November 27, 2020

KETUA BAWASLU BELTIM BERI KLARIFIKASI TERKAIT INSIDEN ANGGOTANYA DI PERSIDANGAN, TEGASKAN NETRAL

Ketua Bawaslu Beltim Wahyu Epan Yudhistira.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Belitung Timur Wahyu Epan Yudhistira menilai apa yang dialami Haris Alamsyah karena kelelahan dan psikis.


Haris Alamsyah sebelumnya mengalami kejang-kejang saat dicecar pertanyaan penasihat hukum terdakwa saat menjalani sidang dugaan tindak pidana pelanggaran Pilkada Beltim, Kamis (26/11/2020) malam.


Menurutnya proses hukum yang menguras energi dan konsentrasi sudah dilakukan anggota Sentra Gakkumdu Beltim jauh dari sebelum persidangan yang digelar di PN Tanjungpandan.


“Semuanya membutuhkan proses yang cukup panjang yang tentunya menguras energi dan konsentrasi. Karena dalam perkara ini Bawaslu butuh kecermatan, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” sebut Wahyu Epan kepada SatamExpose.com, Jumat (26/11/2020) siang.


Ia menambahkan, perkara ini membutuhkan proses yang cukup panjang hingga sampai ke persidangan. Namun perkara pilkada ini hanya memiliki durasi waktu yang relatif pendek dengan tingkat kerumitan cukup tinggi.


"Bisa jadi anggota kami (Haris Alamsyah, red) secara pribadi tidak memiliki jam terbang yang cukup untuk duduk didepan Majelis Hakim," kata Wahyu Epan.


Disinggung terkait rapat pleno dan berita acara pleno Bawaslu yang dipertanyakan penasihat hukum terdakwa, Wahyu Epan enggan memberikan statmen terlalu jauh.


"Jadi kalau menyangkut materi di persidangan, sebagai bentuk penghormatan atas proses hukum yang sedang berjalan. Kami tidak bisa mengomentarinya, kawan-kawan media silahkan ikut sidang yang begitu terbuka ini," ujar Wahyu Epan.


Ia menegaskan Bawaslu selaku penyelenggara dan pengawas pemilu akan selalu menjaga netralitas. Terkait laporan yang ada, Bawaslu juga telah menggugurkan dua laporan dari pihak yang saat ini sedang bersebrangan.


"Jadi dalam hal ini dirinya mengibaratkan tulisan yang ada di toilet, habis buang air besar harap atau harus disiram. Karena di Bawaslu, tanpa harus ada tulisan, netralitas itu sudah menjadi kewajiban," ucap Wahyu Epan. (fat)

 

DICECAR PERTANYAAN PENSIHAT HUKUM, ANGGOTA BAWASLU BELTIM KEJANG-KEJANG, JAWABAN BERUBAH

Saksi Haris mengalami kejang-kejang dalam persidangan.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Saksi dari JPU Kejari Beltim dari unsur Bawaslu Beltim Haris Alamsyah sempat mengalami kejang-kejang saat dimintai keterangan dalam persidangan di PN Tanjungpandan, Kamis (26/11/2020) malam.


Pria yang menjabat sebagai Koordiv HP3S tersebut menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana Pilkada Beltim dengan terdakwa Syarifah Amelia, Ketua Tim Relawan Berakar.


Saksi terakhir dari pihak JPU Kejari Beltim tersebut kejang-kejang usai dicecar pertanyaan oleh Ketua Tim Penasehat Hukum terdakwa Muchammad Alfarisi.


Saat itu Muchammad Alfarisi menanyakan perihal terkait rapat pleno dan berita acara pleno yang menyatakan Bawaslu keberatan dengan pernyataan Syarifah Amelia.


Saksi Haris Alamsyah menjawab adanya berita acara pleno tersebut namun tidak dibawa. Jawaban tersebut dijawab Muchammad Alfarisi dengan mengingatkan saksi tentang konsekuensi menyampaikan keterangan yang tidak benar dimuka persidangan.


“Anda sudah disumpah pada waktu menjadi saksi dimuka persidangan,” sebut Muchammad Alfarisi.


Saksi Haris Alamsyah terdiam dan mengingat kembali terkait pertanyaan penasihat hukum terdakwa. Lalu mengucap Astagfirullahaladzim dan menjawab tidak ada.


Jawaban berbeda dari saksi Haris Alamsyah membuat para pengunjung yang hadir dalam persidangan malam itu bersorak. Sesaat setelah terdengar sorakan dari para pengunjung sidang, saksi Haris Alamsyah terlihat kejang-kejang.


Beberapa orang mendatangi saksi untuk memberikan pertolongan kepada saksi. Akibatnya majelis hakim bereaksi sempat menyuruh para pengunjung untuk keluar dari ruang sidang karena mengganggu persidangan.


"Silahkan para pengunjung keluar," ucap Ketua Majelis Hakim Himelda Sidabalok dalam persidangan, Kamis (26/11/2020) malam.


Selanjutnya majelis hakim memberikan skors persidangan dengan waktu beberapa menit guna memberikan pertolongan terhadap saksi Haris Alamsyah.


Setelah beberapa saat persidangan diskors, persidangan kembali dilanjutkan. Saksi Haris Alamsyah kembali memberikan keterangan sebagai saksi di depan Majelis Hakim sampai selesai.


Sementara itu Haris Alamsyah ketika ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi enggan memberikan statmen (komentar) karena masih menghormati proses persidangan. "No Comment," kata Haris Alamsyah. (fat)

 

November 26, 2020

IRT DAN KARYAWAN SWASTA DINYATAKAN POSITIF COVID-19, MILIKI RIWAYAT PERJALANAN DARI SURABAYA

Ilustrasi Covid-19. Net

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Dua pasien kembali dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belitung, Kamis (26/11/2020). Keduanya NM (50) dan SB (35).


NM (50) merupakan seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Aik Pelempang. Pasien ini dirujuk oleh rumah sakit swasta di Tanjungpandan pada 25 November 2020 lalu setelah dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif, dan swab antigen hasilnya positif.


Pasien tersebut mengalami gejala yang dirasakan seperti demam dan batuk. Lalu dilakukan pemeriksaan swab PCR di Laboratorium Biomedis RSUD dr H Marsidi Judono dan hasil terkonfirmasi Covid-19.


"Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung," beber Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) melalui press release, Kamis (26/11/2020).


Sedangkan SB adalah seorang laki-laki dan berprofesi sebagai karyawan swasta. Ia berdomisili di Aik Pelempang. Pasien ini memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya pada 27 Oktober 2020 dan kembali ke Belitung pada 1 November 2020.


Pada tanggal 25 November 2020 kemarin, pasien dilakukan rapid test di rumah sakit swasta di Tanjungpandan dengan hasil reaktif. Hasil pemeriksaan swab PCR di Laboratorium Biomedis RSMJ dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.


"Saat ini pasien tersebut dibawah pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung," kata Sanem. (fat)

 

PULUHAN PEMUDA DAN MASYARAKAT BELITUNG DAN BELTIM GELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK SYARIFAH AMELIA

Aksi solidaritas untuk Amel. IST

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Puluhan pemuda dan masyarakat dari Belitung dan Belitung Timur menggelar aksi damai untuk mendukung Syarifah Amelia, Kamis (26/11/2020).


Syarifah Amelia yang merupakan Ketua Tim Relawan Berakar menjadi terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana Pilkada Beltim 2020. Ia terseret perkara ini usai orasinya beberapa waktu lalu dilaporkan ke Sentra Gakkumdu Beltim.


Dalam persidangan, Amel didakwa melanggar Pasal 187 ayat 2 juncto Pasal 69 huruf c UU No 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2014 Tentang Pilgub, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang


Aksi dilakukan dengan memasang spanduk berisi kata-kata dukungan terhadap Amel di beberapa titik di Tanjungpandan. Selain itu para pemuda juga membentangkan kertas karton berisi tulisan dukungan di depan PN Tanjungpandan.


Koordinator lapangan (Korlap) aksi damai tersebut Theo mengatakan, kegiatan ini timbul karena hati nurani para masyarakat dan pemuda di Belitung dan Belitung Timur tergerak untuk mengawal proses hukum yang sedang dijalani Amel sampai tuntas.


"Bagi kami, ini niat yang sangat mulia dari Amel untuk mensukseskan pilkada bersih khususnya di Beltim. Tapi kenapa niat baik itu disambut menjadi tersangka," kata Theo, Kamis (26/11/2020).


Terlebih, lanjut Theo, pihaknya mendapat informasi ibu dari Altamis (5) ini menurun kondisi kesehatannya saat persidangan sedang berlangsung, bahkan ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.


"Ini juga merupakan bentuk dukungan kami kepada Amel, serta mengajak masyarakat untuk mendoakan semoga Amel selalu diberikan kesehatan dan kasus Amel ini segera selesai tanpa perkara apapun," ujar Theo.


Tokoh pemuda Belitung Timur Albani berharap kondisi Amel segera membaik. Selain itu Amel juga bisa melalui proses hukum tersebut serta mendapatkan hasil terbaik.


"Kita mendukung apa yang disampaikan Amel, ini hal yang positif bahkan bukan hanya menjual calon yang diusung olehnya. Amel juga kampanye tentang pilkada bersih khususnya di Beltim," kata Albani.


Menurut Albani, Amel sebagai seorang ibu rumah tangga tak hanya berkonsentrasi dalam kasus yang menjeratnya ini, namun juga memikirkan keluarga sebagai seorang istri dan seorang ibu.


"Tadi malam kita dapat info Amel jatuh pingsan, ini pasti karena energinya banyak yang terkuras selain memikirkan keluarganya, Amel juga harus memikirkan terkait persidangannya," ucap Albani.


Dirinya mengajak seluruh masyarakat di Belitung dan Belitung Timur untuk mendoakan Amel agar diberikan kesehatan, serta lebih dikuatkan lagi dalam menjalani proses sidang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.


"Ayo kepada seluruh masyarakat Belitung, khususnya Belitung Timur, ini adalah misi memanusiakan manusia. Jadi, mari kita semua mendoakan Amel agar lebih kuat lagi menjalani sidangnya sampai mendapatkan keputusan," ajak Albani. (fat)

 

BCA AJAK MASYARAKAT LIBURAN DARI RUMAH LALUI PROGRAM TALKSHOW INSTAGRAM LIVE LDR, EPISODE 3 DESA DI BELITUNG

Talkshow Instagram Live LDR BCA. IST

JAKARTA, SATAMEXPOSE.COM - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA hadir dengan program rutin Talkshow Instagram Live LDR “Liburan Dari Rumah”, Kamis (19/11/2020) lalu.


Program tersebut sangat mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Meski tak beranjak dari rumah, penonton bisa melihat keindahan desa-desa binaan BCA di Indonesia.


Saat ini, seri liburan virtual dari BCA tersebut telah memasuki episode ketiga yang menampilkan desa binaan di Belitung. Talkshow kali ini menghadirkan Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati dan Travel Blogger Febrian sebagai narasumber.


Episode kali ini terasa spesial, karena terdapat special interview dengan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Wakil Presiden Direktur BCA Armand Hartono serta Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim.


Program ini rutin disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @goodlifebca dan Youtube SolusiBCA setiap Kamis pukul 19.00 hingga 20.00 WIB. Tak hanya itu, tayangan ini juga disiarkan di Instagram @_febrian, Facebook GoodLife BCA dan Twitter @GoodLifeBCA.


Selain itu, kegiatan ini merupakan komitmen BCA dalam menghadirkan tur virtual 'Liburan Dari Rumah'. BCA turut senang dapat menghibur sekaligus memperluas wawasan masyarakat Indonesia mengenai desa wisata yang patut dikunjungi.


"Kali ini, desa binaan BCA di Belitung dengan destinasi wisata Bukit Peramun dan Wisata Aik Rusa’ Berehun menjadi destinasi pilihan kami untuk dibagikan kepada masyarakat. Bukit Peramun sendiri pada tahun 2019 berhasil menarik jumlah wisatawan mencapai 12.397 orang dan 1.540 orang ke Wisata Aik Rusa’ Barehun," kata Inge Setiawati, Kamis (26/11/2020).


Inge Setiawati mengatakan, BCA akan terus berinovasi dengan mengajak nasabah dan masyarakat Indonesia berlibur secara virtual ke desa-desa binaan BCA di berbagai wilayah Indonesia melalui program ini.


Bukit Peramun merupakan sebuah bukit yang terletak di ketinggian 129 mdpl di Kabupaten Belitung. Kekayaan tempat wisata yang berada di Desa Air Selumar ini terletak pada flora dan fauna khususnya tanaman obat.


Latar belakang nama Peramun juga berasal dari banyaknya tanaman lokal yang dapat diramu menjadi obat-obatan tradisional. Tidak hanya itu, kawasan ini juga menawarkan sejumlah spot foto instagramable seperti rumah hobbit, mobil terbang, jembatan merah dan batu kembar.


Bukit Peramun juga dikenal sebagai hutan berbasis digital berkat keberhasilannya mengembangkan beberapa aplikasi digital untuk memperkenalkan keanekaragaman flora dan fauna yang ada serta aplikasi pemandu wisata yang tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.


Sedangkan kawasan wisata Aik Rusa’ Berehun merupakan desa binaan Bakti BCA yang dikenal sebagai desa kreatif karena berhasil mengubah area tambang menjadi destinasi wisata.


Adapun paket edukasi yang ditawarkan adalah Belajar Tarian Daerah Belitung, bermain musik gambus, mengayam dan melukis camping. Pengunjung juga dapat belajar memasak kuliner khas Belitung yaitu Gangan dan dapat langsung dinikmati dengan tradisi makan khas Belitung.


Pengembangan desa binaan BCA terus diupayakan meskipun saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Pendampingan dengan layanan digital dilakukan BCA untuk memberikan pelatihan bagi para pengurus desa binaan.


Saat ini BCA memliki 12 desa binaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Terdapat 3 desa binaan di Belitung, yakni Desa Binaan Bukit Peramun, Desa Wisata Aik Rusa Berehun, Desa Binaan Gunong Lumut.


Sementara ke-9 desa binaan lainnya adalah Kampung Batik Gemah Sumilir; Doesoen Kopi Sirap; Desa Wisata Tamansari; Desa Wisata Pucak Tinggan; Kampung Adat Sijunjung; serta Nagari Silokek, Wirawisata Goa Pindul; Desa Wisata Pentingsari; serta Wisata Wayang Desa Wukirsari.


“Desa binaan BCA siap menyambut kembali wisatawan untuk berlibur di era new normal mendatang. Program Talkshow Instagram Live LDR ‘Liburan dari Rumah’ diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk berkunjung,” tutup Inge Setiawati.


Sementara itu Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, Bukit Peramun memiliki pemandangan yang mengagumkan, tidak hanya itu desa wisata ini sudah ramah terhadap wisatawan.


Pohon-pohon yang ada di kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan kode QR yang memungkinkan wisatawan untuk mengetahui informasi mengenai tumbuhan tersebut hanya dengan scan di handphone.


"Jadi kalo pandemi ini sudah berakhir saya kira Bukit Peramun layak untuk dijadikan tujuan berlibur," kata Jahja Setiaatmadja.(*/fat)

 

LEWATI BATAS WAKTU YANG DIBERIKAN, KEGIATAN TAPAK TILAS DIBUBARKAN POLISI

Panggung hiburan dalam kegiatan Tapak Tilas di
Bundaran Tugu Satam. IST

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Polres Belitung bubarkan kegiatan Tapak Tilas yang digelar Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Belitung di Kawasan Bundaran Tugu Satam Pusat Kota Tanjungpandan, Rabu (25/11/2020) malam.


Pembubaran tersebut dilakukan karena kegiatan melebihi batas waktu yang telah dikeluarkan oleh pihak kepolisian. Menurut informasi yang diterima SatamExpose.com, pihak Polres Belitung hanya memberi izin hingga pukul 22.00 WIB.


Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan, kegiatan tahunan untuk memperingati hari perjuangan masyarakat Belitung melawan penjajah tersebut masih berlangsung.


Pembubaran kegiatan oleh pihak berwenang ini diakui Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Belitung Soebagio. Terlebih, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.


"Permasalahan kita memang diwaktu, karena bersamaan dengan kegiatan Tapak Tilas. Oleh sebab itu polisi membubarkan, mengingat masih suasana pandemi," kata Soebagio kepada wartawan, Kamis (25/11/2020).


Pelaksanaan kegiatan sudah berjalan sesuai dengan rencana, hanya saja soal pertimbangan waktu. Pihak panitia sebelumnya sudah melakukan berbagai antisipasi dan melaksanakan protokol kesehatan.


Diantaranya seperti penyemprotan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan bagi masyarakat yang hadir menonton pertunjukan hingga mendirikan posko kesehatan.


Bahkan pihak panitia penyelenggara juga sudah membagikan masker untuk masyarakat yang hadir di kawasan Bundaran Tugu Satam. Selain itu juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.


"Pesan itu sudah diperingati berulang-ulang oleh MC kegiatan tentang prokes kesehatan.Terkait pelaksanaan Alhamdulilah dipenuhi masyarakat," tandas Soebagio. (fat)



AMEL PINGSAN SAAT SIDANG, PH SEBUT TIGA SAKSI JPU TAK NYATAKAN AMEL LAKUKAN TUDUHAN

Syarifah Amelia pingsan ditengah persidangan.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Terdakwa perkara dugaan tindak pidana pilkada Belitung Timur Amelia Syarifah tiba-tiba pingsan di tengah jalannya persidangan saat mengikuti persidangan, Rabu (25/11/2020) sekira pukul 23.30 WIB.


Sebelumnya Ketua Tim Relawan Berakar yang akrab disapa Amel ini mengikuti persidangan dari pukul 11.00 WIB. Namun karena eksepsi yang diajukan oleh terdakwa melalui penasehat hukumnya ditolak, sidang dilanjutkan pemeriksaan saksi.


Surya Batara Kartika yang turut mendampingi mencoba memanggil-manggil istrinya yang tiba-tiba pingsan ditengah persidangan. Rekannya pun langsung bergegas mengambil kursi roda fasilitas dari pengadilan.


Bahkan Amel terpaksa dilarikan ke RS Utama Tanjungpandan karena kondisi kesehatannya menurun. Ia diduga mengalami kelelahan secara fisik dan mental saat mengikuti persidangan yang berjalan cukup lama.


Majelis hakim yang diketuai oleh Himelda Sidabalok dan didampingi AA Niko Brama Putra dan Rino Adrian Wigunadi memutuskan untuk menunda menghentikan persidangan, dan akan dilanjutkan pada Kamis (26/11/2020).

 

Anggota tim penasihat terdakwa Ali Nurdin mengatakan bahwa kondisi kliennya merupakan dampak psikis dari tuduhan fitnah yang diajukan kepadanya.

 

"Ibu Amel sakit sehingga tidak bisa melanjutkan persidangan. Kondisi beliau sudah capek, sehingga sewaktu pemeriksaaan saksi Ketua KPU Beltim, maka majelis menghentikan persidangan," kata Ali Nurdin kepada awak media.


Ali Nurdin menegaskan bahwa tuduhan fitnah yang dilayangkan kepada kliennya tidak berdasarkan. Sebab berdasarkan keterangan tiga saksi dari panwascam mulai dari ketua, anggota dan divisi pengawasan tidak satupun yang menyatakan adanya perkataan terdakwa yang menghasut, memfitnah dan mengadudomba.


Bahkan video rekaman orasi dari terdakwa berdurasi dua menit 50 detik sudah diputar di tengah persidangan, semua saksi panwascam menyatakan pilkada damai.


"Kita semua dapat merasakan begitu beratnya beliau (Amel, red) dituduh melakukan kejahatan yang tidak dia lakukan. Nanti kita lihat semua saksi dan majelis hakim juga bisa memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini dengan hati nurani serta memberikan kebenaran" ujar Ali Nurdin. (fat)

 

DUA LAGI IBU RUMAH TANGGA TERKONFIRMASI COVID-19, INI 4 PASIEN TAMBAHAN HASIL SWAB PCR LABKESDA BABEL

Ilustrasi Covid-19. Net

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Kasus Covid-19 di Kabupaten Belitung kembali bertambah, Rabu (25/11/2020). Dua perempuan berusia 37 tahun dinyatakan positif Covid-19 Laboratorium Biomedis RSUD dr H Marsidi Judono.


Kedua pasien tersebut yakni Pasien 1895 berinisial FI dan Pasien 1896 berinisial RD. FI merupakan seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Desa Aik Ketekok.


Sedangkan RD merupakan seorang ASN di Dinas Pertanian dan Peternakan yang berdomisili di Desa Aik Rayak, pasien ini rujukan dari rumah sakit swasta di Tanjungpandan dengan hasil rapid test reaktif.


Bupati Belitung Sahani Saleh dalam press release-nya memaparkan, Pasien 1896 mengalami gejala sesak, batuk berdahak, berkurangnya indra penciuman dan perasa dengan penyakit komorbid kencing manis.


Sedangkan empat pasien lain hasil pemeriksaan swab PCR Labkesda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 23 November 2020 lalu diantaranya SI (46), AS (52), IS (51) dan AI (24).


SI merupakan ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Aik Merbau. Pasien ini pernah kontak dengan Pasien 1782 yang sebelumnya terkonfirmasi Covid-19.


Sedangkan AS merupakan ibu rumah tangga yang berdomisili di Lesung Batang. Pasien ini pernah kontak dengan Pasien 1761 yang terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya.


IS adalah seorang ASN di Puskesmas Perawas yang berdomisili di Lesung Batang. Dan AI merupakan pegawai juga di Puskesmas Perawas yang berdomisili di Air Saga.


"FI dan RD diisolasi di RSUD dr H Marsidi Judono. Sedangkan SI, AS, IS, dan AS diisolasi di SKB Desa Perawas, Tanjungpandan, Belitung," kata Sanem melalui press release, Rabu (25/11/2020) malam. (fat)

 

HAKIM TOLAK EKSEPSI KUBU SYARIFAH AMELIA, SIDANG DILANJUTKAN HINGGA TENGAH MALAM

Suasana sidang dugaan tindak Pilkada Beltim di PN Tanjungpandan,
Rabu (25/11/2020). SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana pilkada dengan terdakwa Syarifah Amelia kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (25/11/2020).


Sidang lanjutan ini mengagendakan pembacaan putusan sela yang dipimpin Himelda Sidabalok didampingi hakim anggota AA Niko Brama Putra dan Rino Adrian Wigunadi.


Majelis hakim berpendapat dan memutuskan bahwa eksepsi yang diajukan oleh terdakwa melalui penasehat hukumnya tidak dapat diterima, serta memerintahkan JPU untuk melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi dan pembuktian.


"Selain itu persidangan akan dilanjutkan sampai dengan putusan Majelis Hakim," kata Himelda Sidabalok seraya mengetok palu dalam persidangan, Rabu (25/11/2020).


Lebih lanjut saat ini sidang masih berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dan pembuktian dari JPU Kejari Beltim. Setidaknya sembilan saksi dihadirkan oleh JPU dalam persidangan lanjutan ini.


Terdakwa diduga melanggar Pasal 187 ayat 2 juncto Pasal 69 huruf c UU No 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2014 Tentang Pilgub, Pilbup dan Pilwako Menjadi Undang-Undang.


Sembilan saksi yang dihadirkan JPU bernama Syarif Alamsyah, Indra Purnama, Rudi Juniwira (pelapor), Edi Surya, Yurdan, Suryanto, Aulia Purwadi, Rizal dan Susandiarno.


Satu persatu saksi bergantian untuk dimintai keterangan dengan dicecar pertanyaan mulai dari majelis hakim, JPU, hingga tim penasehat hukum terdakwa.


Bahkan hingga saat ini sidang masih berlangsung, dari sembilan orang saksi yang dihadirkan, baru empat orang selesai diperiksa, sedangkan sisanya masih menunggu giliran.


Tak sampai disitu, selama persidangan berlangsung, majelis hakim sempat menskors sebanyak dua kali yaitu pada pukul 16.30-17.30 WIB dan pukul 19.00-20.00 WIB. Sidang dihentikan hampir tengah malam dan dilanjutkan keesokan harinya.


Hal ini bertujuan agar mempercepat pemeriksaan, mengingat secara aturan, proses persidangan berlangsung singkat dengan batas waktu maksimal tujuh hari kerja hingga hakim menjatuhkan vonis. (fat)

 

November 25, 2020

BEA CUKAI MUSNAHKAN RIBUAN BATANG ROKOK ILEGAL DAN BMN LAINNYA, NILAINYA MENCAPAI RP 7,3 JUTA

Pemusnahan BMN oleh Bea Cukai, Rabu (25/11/2020).
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Ribuan batang rokok ilegal dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (TPPBC) TMP C Tanjungpandan, Rabu (25/11/2020).


Selain 2.404 batang rokok ilegal, beberapa Barang Milik Negara (BMN) seperti 40 botol liquid vape, 159 bungkus tembakau iris yang masuk kategori larangan dan pembatasan juga dimusnahkan.


Total nilai barang yang dimusnahkan tersebut diperkirakan mencapai Rp 7,3 juta dengan kerugian negara mencapai Rp 3 juta lebih. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar.


Barang ilegal ini juga tidak dapat digunakan, dimanfaatkan, dipindah tangankan atau pun alasan lain sesuai dengan ketentuan Perundang-Undangan.


Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpandan Jerry Kurniawan mengatakan, tindakan pemusnahan barang ilegal ini sebagai bentuk transparansi pelaksanan tugas dan fungsi Bea Cukai.


Dalam mengamankan hak-hak penerimaan negara, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya barang-barang ilegal. Pelaksanaan pemusnahan ini berpedoman pada Permenkeu RI.


"Untuk barang yang dimusnahkan hari ini merupakan hasil operasi Bea Cukai Tanjungpandan karena telah melanggar Pasal 54 UU Cukai Nomor 39 Tahun 2007," kata Jerry Kurniawan kepada awak media usai acara pemusnahan.


Hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Karantina Kesehatan Tanjungpandan Jauhari, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Dewanto Wisnu Raharjo, Kepala Kantor Pelindo II Hambar Wiayadi, Kepala KSOP Kelas IV yang diwakili oleh Iswandi, Kepala Loka POM Belitung Singgih Adi Prabowo. (fat)