Ticker

6/recent/ticker-posts

MELALUI PaDi UMKM, PT TIMAH BERHASIL TINGKATKAN PEMASARAN PRODUK MITRA BINAANNYA

Gambar : Salah satu UMKM mitra binaan PT. Timah Tbk yang berhasil naik kelas di Belitung 

Pangkalpinang | Satam Expose.com – UMKM memliki peran penting untuk menggerakkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, melaui program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) PT Timah Tbk mendorong pelaku UMKM untuk bisa naik kelas.

Untuk bisa naik kelas tentunya UMKM yang merupakan mitra binaan PT. Timah Tbk itu harus memenuhi beberapa kriteria, seperti peningkatan jumlah pegawai, nilai pinjaman, kapasitas produksi, omset, pelibatan masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk, meningkatkan pemasaran produk di luar kota/negeri dan bisa memperoleh sertifikat nasional/internasional.

Di tahun 2021 tercatat sebanyak 55 mitra binaan PT Timah Tbk yang berhasil naik kelas dan memenuhi kriteria itu.

Salah satu upaya PT. Timah Tbk guna mendorong mitra binaannya yakni dengan memasarkan produk UMKM ke pasar digital diantaranya melalui Pasar Digital UMKM BUMN (PaDI), meningkatkan pemasaran produk melalui Tins Gallery dan Galery Serumpun Sebalai. 

Selain itu, PT Timah Tbk juga membawa mitra binaan potensial untuk memasarkan produk dalam ajang pameran tingkat nasional. Tak sampai di situ, PT Timah Tbk juga melakukan pembinaaan bagi para mitra binaan untuk mengembangkan usaha mereka. 

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, pihaknya menargetkan tahun 2022 ini ada 50 mitra binaan lagi yang bisa naik kelas.

“Berdasarkan indikator itu ada 55 mitra binaan yang telah naik kelas, hal ini dilihat dari adanya peningkatan omset, pemasaran, kemudian juga pemberian lapangan pekerjaan. dan melihat hal yang baik ini, di Tahun 2022 PT Timah Tbk berencana menargetkan peningkatan jumlah sampai dengan 50 mitra binaan lagi yang bisa naik kelas, mari kita dukung bersama,” katanya, Jum'at(8/4).

Salah satu mitra binaaan PT Timah Tbk yang naik kelas, Sinar warga Desa Batu Limau, Kecamatan Ungar, Kebupaten Karimun, sejak menjadi mitra binaan PT Timah Tbk usaha pembuatan sagunya semakin berkembang. Dimana saat ini mereka mampu meningkatkan produksi berkisar 5-6 ton per bulan dengan penambahan tenaga kerja menjadi empat orang. 

Menurut Sinar, dirinya bisa memperluas kebun sagu sebagai bahan baku yang digunakan dalam pembuatan sagu. 

"Tak hanya membantu permdolan, PT Timah Tbk juga membantu mempromosikan produk kami," ujarnya.

Sinar juga mengatakan ia sudah mulai usaha tersebut sekitar 30 tahun yang lalu, tapi setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk usahanya perlahan mulai berkembang, bahkan PT Timah saat ini juga membantu sedang mengupayakan agar produknya bisa menembus pasaran internasional.

Senada, Yayan Jeka mitra binaan PT Timah Tbk di Belitung yang sukses mengembangkan usaha kue kering, mengatakan jika dirinya kini telah memiliki dua rumah produksi dan sudah bisa menyewa ruko untuk memasarkan produknya. 

“Kalau untuk hari-hari biasa, saya mempekerjakan enam orang," ujarnya.

Namun untuk hari besar seperti lebaran, dirinya mampu mempekerjakan hingga 12 orang.

Sejak menjadi mitra PT. Timah Tbk dirinya mengaku usaha yang digelutinya bisa berkembang pesat. 

Demikian juga dengan Herawati mitra binaan PT Timah Tbk di Pulau Bangka juga telah menjajal marketplace untuk memasarkan produk sirup jeruk kuncinya. Hera menceritakan sejak produknya dijual melalui PaDi UMKM omsetnya juga turut meningkat. 

“PT Timah gencar membantu kami mempromosikan produk, tidak hanya mengkonsumsi produk UMKM, PT Timah Tbk juga menjadikan produk kami sebagai oleh-oleh. Selain itu kami juga dilibatkan dalam beberapa pameran. Sekarang produk kami juga sudah di PaDi UMKM atas binaan dari PT Timah Tbk,” katanya.(rls)