November 22, 2019

SEORANG PEMUDA DITEMUKAN TERGANTUNG DAN MEMBUSUK, TINGGALKAN SURAT TERAKHIR SEPERTI INI

Proses Evakuasi Jenazah Korban.IST

SIMPANG PESAK, SATAMEXPOSE.COM - Warga Dusun Air Dukong, Desa Dukong, Simpang Pesak, Beltim digegerkan penemuan sesosok mayat membusuk tergantung di pohon, Jumat (22/11/2019).

Korban merupakan pemuda berinisial Cn alias Bl (24) warga sekitar yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah pohon yang cukup tinggi.

Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo mengatakan, penemuan diawali dengan kecurigaan tetangga korban yang curiga dengan keberadaan korban. Muniarti (43), tetangga korban mendatangi rumahnya sekitar pukul 6.30 WIB.





"Saksi curiga karena beberapa hari korban tidak terlihat. Makanya mendatangi rumah korban untuk melihat keadaannya," ujar AKBP Jojo Sutarjo kepada SatamExpose.com, Jumat (22/11/2019).

Saat mendatangi rumah korban, Muniarti menemukan sebuah buku catatan di teras rumah korban. Setelah membaca isinya, Muniarti memanggil suaminya dan memintanya untuk mencari keberadaan korban.

Baca Juga :

BELUM SEBULAN HIRUP UDARA BEBAS USAI MEMBACOK KEPALA TEMANNYA, PRIA INI DIRINGKUS POLISI KARENA NARKOBA

TERKUAK! TERNYATA INI ASAL LIMBAH MEDIS B3 YANG DITEMUKAN POLISI DI RUMAH WARGA SUNGAI SAMAK

Tulisan dalam buku tersebut merupakan pesan terakhir korban sebelum nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dalam tulisan tersebut korban meminta maaf kepada kakak dan warga di kampung tersebut.

Proses Evakuasi Korban
"Maafek aku kax mati dengan care kni. kn urang kampong axu banyak banyax mintak maaf mungkin axu dx ngen deran kte kte urang dulux e rupe ini akhir e jalan idup axu nh makaseh. kn urang lch merix motipasi untuk mati dengan cre kni." pesan korban.

Baca Juga : POLRES BELITUNG KIRIM TIM KE BANGKA TERKAIT KERICUHAN PENERTIBAN TI DI SIJUK, SUDAH KANTONGI SATU NAMA PELAKU

Setelah melakukan pencarian beberapa waktu, suami Murniati yakni Jumhari (61) menemukan sesosok mayat yang tergantung di pohon. Setelah dicek ternyata korban Cn dalam kondisi sudah meninggal.





"Sekira pukul 7, saudara Jumhari menemukan korban dalam keadaan meninggal dan membusuk. Lalu memberitahukan ke masyarakat sekitar dan perangkat desa," tambah AKBP Jojo Sutarjo.

Perangkat desa setempat lalu melaporkan penemuannya ini ke pihak kepolisian yang kemudian mengevakuasi korban. Evakuasi dilakukan menggunakan eskavator karena posisi korban cukup tinggi. (als)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.