Ticker

6/recent/ticker-posts

PT TIMAH TBK SULAP LAHAN EKS TAMBANG DI BURUNG MANDI JADI LAHAN PERTANIAN, GANDENG BUMDES SETEMPAT

Lahan eks tambang disulap jadi lahan pertanian. IST

DAMAR, SATAMEXPOSE.COM - PT Timah Tbk kembangkan kawasan pertanian terpadu di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) tak produktif di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur.


Program ini dilaksanakan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.


PT Timah Tbk menggandeng BUMDes Maju Bersama Desa Burung Mandi dalam memanfaatkan lahan bekas tambang yang dijadikan sebagai kawasan pertanian tanaman pangan lokal.


Dalam hal ini PT Timah melalui UPTP Batu Besi memberdayakan masyarakat sekitar tambang. Program ini menjadikan kawasan seluas dua hektar ini menjadi kawasan perkebunan pertanian terpadu yang menggunakan tenaga kerja lokal.


Berbagai macam jenis sayuran dan buah-buahan ditanam di lahan tersebut. Tak hanya melakukan pemberdayaan, PT Timah juga memberikan pendampingan, pelatihan, bantuan sarana dan prasarana bagi BUMDes dalam mengembangkan lahan tersebut.


Bendahara BUMDes Maju Bersama Desa Burung Mandi Dodi Firmansyah mengatakan, kerjasama antara PT Timah dengan BUMDes merupakan bentuk sinergi untuk pengembangan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan transfer ilmu.


“Kami menyambut baik kerjasama ini, karena ini pengembangan ekonomi masyarakat melalui CSR. Kami mengelola lahan bekas tambang untuk dijadikan perkebunan,” kata Dodi Firmansyah, Selasa (2/2/2021)


Menurutnya, pengelolaan lahan bekas tambang menjadi perkebunan ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal, sehingga nantinya dapat mewujudkan kemandirian pangan.


“Kami difasilitasi perlengkapan untuk berkebun, hasilnya untuk kami sampai mandiri dan kami bisa mengelola dan kami didampingi sampai kami mandiri. Kami diberikan pelatihan juga, jadi ada transfer ilmu selain itu yang mengerjakan juga masyarakat kita,” sebut Dodi Firmansyah.


Awalnya hanya melibatkan tiga orang tenaga kerja dalam pengelolaan lahan tersebut, namun saat ini sudah ada tujuh orang tenaga kerja. Melalui program ini juga nantinya diharapkan dapat memberikan pendapatan bagi desa.


“Kami sangat senang dan program ini sangat bermanfaat dan ini terbantu. Selain mengelola kebun dengan PT Timah, kita berencana untuk membuka depot pertanian, sehingga bisa bekerjsama dengan petani lokal, perlengkapan, saran dan prasarana,” ungkap Dodi Firmansyah.


Kepala Desa Burung Mandi, Sudarsono mengatakan banyak manfaat yang dirasakan dengan program PPM PT Timah Tbk Bersama BUMDes Maju Bersama. Menurutnya, ada transfer ilmu bagi masyarakat untuk mengelola lahan kritis.


“Banyak manfaat dari kerjasama ini tidak hanya kemitraan perkebunan, tapi juga edukasi kepada masyarakat bagaimana cara pengelolaan lahan kritis eks tambang bisa dikelola untuk menanam tanaman holtikultura berbagai jenis contohnya melon, cabai dan saat ini pengembangan buah anggur,” kata Sudarsono. (*/fat)