September 04, 2019

MARDIONO SEMPAT DENGAR SUARA TAMPARAN AIR HINGGA TIGA KALI, SESAAT KEMUDIAN TERLIHAT SESOSOK MAYAT MENGAPUNG

Identifikasi penemuan mayat di kamar mayat RSUD dr H
Marsidi Judono. SatamExpose.com/Aldhie

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Sesosok mayat ditemukan mengapung dalam keadaan membusuk di kolong Air Bulak, Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Tanjungpandan, Belitung, Rabu (4/9/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Mayat tersebut ditemukan Mardiono (55) warga Dusun Air Ruak, Desa Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur dan Ferli (32), warga Jalan Safar, Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Tanjungpandan.

Identitas mayat tersebut diketahui bernama Enggi (27, warga Jalan Fajar, Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Tanjungpandan, Belitung yang sempat hilang sejak Senin (26/8/2019) lalu.




Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, kedua penemu tersebut bersama warga lainnya sengaja mencari keberadaan Enggi yang hilang 9 hari lalu. Setelah dua jam pencarian, Mardiono yang merupakan ayah Enggi melihat sesosok mayat yang mengapung.

“Setelah melakukan pencarian dua jam lebih warga bersama orang tua korban, ditemukan sesosok mayat yang diduga adalah Saudara Enggi yang mengapung di permukaan air. Ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB,” kata AKBP Yudhis Wibisana.

Baca Juga : Hendak Beli Kerupuk Ke Warung, Pria 30 Tahun Ini Diringkus Polisi, Temukan Ini di Kantong Celananya

Jenazah Enggi ditemukan dalam keadaan mengenaskan setelah diperkirakan beberapa hari terendam di kolong tempat ditemukannya. Bahkan beberapa bagian tubuh hilang menyisakan tulang.




Korban diketahui mengalami gangguan jiwa dan menjalani pengobatan jalan di rumah sakit jiwa di Sungailiat. Saat dikabarkan hilang, Enggi pergi dari rumah tanpa mengenakan busana.

“Korban pergi dari rumah pada hari Senin tanggal 26 Agustus sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan telanjang mengarahkan ke Jalan Fajar, tepatnya ke lokasi penemuan mayat,” jelas AKBP Yudhis.

Baca Juga : Sepeda Motor Terjaring Razia OPS Patuh, Remaja Ini Nekat Curi Motor, Sebelumnya Terjerat Kasus Curanmor di Manggar

Jenazah korban lalu dievakuasi petugas kepolisian yang menerima laporan adanya penemuan mayat tersebut ke RSUD dr H Marsidi Judono. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa mayat yang ditemukan merupakan Enggi.




“Tim identifikasi melakukan olah TKP penemuan mayat dan meminta keterangan saksi-saksi penemuan mayat. Sekarang masih dilakukan visum et repertum,” tambah AKBP Yudhis Wibisana.

Baca Juga : Satpol PP Dapati Belasan Ponton TI Rajuk di Sunggai Lenggang, Ancam Ambil Tindakan Hukum Bila Tak Pindah

Sementara itu Mardiono mengaku mengalami kejadian aneh sesaat sebelum menemukan sesosok mayat yang mengapung tersebut. Saat itu dirinya bersama Ferli menyisir pinggir kolong.

“AKu dengar suara air ditampar sampai tiga kali. Bagas (keras, red) benar suara itu. Mungkin itu pertanda,” sebut Mardiono kepada SatamExpose.com di kamar mayat RSUD dr H Marsidi Judono.




Ia menyebutkan korban pergi dari rumah dalam keadaan telanjang bulat, saat itu ibu korban hendak memberinya celana untuk dipakai. Namun korban lari ke arah tempat penemuan mayat tersebut dan hilang.

“Waktu itu ada yang lihat dia (korban, red) lari sambil telanjang. Tapi kami cari nggak ketemu, baru ketemu pada hari kesepuluh ini,” tandas Mardiono. (als)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.