Belitung | Satamexspose.com - Menyikapi antrian kendaraan yang masih mengular di setiap SPBU wilayah Kabupaten Belitung, DPRD Kabupaten Belitung memanggil Pertamina Patra Niaga beserta pemilik SPBU se-Kabupaten Belitung, Selasa (21/7).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani tersebut berlangsung lebih dua jam tersebut meminta agar Pertamina Patra Niaga untuk segera mengatasi kelangkaan itu agar tidak berlarut.
Menurut Vina, permasalahan yang terjadi berawal dari keterlambatan pembongkaran bahan bakar akibat faktor cuaca, terjadinya disparitas harga antara Pertalite dan Pertamax yang mengakibatkan tingkat konsumsi Pertalite meningkat tajam.
"Kondisi itu memicu antrean panjang yang kemudian mendorong masyarakat melakukan panic buying," jelasnya.
"Kondisi ini sangat mengganggu aktifitas masyarakat sehari-hari dan berdampak pula tentunya untuk pergerakan ekonomi masyarakat seperti UMKM, transportasi online, nelayan dan lainnya," ujar Vina.
Untuk itu, Vina meminta Pertamina semaksimal mungkin pastikan kuota di SPBU terpenuhi.
"Kami juga minta pertashop untuk membantu distribusi BBM," tambahnya.
Selain itu, DPRD juga minta dukungan aparat penegak hukum untuk mengawasi proses distribusi BBM khususnya di SPBU.
Sementara itu, Sales Branch Manager Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq saat ditemui wartawan usai rapat dengan DPRD memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Belitung dalam kondisi aman meski beberapa hari terakhir terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU.
Ia menjelaskan, stok Pertalite, Pertamax, Biosolar hingga Dexlite saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, distribusi BBM juga terus berjalan, pada Selasa (21/7) pagi kapal pengangkut Pertamax dan Pertalite telah sandar di Depot Tanjungpandan.
Sementara kapal yang membawa Pertalite dan Biosolar dijadwalkan akan tiba pada Rabu (22/7).
Rafli juga menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh SPBU agar memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
"Kami juga akan terus mengawasi dan menindak setiap indikasi penyalahgunaan bersama aparat terkait sehingga BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," tandasnya. (**)

0 Komentar