Agustus 14, 2020

HARGA LADA PUTIH MERANGKAK NAIK DIBANDING TAHUN SEBELUMNYA, DISEBUT MASIH JAUH DARI HARGA IDEAL

Kabid Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Kabupaten Belitung Hamzah. SatamExpose/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Harga jual lada putih Kabupaten Belitung saat ini mengalami peningkatan dibanding dengan harga ditahun-tahun sebelumnya.

 

Sebelumnya hanya berkisar Rp 38 ribu hingga Rp 42 ribu, saat ini harganya menjadi Rp 48 ribu sesuai dengan siklus, bulan dan semester yang sama.

 

Permintaan dari luar yang meningkat ikut menjadi faktor naiknya harga. Selain itu permintaan para agen guna memenuhi stok untuk pengiriman ke luar daerah Belitung.

 

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Hamzah mengatakan, permintaan lada putih Belitung dapat dikategorikan cukup diminati pasar.

 

Saat ini produksi pertahun mencapai 930 kilogram. Sedangkan luas lahan perkebunan lada mencapai 9.525 hektar dan melibatkan sebanyak 10.197 petani.

 

Menurut Hamzah, dilihat dari hasil produksi pertahun, ditambah jumlah KK yang terlibat, serta luas lahan yang digunakan semuanya sudah ideal.

 

Akan tetapi dalam hal lada ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung lebih mengacu pada program intensifikasi yang berjalan setiap tahunnya. Sedangkan untuk perluasan tanaman baru kurang dilakukan.

 

Adapun dana yang digunakan dalam program (intensifikasi) bersumber dari APBN, karena Belitung sebagai salah satu kawasan rempah, khususnya lada di Indonesia.

 

"Terkait penggunaan dana APBD, selama lima tahun kita hanya supporting dalam pelaksanaan di lapangan saja," kata Hamzah kepada SatamExpose.com.

 

Hamzah mengakui dengan harga lada sekarang kalau dinilai dari segi ekonomis belum bisa dikatakan normal. Untuk mencukupi operasional petani maka harga ideal lada berkisar di angka Rp 60 ribu.

 

Operasional penanaman lada hingga panen seperti pupuk, bibit dan tenaga kerja dibutuhkan petani hingga lada bisa dipanen cukup tinggi. Namun bila dilihat dari segi tabungan untuk masyarakat selaku petani, bisa dikategorikan mencukupi.

 

"Oleh sebab itu kami mengimbau kepada para petani agar terus menerus menanam lada, serta tetap memperhatikan pengolahan lada pascapanen sehingga kualitas tetap terjaga dan harganya tinggi," imbau Hamzah. (fat)

 

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.