September 21, 2020

SEBELUM TIBA DI INDONESIA JALANI 3 KALI SWAB DENGAN HASIL NEGATIF, PRIA PRANCIS INI POSITIF COVID-19 DI BELITUNG

Ilustrasi Covid-19. Net

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis berinisial JN (66) terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belitung, Senin (21/9/2020).

 

Pasien bernomor ID 1412 ini tiba di Indonesia pada tanggal 9 September lalu, dan sempat berada di Jakarta selama satu malam sebelum berangkat ke Belitung. Ia tiba di Negeri Laksar Pelangi pada 11 September 2020.

 

"Saat tiba di Belitung, pasien ini dilakukan rapid test, dengan keluhan gejala panas, batuk dan pilek. Hasil rapid test-nya non reaktif," ungkap Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) melalui press release yang diterima SatamExpose.com, Senin (21/9/2020) malam.

 

Sanem mengungkapkan, pasien yang bersangkutan sebelum melakukan perjalanan ke Indonesia sudah pernah melakukan swab PCR sebanyak tiga kali, dengan hasil tes secara keseluruhan negatif.

 

"Sudah pernah swab, hasilnya negatif dan saat rapid test juga di rumah sakit kita (Belitung) hasilnya non reaktif, setelah itu dipulangkan ke rumahnya," ujar Sanem.

 

Namun, kata Sanem, pada 19 September 2020 pasien ini lantas datang ke salah satu rumah sakit swasta di Tanjungpandan untuk melakukan rapid test kembali. Saat rapid test tersebut ia dinyatakan reaktif.

 

"Pasien ini juga ada keluhan seperti demam dan sakit tenggorokan dan setelah dicek di radiologi ada gambar pneumonia dan diputuskan pasien harus menjalani isolasi mandiri di rumah," jelas Sanem.

 

Sanem menambahkan petugas RSUD dr H Marsidi Judono lantas memutuskan melakukan pengambilan swab kepada pasien dan dilakukan pengujian dengan alat TCM di Laboratorium Biomedis RSUD pada hari ini dengan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19.

 

"Saat ini pasien sedang diisolasi dan diobservasi di rumah sakit guna menentukan tingkatan berat penyakit, serta merencanakan penatalaksanaan penyakit," sebut Sanem. (fat)

 

MAKAM PENINGGALAN TIGA KERAJAAN DI KAWASAN HP DI-LAND CLEARING ALAT BERAT, BAKAL JADI TANAH KAVLING

Lokasi lahan di kawasan HP yang di-land clearing.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Sekitar 600 nisan yang berada di kawasan Hutan Produksi (HP) Air Gelarak di Jalan Air Ranggong, Dusun Air Serkuk, Desa Air Saga, Tanjungpandan terkena land clearing menggunakan alat berat.

 

Menurut informasi yang diterima SatamExpose.com, lahan yang di-land clearing tersebut dijadikan kavlingan dan perkebunan buah nanas. Padahal makam di lahan seluas 10,5 hektar ini merupakan makam bersejarah dari tiga kerajaan yang pernah singgah di Belitung.

 

Kerajaan tersebut diantaranya Kerajaan Goa, Badau, dan Samudera Pasai. Selain itu, aktivitas land clearing menggunakan alat berat sebelumnya tersebut berada di kawasan HP.

 

Kepala Desa Air Saga Saman mengatakan, pihaknya tak pernah mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) atas kepemilikan lahan tersebut. Selain itu aktivitas kawasan tersebut juga tidak izin terlebih dahulu ke pemerintah desa.

 

Padahal sebelumnya lahan yang dimaksud sudah direkomandasikan dari pihak Dinas Kehutanan untuk dijadikan tempat perkuburan sebagai pengganti Kuburan Nunuk (depan PN Tanjungpandan).

 

"Untuk waktu aktivitas pembabatan dan penyodokan yang dilakukan kami tidak tahu kapan. Masalahnya sudah enam kali kami turun ke lokasi melakukan pengecekan keadaan lahan sudah bersih," ungkap Kades Air Saga Saman kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

 

Indikasi adanya jual beli lahan di kawasan HP tersebut juga bakal dilakukan penelusuran oleh pihak desa. Bahkan pihak desa juga mengancam akan melaporkan hal tersebut ke pihak-pihak terkait.

 

"Intinya permasalahan ini akan saya pelajari terlebih dahulu bersama pihak pemerintah Desa Air Saga," kata Saman.

 

Menurut informasi yang diterima SatamExpose.com, lahan tersebut diusahakan oleh seseorang bernama Tikno. Bahkan ia juga mengklaim mempunyai lahan sekitar 6 hektar di kawasan tersebut.

 

Ia juga mengaku bahwa dirinya yang membabat dan melakukan penyodokan menggunakan alat berat. Menurutnya land clearing tersebut dilakukannya sekitar kurang lebih dua bulan yang lalu.

 

Dirinya juga mengetahui bahwa ada makam (kuburan) peninggalan bersejarah, serta lahan yang dimaksud berada dalam kawasan Hutan Produksi (HP). Namun karena ia merasa sudah membeli lahan tersebut, ia tetap melakukan aktivitas.

 

"Dasar saya melakukan aktivitas pembabatan dan penyodokan di lahan ini karena lahan sudah saya beli dari Pak Sayuti pada tahun 2016 lalu sekitar 50 juta dengan disaksikan Pak Halim yang saat itu menjabat Kades Air Saga. Untuk surat-surat dan dokumennya lengkap," kata Tikno. (fat)

 

RAMAI DIKUNJUNGI MASYARAKAT, PERMAINAN KETANGKASAN DI PASAR MALAM DISINYALIR MENGANDUNG UNSUR PERJUDIAN

Permainan ketangkasan di pasar malam.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Pasar malam yang beroperasi di Jalan Raya Sijuk, Desa Aik Ketekok, Tanjungpandan, Belitung ramai pengunjung. Namun aktivitas pasar malam ini disinyalir mengandung unsur perjudian.

 

Pasalnya selain menyediakan wahana bermain anak, serta tempat masyarakat berdagang, pasar yang beraktivitas hampir sepekan ini juga menyediakan permainan ketangkasan.

 

Setidaknya terdapat lima stan permainan ketangkasan yang beroperasi setiap malam dengan berbagai macam nama. Diantaranya bowling rindu, ketangkasan lupis, ketangkasan lempar kaleng, ketangkasan putu bambu, dan ketangkasan bola ganjetin.

 

Permainan bowling rindu menjadi favorit dan tak pernah sepi pengunjung setiap kali pasar malam ini beroperasi. Bahkan mayoritas semua golongan baik dewasa sampai anak-anak ikut ambil dalam permainan bowling rindu ini.

 

Berdasarkan penelusuran SatamExpose.com, pengunjung harus membayar Rp 5 ribu untuk mendapatkan 5 koin dan Rp 10 ribu untuk 10 koin dalam mengikuti permainan bowling rindu ini.

 

Tak banyak para pengunjung membeli koin hingga mencapai Rp 100 ribu. Dikarenakan maksimal pemasangan dalam permainan ini mencapai Rp 100 ribu. Adapun coin tersebut berwarna hijau berukuran segi empat.

 

Setelah membeli koin, para pengunjung bisa bebas memasang dan memilih angka yang tertulis di tujuh meja. Masing-masing meja tertuliskan angka mulai dari 1 sampai 30.

 

Kemudian setelah para pengunjung memasang angka, pemandu siap memulai permainan dengan memasukan bola bowling ke dalam lubang kecil yang tersedia di atas meja.

 

Bola tersebut nantinya keluar menggelinding melewati rintangan yang telah terpasang dimeja permainan yang bertuliskan angka 1 sampai 30 sesuai dengan meja tempat pemasangan para pengunjung.

 

Tak hanya itu, dalam permainan bowling rindu ini juga terdapat belasan pemandu yang mempunyai tugas melayani para pengunjung untuk membeli koin, dan menjaga meja bola permainan.

 

Alunan, serta dentuman suara musik juga menemani para pengunjung untuk bermain bola bowling rindu ini. "Yah bola menggelinding melewati rintangan, diangka berapa bola akan mendarat," ucap pemandu di meja bola permainan.

 

Terdapat berbagai macam hadiah dari permainan bola bowling rindu ini antara lain rokok, minyak goreng, sabun cuci piring, pewangi lantai, beras, deterjen. Hadiah yang telah disediakan bisa ditukar dengan koin oleh para pengunjung apabila ingin bermain kembali.

 

Dikutip dari hukumonline.com, bahwa dalam permainan judi terdapat unsur keuntungan yang bergantung pada peruntungan (untung-untungan) atau kemahiran/kepintaran pemain. Selain itu, dalam permainan judi juga melibatkan adanya pertaruhan.

 

Hal tersebut menjelaskan Pasal 303 ayat (3) KUHP yang berbunyi “Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir.

 

KUHP sebagai lex generalis (hukum yang bersifat umum) memang tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai kegiatan apa saja yang dapat dikatakan sebagai “judi”.

 

Namun, selain KUHP, ada ketentuan-ketentuan lain yang bersifat lebih khusus (lex specialis) yang dapat kita rujuk untuk mengerti lebih jauh mengenai larangan kegiatan perjudian ini yaitu antara lain UU No 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dan PP No. 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian sebagai peraturan pelaksananya.

 

Perjudian di tempat-tempat keramaian, antara lain terdiri dari perjudian dengan lempar paser atau bulu ayam pada papan atau sasaran yang tidak bergerak, lempar gelang, lempar uang koin, kim, pancingan, menembak sasaran yang tidak berputar.

 

Selain itu juga lempar bola, adu ayam, adu sapi, adu kerbau, adu domba atau kambing, pacu kuda, karapan sapi, pacu anjing, hailai, mayong atau macak dan erek-erek.

 

Jika melihat pada ketentuan di atas dan jika permainan tersebut dilakukan untuk mencari keuntungan maka termasuk judi. Namun, kegiatan tersebut tidaklah menjadi perjudian apabila tujuannya hanya sebagai permainan hiburan. (fat)

 

September 20, 2020

RATUSAN KILOGRAM SAMPAH BERHASIL DIKUMPULKAN SEPANJANG PANTAI TANJUNG KELAYANG HINGGA TANJUNG TINGGI

Berbagai komunitas, petugas kebersihan, OKP dan instansi
lainnya serta pegiat lingkungan membersihkan pantai. IST

SIJUK, SATAMEXPOSE.COM - Sebanyak 373 kilogram sampah berhasil dikumpulkan oleh puluhan komunitas dalam kegiatan bersih-bersih Pantai Tanjung Kelayang-Tanjung Tinggi, Sijuk, Sabtu (19/9/2020).

 

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebersihan Dunia (World Clean Up Day) yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.

 

Dalam kegiatan yang dibuka Sekda Belitung MZ Hendra Caya tersebut diikuti 446 orang yang terdiri dari petugas dari DLH dan 34 komunitas, organisasi kepemudaan, Dinas Pariwisata, perhotelan, perusahaan, serta para pegiat lingkungan di Belitung.

 

Adapun titik pengumpulan sampah dimulai dari Pantai Tanjung Kelayang sampai ke Pantai Lemadang Tanjung Tinggi. Tahun ini merupakan tahun kedua diadakannya kegiatan tersebut.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Edi Usdianto mengatakan, kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu dalam rangka mengantisipasi sampah yang terbawa dari laut.

 

"Tapi sesuai dengan perintah dan arahan Pak Sekda, bulan depan bersih-bersih pantai ini akan dilaksanakan setiap minggu," kata Edi Usdianto saat dihubungi SatamExpose.com, Sabtu (19/9/2020).

 

Edi Usdianto menambahkan, sampah yang berhasil dikumpulkan nantinya akan dipilah, seperti sampah bahan organik akan dibuat kompos di TPA, sedangkan non organik akan diolah menjadi kerajinan tangan.

 

"Tujuannya agar sampah yang dikumpulkan bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujar Edi Usdianto. (fat)

 

September 16, 2020

USAI TERLIBAT KECELAKAAN DENGAN AVANZA, TRUK PENGANGKUT PUPUK TERGULING

Pupuk dalam kemasan karung berserakan di jalan usai
truk pengangkutnya terguling, Rabu (16/9/2020). IST

BADAU, SATAMEXPOSE.COM - Sebuah truk pengangkut pupuk terguling usai terlibat kecelakaan dengan mobil Toyota Avanza di simpang tiga Jalan Abdurahman Desa Badau, Badau, Rabu (16/9/2020) sekira pukul 13.00 WIB.

 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun akibat kecelakaan ini kedua kendaraan mengalami lecet di bagian depan dan samping kanan.

 

Bahkan pupuk dalam kemasan karung yang berada di bak belakang mobil truk berwarna kuning tersebut berserakan di badan jalan usai truk terguling.

 

Informasi yang berhasil dihimpun SatamExpose.com, kejadian bermula pada mobil truk bernomor polisi BN 8841 WA yang dikendarai oleh Agus Salim berkecepatan tinggi dari arah Tanjungpandan menuju Pelulusan, Belitung Timur.

 

Secara bersamaan muncul mobil Avanza bernomor polisi BN 1414 XL yang dikendarai oleh Samad dari arah Manggar hendak menuju Tanjungpandan. Setiba disimpang tiga, kedua pengemudi kendaraan terkejut.

 

Sehingga pengemudi mobil truk langsung membanting setir ke arah kiri dan kehilangan kendali yang menyebabkan mobil truk tersebut terguling dan muatan pupuk yang diangkut terjatuh dan berserakan di badan jalan.

 

Anggota Polsek Badau melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian guna mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas. Pasalnya karung berisi pupuk berserakan menutup badan jalan.

 

Saat ini kejadian tersebut sedang ditangani oleh pihak Unit Laka Satlantas Polres Belitung. Kedua kendaraan juga sudah dievakuasi dari badan jalan tersebut. (fat)

 

KUASA HUKUM FENDI HARYONO SEBUT PEMILIK AKUN FACEBOOK RS TELAH DIPERIKSA POLDA BABEL

Postingan akun Facebook RS. SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Kuasa hukum Fendi Haryono, Rj Anies menyebutkan Polda Babel telah memeriksa tiga orang saksi terkait perkara pencemaran nama baik dalam postingan akun Facebook RS.

 

Rj Anies mengatakan, sejauh ini proses penanganan kasus yang dilaporkan kliennya tersebut masih dalam tahap pemeriksaan. Pihak penyidik dari Polda Babel telah melayangkan surat pemanggilan saksi.

 

Namun sampai saat ini saksi yang dimaksud belum juga hadir memenuhi panggilan. Kemungkinan berhalangan karena Covid-19 dan sebagainya tidak diketahui pasti.

 

"Informasi terakhir yang didapat setidaknya sudah tiga orang saksi yang telah diperiksa, namun belum di BAP, dikarenakan berhalangan, dan tidak dapat hadir," kata Rj Anies saat dihubungi SatamExpose.com, Senin (14/9/2020) lalu.

 

Anies mengungkapkan, pemilik akun Facebook RS sudah menjalani pemeriksaan pertama kali, menurutnya inti dari hasil pemeriksaan tidak ada CCTV. Tapi masalah ini masih dalam proses pengembangan.

 

"Untuk pemilik akun facebook Roy Setiawan berinisial IS kalau tidak salah kurang lebih dua minggu yang lalu telah menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan pas hari Senin," ujar Anies.

 

Anies juga menambahkan terkait penanganan kasus ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian Polda Babel. Dengan artian biarlah pihak polisi menjalankan tugasnya secara profesional.

 

"Intinya apabila hasil kasus ini telah diketahui, nanti kami akan menggelar kenfersi pers. Biar teman-teman media semuany tahu," ucap Anies.

 

Sebelumnya anggota DPRD Belitung Fendi Haryono melaporkan pencemaran nama baik melalui kuasa hukumnya Rj Anies and rekan terhadap akun Facebook Roy Setiawan ke Polda Babel.

 

Seperti diketahui sebelumnya, pelaporan ini buntut dari postingan akun Facebook yang diketahui milik petinggi parpol tersebut karena dinilai mengarah kepada Fendi Haryono.

 

Dalam postingannya, akun Facebook RS menuliskan “ngaku mualaf hanya untuk jabatan..??? CCTV dirumahku terekam tanggal anda menyantap kaki b*bi !!! Kita share okey??”

 

Tulisan yang diduga mengandung unsur SARA ini diposting pada Sabtu (8/8/2020) pukul.15.03 WIB. Selama dua hari postingan tersebut telah mendapat 137 komentar sebelum akhirnya dihapus oleh pemilik akun. (fat)

 

PT PAN JUGA JADI TERSANGKA PERKARA REKLAMASI ILEGAL DI TANJUNGPENDAM, BERKAS DILIMPAHKAN KE KEJARI

Petugas dari Gakkum memasang plang di lokasi
reklamasi. IST

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Pihak Kejaksaan Negeri Belitung menerima pelimpahan tahap II berkas perkara korporasi reklamasi ilegal yang mengakibatkan pengrusakan lingkungan di wilayah Kelurahan Tanjungpendam, Senin (14/9/2020).

 

Perkara tersebut sebelumnya ditangani Subdit Penyidik Kerusakan Lingkungan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Ditjen Gakkum KLHK. Dalam perkara tersebut, General Manager PT PAN berinisial BA (58) ditetapkan sebagai tersangka.

 

Berkas perkara BA juga telah dinyatakan lengkap oleh jaksa Jampidum Kejagung dan akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

 

"Perkara ini dari pusat PPNS KLHK, karena ini level Kementerian jadi jaksa penelitinya dari Kejagung. Perkara ini tersangkanya berupa badan hukum usaha bukan perorangan, dalam konteksnya perusahaan diwakili manajer," kata Kajari Belitung Ali Nurudin, Selasa (15/9/2020).

 

Sebelumnya, kata Ali Nurudin, proses tahap I dilakukan di Kejagung, setelah dinyatakan lengkap (P21) selanjutnya dilimpahkan ke Kejari Belitung sesuai dengan locus delicti pidana terjadi yakni di Kabupaten Belitung.

 

Ali Nurudin juga menambahkan berkenaan dengan jaksa penuntut umum (JPU) pada perkara tersebut, telah ditunjuk dua orang jaksa dari Jampidsus Kejagung ditambah dua orang lagi dari Kejari Belitung.

 

 "Selambat-lambat 14 hari kedepan berkas perkara itu sudah dilimpahkan ke PN Tanjungpandan untuk disidangkan," ujar Ali Nurudin.

 

Dikutip dari postingan laman Facebook Ditjen Gakkum KLHK pada 7 September 2020, berkas penyidikan PT PAN tersangka korporasi kasus reklamasi ilegal (tanpa izin) yang telah merusak lingkungan di Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupateng Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah lengkap.

 

Kasus ini akan segera disidangkan. Penyidik KLHK telah menerima surat pemberitahuan bahwa berkas penyidikan telah lengkap dari Kejaksaan Agung RI. 

 

Penyidik KLHK akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Belitung dan untuk selanjutnya disidangkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Dalam kasus tersebut BA (58) selaku General Manager PT PAN akan mewakili di persidangan.

 

“Reklamasi tanpa izin itu selain merusak lingkungan, menyebabkan banjir, serta menutup akses masyarakat, juga melanggar tata ruang dan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” ,” kata Direktur Penegakan Hukum Pidana Ditjen Gakkum, KLHK  Yazid Nurhuda.

 

“KLHK melakukan penyelidikan bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, dan Bareskrim Polri. Lokasi sudah diberikan tanda segel dari tiga Kementerian tahun lalu,” kata Yazid Nurhuda  menambahkan.

 

Para Penyidik KLHK sudah mengumpulkan keterangan dan bahan, olah tempat kejadian, memeriksa dokumen dan saksi termasuk meminta keterangan saksi ahli.

 

Para saksi yang sudah memberikan keterangan antara lain pemilik hotel di sekitar Pantai Desa Air Saga, staf Kabupaten Belitung (Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Kantor Pertanahan), staf kedinasan Provinsi Bangka Belitung (Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan), warga Desa Air Saga, pakar hukum pidana, dan ahli ekologi hutan mangrove, tambah Yazid.

 

Yazid menambahkan bahwa PT PAN  disangkakan melanggar Pasal 98, Pasal 109, Jo Pasal 116 Huruf a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

 

“Kasus yang akan disidangkan ini kasus korporasinya, untuk pelaku perorangannya sedang kami dalami. Kami juga akan mengembangkan penyidikan pidana berlapis terhadap kasus perusakan lingkungan di Tanjung Pendam ini,” kata Yazid.

 

Berkaitan dengan kasus perusakan lingkungan di Tanjung Pendam Belitung ini, Yazid menegaskan bahwa perusakan pesisir pantai termasuk perusakan mangrove ini merupakan kejahatan serius, pelakunya harus dihukum seberat-beratnya.

 

Disamping merusak lingkungan, mereka juga merampas akses masyarakat ke pantai. Kami sedang mendalami keterlibatan pelaku-pelaku lainnya, kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk menerapkan pidana berlapis untuk kasus ini. (fat)

 

PT TIMAH TBK SALURKAN DANA PROGRAM KEMITRAAN, 17 UMKM DI BELITUNG DAN BELTIM TERIMA DANA

Kegiatan penyaluran dana program kemitraan PT Timah
Tbk, Selasa (15/9/2020).
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - PT Timah Tbk Unit Produksi Belitung menyalurkan dana program kemitraan PT Timah Tbk Triwulan 3 tahun 2020 wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, Selasa (15/9/2020).

 

Setidaknya terdapat 17 orang pelaku UMKM yang terdiri dari Belitung dan Belitung Timur mendapatkan bantuan tersebut. Hal ini merupakan salah satu komitmen PT Timah dalam mengembangkan UMKM di Pulau Belitung.

 

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk Anggi Siahaan mengatakan program CSR ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya.

 

Dia menyebutkan proses penyaluran sebanyak dua kali dalam setahun, dengan jangka waktu selama enam bulan. Adapun syaratnya sangat mudah, salah satunya masyarakat (penerima) harus benar-benar memiliki usaha.

 

"Diharapkan dengan adanya bantuan ini bisa mengembangkan usaha milik masyarakat. Tentunya PT Timah selalu membuka pintu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," kata Anggi Siahaan, Selasa (15/9/2020).

 

Salah satu mitra binaan PT Timah Tbk Soni Elson menambahkan, kegiatan penyaluran dana bantuan ini berlandaskan pada dasar hukum Peraturan Menteri BUMN, Peraturan Perusahaan, proposal permohonan bantuan, dan terakhir persetujuan direktur keuangan atas memo kepala Divisi CSR.

 

Dasar inilah yang menjadi pegangan PT Timah Tbk dalam menyalurkan dana kemitraan triwulan 3. Bantuan ini sebagai bentuk komitmen BUMN turut aktif dalam memberikan kontribusi dan mengembangkan usaha masyarakat.

 

"Berdasarkan pendataan, sebanyak 17 mitra binaan yang menerima bantuan dana kemitraan pada periode triwulan 3 ini," sebut Soni Elson.

 

Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Kabid pertambangan PT Timah Tbk Unit Produksi Belitung Iwan Sari beserta jajaran, mitra binaan PT Timah 2020 Soni Elson, staf KUMKM Dinas Koperasi UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Vita Elviana, dan tamu undangan lainnya. (fat)

 

September 14, 2020

LAKUKAN PATROLI DI PERAIRAN TANJUNG BINGA, POLISI DAPATI KAPAL COMPRENG BERAKTIVITAS

Polairud dekati kapal compreng yang sedang beraktivitas
di perairan Tanjung Binga, Sijuk. IST

SIJUK, SATAMEXPOSE.COM - Sat Polair Polres Belitung melakukan patroli perairan laut Desa Tanjung Binga, Sijuk yang diduga lokasi beroperasinya kapal compreng yang meresahkan nelayan setempat, Sabtu (12/9/2020) malam.

 

Tindakan ini dilakukan para nelayan melancarkan protesnya akibat aktivitas kapal compreng di jarak sekitar 10 mil dari bibir pantai. Hasilnya satu kapal compreng dari Jakarta diminta meninggalkan lokasi di sekitar 9 mil.

 

Patroli ini dilakukan Sat Polair Polres Belitung dan Ditpolairud Polda Babel. Petugas yang mendapati kapal compreng tersebut melakukan tindakan persuasif dan meminta kapal keluar dari perairan laut Tanjung Binga.

 

"Kami melakukan tindakan persuasif mengecek surat kapal dan menghentikan operasi kapal serta meminta kapal tidak mendekati perairan laut Tanjung Binga. Mereka mengaku mesin kapal rusak jadi belum bisa bergeser," kata Kasat Polair Polres Belitung AKP Iman Teguh Prasetyo, Senin (14/9/2020).

 

AKP Iman Teguh Prasetyo menambahkan, berdasarkan hasil rapat bersama Dinas Perikanan, PSDKP, Pos TNI AL serta Syahbandar PPN Tanjungpandan seluruh pihak sepakat akan melakukan patroli gabungan di perairan laut Tanjung Binga.

 

Sebelumnya diberitakan nelayan Desa Tanjung Binga mengeluhkan beroperasinya 14 kapal compreng di perairan laut sekitar 12 mil. Beroperasinya kapal compreng tersebut membuat hasil tangkapan nelayan Tanjung Binga menurun drastis. (fat)

 

AKSI UMAT ISLAM PADA MINGGU PAGI DINILAI SEBAGAI PERCIKAN PROTES TERKAIT PENANGANAN DUA KASUS

Aksi damai PITI dan Antab dalam menanggapi penanganan
kasus penggerebekan arak dan status facebook. IST

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Ketua DPC Satria Kabupaten Belitung Auli Amarta menilai perlunya kejelasan dan keterbukaan proses hukum perkara penggerebekan pabrik arak dan pencemaran nama baik oleh petinggi salah satu petinggi parpol.

 

Hal ini menanggapi aksi damai yang dilakukan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI ) Kabupaten Belitung, Aliansi Umat Muslim Belitung (Antab) dan beberapa simpatisan dari sejumlah mesjid di Kabupaten Belitung, Minggu (6/9/2020) pagi.

 

Menurutnya dua perkara yang ditangani Polres Belitung dan Polda Babel tersebut bersentuhan langsung dengan keutuhan masyarakat dan dikhawatirkan berdampak pada perpecahan.

 

"Di pulau ini kita biasa hidup berdampingan, beda agama, beda suku dan beda ras, tapi selalu berdampingan, hidup rukun dan damai bahkan saling menghormati dan menghargai. Jangan sampai gara-gara kasus dugaan penistaan agama ini menimbulkan perpecahan,” papar Auli.

 

Auli memaparkan bahwa aksi umat Islam beberapa waktu lalu hanya percikan kecil dari suatu bentuk protes terhadap lambannya proses penegakan hukum kedua kasus itu.

 

"Kita minta agar aparat penegak hukum lebih transparan dan segera mengungkap tabir pada kedua kasus itu, kita percaya pihak kepolisian bisa berlaku adil dan menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi dalam keadilan di negara ini,"pinta Auli. (*/als)