Oktober 11, 2019

MERASA DIINTERVENSI PIHAK EKSEKUTIF, HENDRA PRAMONO GEBRAK MEJA SAAT RAPAT PEMBENTUKAN AKD

Suasana rapat pembentukan AKD. IST


TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Rapat pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Belitung di ruang Bamus sempat memanas, Kamis (10/9/2019).

Dalam rapat yang bertujuan untuk memilih Ketua Komisi, Badan Kehormatan (BK) serta Badan Musyawarah (Bamus), Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung Hendra Pramono bahkan hingga menggebrak meja.

Emosi pria yang akrab disapa Een ini memuncak lantaran kecewa terhadap sikap pihak eksekutif yang dianggapnya terlalu mencampuri urusan legislatif. Yakni saat Wabup Belitung Isyak Meirobie menghubungi Sekretaris DPRD Warsito.





"Tadikan ada Isyak Meriobie telpon Sekwan yang menyebutkan aturan dalam pembentukan AKD ini. Rapat tadikan cuma simulasi karena jangan sampai kalang kabut waktu paripurna nanti, jadi nggak terlalu lama makan waktu," kata Een usai rapat.




Politisi Hanura ini menambahkan dirinya masih bisa menerima intervensi Isyak Meirobie sebagai Ketua DPC Partai Nasdem. Namun karena hal tersebut dilakukan melalui Sekwan, maka ia menilai apa yang dilakukan Isyak Meirobie salah.

"Kalau intervensi dia (Isyak Meirobie) kepada anggota Nasdem itu kita tidak keberatan. Ini ke sekwan, walaupun sekwan itu perpanjang tanganan eksekutif, dan diumumkan di rapat itu kita anggap salah. Ini rapat antar partai bukan urusan eksekutif," tegas Een.

Ia menyadari dalam aturan rapat AKD seharusnya melalui rapat paripurna, namun ia menyayangkan intervensi dari Isyak Meirobie sebagai Wakil Bupati Belitung bukan sebagai ketua partai.








"Kita tidak menyalahkan Isyak Meirobie intervensi, cuma caranya mengintervensi yang salah. Kok lewat sekwan. Kenapa tidak lewat anak buah dia di Nasdem, itu yang harus di-clear-kan," lanjut Een.

Een mengatakan antara pihak eksekutif dan legislatif harus sejalan untuk membangun Belitung kedepan. Ia menambahkan pihak legislatif juga tidak akan bisa berjalan sendiri dalam membangun Belitung.

"Kalau jago sendiri tidak bisa juga. Ini untuk kepentingan Belitung juga. Tapi ini urusan partai," kata Een.

Sementara itu Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menyebutkan dirinya tidak pernah melakukan intervensi apapun terhadap agenda dan kinerja DPRD. Namun ia mengakui sempat mengirimkan pesan terhadap Sekwan.





“Tidak ada intervensi apapun. Karena saya sangat memahami etika dan norma berpemerintahan daerah,” sebut Isyak Meirobie saat dikonfirmasi SatamExpose.com melalui WhatsApp.

Menurutnya Sekwan merupakan perpanjangan pihak eksekutif di lembaga legislatif. Sekwan juga mempunyai fungsi sebagai jembatan antara pihak eksekutif dan legislatif.

“Saya kan sedang di Jakarta bertugas. Saya sejak awal DPRD jelang pelantikan selalu mengingatkan agar sekwan bisa menjalankan posisi sebagai penyeimbang keharmonisan DPRD dan pemda sebagai pemerintahan daerah,” papar Isyak Meirobie.

Dalam pesan tersebut, Isyak mengaku menyampaikan pesan agar sekwan bisa memberikan pandangan dasar hukum dan administrasi yang benar sebagai masukan kepada mitranya di legislatif.

“Kejadian hari itu tidak ada apa-apa. Sebagai eksekutif saya mengingatkan staf saya agar bertindak benar dan tidak melanggar aturan per-UU-an. Dan memberikan pencerahan kepada lembaga yang dia layani yaitu DPRD, agar rekan-rekan (DPRD, red) bisa menjalankan tugas dengan baik,” tandas Isyak Meirobie. (als)


Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.