November 05, 2020

TERJADI KEBOCORAN, KAPAL LAYAR MOTOR PENGANGKUT 316 TON KAOLIN TENGGELAM DI PERAIRAN BELITUNG

Kapal Layar Motor Mega Nirwana hanya terlihat
tiang bagian atas usai tenggelam. IST

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Kapal Layar Motor Mega Nirwana milik agen pelayaran PT Berkat Bina Bahtera Mandiri yang bermuatan 316 ton kaolin tenggelam di Perairan Pulau Belitung, Kamis (5/11/2020) siang pukul 12.00 WIB.


Kapal berukuran 208 GT tersebut tenggelam tak jauh dari Pelabuhan Pelindo II Tanjungpandan, tepatnya hanya berjarak 3,8 mil. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tenggelamnya kapal tersebut.


Penyebab tenggelamnya kapal kayu berukuran yang dinakhodai Firman ini diduga karena lambung kapal bagian kiri robek yang menyebabkan air masuk ke dalam mesin dan tenggelam.


Kaolin seberat 316 ton ikut tenggelam bersama kapal. Saat ini posisi kapal hanya terlihat tiang bagian atas kapal. Sedangkan nahkoda dan 6 ABK (anak buah kapal) berhasil diselamatkan Kapal MV Mitra Utama yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.


Sekira pukul 14.00 WIB, Kapal Patroli KPLP KNP 5180 merapat dan transit menuju kapal penyelamat untuk mengevakuasi dan membawa nakhoda dan ABK ke Pelabuhan Tanjungpandan.


"Nakhoda dan semua ABK tadi sudah dilakukan tes kesehatan. Saat ini mereka sudah dibawa oleh agen kapal," kata Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas IV Tanjung Pandan Harsyah Fadli.


Evakuasi ABK usai kapal tenggelam. IST


Harsyah Fadli mengatakan, KLM Mega Nirwana berangkat dari Pelabuhan Tanjungpandan sekira pukul 10.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Sunda Kelapa tanpa dipandu dan dalam keadaan baik.


Namun, selang dua jam perjalanan mesin induk kapal tiba-tiba mati karena adanya air yang masuk dari haluan kiri dan masuk ke kamar mesin kapal yang menyebabkan mesin mati dan kapal tenggelam.


"Untul saat ini kapal masih berada di perairan laut, kemungkinan akan ditarik. Saat ini menunggu arahan dari pemilik (agen) kapal," ujar Harsyah Fadli.


Pihak KSOP telah memberikan arahan kepada pemilik kapal agar memberikan tanda dan lampu pada malam hari di lokasi kapal yang tenggelam itu. Hal ini bertujuan agar para nakhoda kapal yang melintas tidak terganggu dan bisa mengetahui keberadaan kapal tersebut.


Selain itu, KSOP telah menyiarkan informasi melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) setempat tentang kecelakaan kapal di perairan tersebut sehingga para nahkoda dapat lebih berhati-hati ketika melewati titik koordinat yang dimaksud.


"Kondisi saat ini kapal sudah tenggelam tinggal menyisakan tiang memang kondisinya berada di sebelah kiri jalur pelayaran sehingga tidak akan mengganggu lalu lintas kelur masuk kapal menuju pelabuhan Tanjung Pandan," ucap Harsyah Fadli. (fat)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.