berkurang.


"Percuma terdapat penjual kalau pembelinya tidak ada. Intinya selama masih ada pembeli arak ini akan tetap ada, dan beredar," ucap Rully Hidayat. (fat)

 

Desember 01, 2020

KUBU AMEL SAMPAIKAN PLEDOI LEBIH DARI 90 HALAMAN, SEMPAT MENANGIS SAAT MEMBACAKAN DI DEPAN HAKIM

Amel saat menjalani sidang di PN Tanjungpandan.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Tangis terdakwa Syarifah Amelia kembali pecah dalam menjalani perkara dugaan tindak pidana pelanggaran Pilkada Beltim.


Kali ini perempuan yang akrab disapa Amel menangis saat menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Senin (30/11/2020) malam.


Kubu Amel menyampaikan pledoi lebih dari 90 halaman. Pembacaan pledoi dilakukan secara bergantian dimulai oleh terdakwa sendiri dan dilanjutkan oleh 10 penasihat hukum yang mendampinginya.


Bahkan suasana persidangan menjadi hening, beberapa kerabat, keluarga dan relawan juga sempat ikut menangis saat mendengarkan pledoi dari Ketua Tim Relawan Berakar ini.


Dalam pledoinya, Amel mengaku tak menyangka begitu panasnya konstalasi politik ini hingga dirinya terseret ke meja hijau. Selain itu, sampai saat ini tidak pernah bisa ia mengerti dimana letak kesalahannya.


Amel mengatakan, ia tidak habis pikir upaya untuk bisa turut serta mewujudkan pilkada bersih justru menjadikannya terdakwa dan harus duduk di kursi pesakitan.


Selama perjalanan hidup berusaha untuk kemajuan masyarakat Belitung, lanjut Amel, tidak pernah terbersit sedikitpun apalagi melakukan suatu perbuatan menghasut masyarakat untuk melawan hukum. Terlebih melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya.


"Terdapat banyak kebingungan yang tak mampu saya pecahkan. Dalam prosesnya, laporan yang awalnya terkait penghasutan ini kemudian berubah menjadi terkait unsur pidana memfitah, sebagaimana tertera pada surat dakwaan," ucap Syarifah Amelia di hadapan majelis hakim.


Padahal, kampanye yang ia lakukan pada 14 oktober 2020 lalu adalah kampanye resmi, yang dihadiri oleh seluruh komponen penyelenggara pemilu, baik unsur Bawaslu maupun KPU, pihak kepolisian serta Babinsa.


Tiga orang pengawas kecamatan serta satu orang anggota KPU Kabupaten Belitung Timur dan satu orang PPK selaku pihak yang diamanahi UU untuk mengawasi jalannya kampanye telah melakukan penilaian dan kajian kemudian membuat laporan yang menyatakan kampanye berjalan baik dan lancar.


Namun dua minggu kemudian muncul laporan penghasutan dari warga yang mengaku tim sukses salah satu paslon. Kebingungannya terkait tuduhan ini terus berlanjut selama proses pembuktian tuntutan oleh JPU.


Saksi fakta dari satu lembaga negara yang sama memberikan kesaksian berbeda, ditambah kaburnya batasan antara mana yang menjadi asumsi pribadi mana yang menjadi sikap lembaga.


“Belum lagi kejanggalan ketika ternyata pihak yang menangani kasus sejak awal di Bawaslu ternyata adalah pihak yang merasa menjadi korban dari ucapan saya, bagaimana mungkin kasus saya dapat dikatakan objektif dari awal,” sebut Amel.


Amel memohon agar majelis hakim dapat melepaskan dirinya dari segala tuntutan. Menurutnya vonis bersalah kepada dirinya bagai kematian bagi kemajuan demokrasi di Indonesia. (fat)

 

November 30, 2020

PENSIUNAN BUMN DAN GURU SD DINYATAKAN POSITIF COVID-19, BELITUNG TAMBAH 2 KASUS LAGI

Ilustrasi Covid-19. Net

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Dua orang pasien kembali dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belitung, Senin (30/11/2020).


Dua pasien tersebut bernomor ID 1882 jenis kelamin laki-laki berinisial AR (60) dan Pasien 1940 berjenis kelamin perempuan berinisial MI (59).


Keduanya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan data uji PCR specimen swab tenggorokan di Laboratorium Biomedis RSUD dr H Marsidi Judono Tanjungpandan.


Bupati Belitung Sahani Saleh membeberkan, Pasien 1882 merupakan pensiunan BUMN yang beralamat di Lesung Batang. Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Bengkulu pada 20 November 2020.


Gejala yang dirasakan demam, sesak, batuk, serta riwayat penyakit komorbid jantung. Hasil rapid test pasien ini pada 28 November 2020 lalu dinyatakan reaktif.


Sedangkan Pasien 1940 adalah seorang ASN di SD N 5, beralamat di Kampung Parit. Gejala yang dirasakan pasien yakni demam, sesak, batuk serta riwayat penyakit komorbid darah tinggi.


"Saat ini kedua pasien diisolasi di ruang isolasi RSUD dr H Marsidi Judono, Tanjungpandan, Belitung," beber Sanem melalui press release, Senin (30/11/2020) malam.