Ticker

6/recent/ticker-posts
ADS SLOT

FESTIVAL KUTE 2026 HADIRKAN "DULANG GEDE"


Belitung | Satamexspose.com  -  Guna melestarikan budaya Melayu Belitong kepada generasi muda, Kelurahan Kota, menggelar Festival Kute 2026 dengan rangkaian kegiatan diantaranya bazar UMKM, lomba menyanyi, jalan santai, lomba memasak, fashion show untuk lansia dan hiburan yang digelar di halaman Gedung Nasional Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (10/7).
‎Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung sejak tanggal 10 hingga 15 Juni 2026 mendatang itu sekaligus menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188.
‎Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir dengan dihadiri oleh Ketua DPRD Belitung, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, perwakilan Bank Indonesia, unsur Forkopimda, pengurus Lembaga Adat Melayu Belitung (LAM), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu dari Singapura.
‎Kedatangan tamu diawali dengan berebut lawang dan tari selamat datang 
‎Syamsir dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan masyarakat Kelurahan Kota dalam mengemas kegiatan budaya tersebut
‎"Kita bersyukur hari ini banyak tamu yang hadir, termasuk dari Singapura. Mereka akan melihat langsung adat istiadat dan budaya Belitung, lalu menceritakan bahwa Belitung memiliki budaya yang luar biasa," kata Syamsir.
‎Menurutnya, festival tersebut harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah sekaligus memperkuat sektor ekonomi masyarakat.
‎Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan pengurus Lembaga Adat Melayu Belitung Kecamatan Tanjungpandan periode 2026–2029.
‎Usai sambutan, para tamu disuguhkan acara makan bedulang, uniknya dulang sebagai tempat penyimpanan makanan kali ini berukuran diameter kurang lebih 3 meter.
‎Ketua Panitia Festival Kute, Saleh Gani kepada wartawan disela-sela kegiatan mengatakan Festival Kute diselenggarakan untuk yang pertama kalinya sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda dan menjadi sarana mempererat silaturahmi masyarakat.
‎Sementara itu, Lurah Kota, Budi A.Md sebut gagasan penyelenggaraan festival berasal dari masyarakat Kelurahan Kota yang ingin menghadirkan ikon budaya khas dalam perayaan Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188.
‎"Ini bukan semata-mata ide pemerintah kelurahan, tetapi lahir dari usulan masyarakat, para RT, RW, Karang Taruna, dan LPM. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang menjadi identitas daerah, sehingga lahirlah konsep Dulang Gede sebagai simbol budaya makan bedulang masyarakat Belitung," jelasnya.
‎Menurut Budi, pembuatan Dulang Gede membutuhkan waktu hampir tiga minggu karena proses pengerjaan yang cukup rumit, terutama pada bagian tudung yang menggunakan bahan alami dari hutan.
‎Ia berharap kegiatan tersebut mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah daerah pada tahun-tahun mendatang sehingga dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya berskala besar. (***)

Posting Komentar

0 Komentar