Juli 23, 2019

HARGA AYAM DI PASAR TANJUNGPANDAN NAIK LAGI, PEMKAB MINTA BUMD JUAL ANAKAN AYAM DAN PAKAN

Sekda Belitung MZ Hendra Caya saat sidak di Pasar Tanjungpandan.
SatamExpose.com/Faizal

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie didampingi Sekda MZ Hendra Caya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjungpandan, Senin (22/7/2019).

Sidak ini dilakukan terkait tingginya harga ayam potong. Saat ini, ayam potong dijual para pedagang di pasar dengan kisaran harga antara Rp 48 ribu hingga Rp 50 ribu perkilogram.

Baca Juga : 

Inilah Nama 25 Caleg Terpilih Bakal Duduk Di DPRD Kabupaten Belitung Periode 2019 - 2024 Yang Ditetapkan KPU

Truk Muatan 150 Karung Pupuk Terguling di Jalan Irian, Teras Rumah dan 2 Unit Motor Hancur

Isyak menyebutkan dirinya ingin memastikan penyebab naiknya harga ayam negeri. Dirinya menduga karena kondisi stok yang fluktuatif atau naik turun, ada pengaturan siklus anak ayam sampai penggemukan yang tidak sesuai dengan step.




"Tadi itu memastikan bahwa kondisinya karena ayamnya semakin langka dan ada faktor teknis, soal ada yang mati dalam prosesnya," sebut Isyak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Belitung akan minta BUMD untuk mempersiapkan DOC atau anakan ayam serta pakan ayam yang diproduksi di Belitung. Langkah ini sama dengan sebelum Idulfitri lalu.

"Nanti para peternak ngambilnya di BUMD, jadi gak ngirim dari luar. Nah pedagang-pedagang DOC dan pedagang pakanpun bisa membeli dari BUMD untuk dijual kembali tetapi harga yang sudah kami tentukan, sama-sama untung," papar Isyak.




Namun, kata Isyak, hal tersebut hanyalah sebatas sebuah wacana jika tidak memiliki persetujuan dari DPRD Kabupaten Belitung. Anggaran untuk mewujudkan itu harus disetujui DPRD terlebih dahulu.

"Tetap kita tunggu anggaran yang baru, di September ini. Kita baru bisa menunjuk BUMD untuk melakukan itu, kalau di setujui DPRD Kabupaten Belitung," sebut Isyak.

Baca Juga : 

Bupati Belitung Nilai Isu Patahan di Selat Nasik Ada Unsur Politis, Sebelumnya Sudah Diteliti Geologi Geopark

Himpunan Advokat Muda Indonesia Siap Kawal Kasus Oknum Polisi Diduga Lakukan Pemukulan Terhadap Anak 9 Tahun

Isyak sempat menduga para peternak menunggu menjual ayam pada Hari Raya Idul Adha mendatang. Atau penyebab lainnya karena harga anakan ayam sudah tinggi saat peternak membeli.




Sementara itu salah satu pedagang menyebutkan harga ayam potong di Pasar Tanjungpandan terbilang normal. Pasalnya pedagang membeli dari peternak dengan harga Rp 32 ribu perkilogram dalam kondisi masih hidup.

"Sebenarnya ini sudah lama harga segini. Kalau kami tidak jual dengan harga segitu (Rp 48 ribu perkilogram, red) rugi lah," sebut pedagang berjenggot yang enggan disebutkan namanya. (fg6)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.