Juli 12, 2019

POLISI TERUS DALAMI KASUS LAKA KERJA DI PT AMA, KARYAWAN SEBUT KONDISI PERALATAN ASAL JALAN, BEGINI KATA MANAJEMEN

Jonder milik PT AMA terjun ke
parit sedalam 3 meter. IST

SIJUK, SATAMEXPOSE.COM – Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman kasus kecelakaan kerja di perkebunan sawit PT Agro Makmur Abadi (AMA) yang menewaskan satu orang dan satu lainnya mengalami kritis.

Kapolsek Sijuk Ipda Abdul Haris mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut. Pendalaman kasus laka kerja tersebut dengan mengambil keterangan dari saksi.

Baca Juga : Jonder Terjatuh Ke Parit Sedalam Tiga Meter di Perkebunan Sait PT. AMA, Satu Tewas di Tempat, Satu Kritis 

"Iya tadi masih periksa saksi, saya tanya anggota dulu," katanya kepada SatamExpose.com, Kamis (11/7/2019) melalui WhatsApp.





Sebelumnya SatamExpose.com mendapatkan informasi dari salah seorang pekerja PT AMA yang menyebutkan bahwa peralatan yang digunakan tidak laik beroperasi.

Baca Juga : 

Daftar Tunggu Haji Belitung dan Beltim Hingga 2038, Lakukan Lobi Tambah Kuota

Bupati Beltim Lepas 35 CalHaj, Pemkab Bantu Biaya Haji 1 Juta Perorang


Pemotor Tak Sadarkan Diri Usai Tabrak Truk Tronton, Tak Pakai Lampu dan Dalam Pengaruh Minuman Alkohol

Pria yang enggan disebutkan namanya ini mengatakan, biasanya peralatan terus digunakan meski kondisinya memperihatinkan tanpa memikirkan keselamatan operator dan pekerja lainnya.

"Asal jalan la benar la kendaraan disitu, kata orang Belitung aci jalan (asal jalan). Ya walau sebenarnya setiap kendaraan itu dilaporkan sopir apa rusaknya baru mau diganti. Tapi kebanyakan selama masih jalan masih di pakai," kata pria tersebut saat melayat di rumah korban meninggal.





Menurutnya, jalan yang dilalui jonder saat mengalami kecelakaan dinilai cukup bagus. Jalan juga lebar dan biasa dilalui jonder tersebut. Namun di lokasi kecelakaan kondisi jalannya menurun.

“Mungkin blong remnya atau apa kita nggak tahu. Karena nggak ada yang lihat saat kejadian. Tapi yang bawa itu memang operatornya, bukan helper,” tambah pria yang mengenakan kopiah tersebut.

Sementara itu Manager Divisi Air Selumar PT AMA, Aman Rahman memastikan peralatan yang digunakan perusahaannya laik beroperasi. Pihaknya selalu melakukan perawatan rutin terhadap kendaraan maupun peralatan lainnya.

"Saya belum lihat (kondisi kendaraan), untuk kondisi kendaraan kelayakan sangat layak perawatan rutin dilakukan," kata Aman saat ditemui SatamExpose.com di RSUD dr Marsidi Judono, Rabu (10/7/2019) siang.





Sebelumnya jonder milik PT AMA mengalami kecelakaan dan menewaskan Hayar (34) warga Desa Air Selumar Kecamatan Sijuk, Belitung. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kejadian nahas yang terjadi Rabu (10/7/2019).

Selain menewaskan Hayar, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan Topriadi alias Ato mengalami kritis dan harus di rawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Peristiwa tersebut bermula saat keduanya menaiki jonder yang menarik sebuah bak. Namun saat melintas di lokasi kejadian, jonder tersebut oleng ke kiri dan masuk ke dalam parit sedalam 3 meter yang menyebabkannya terbalik. (fg6)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.