Januari 17, 2019

RAKORNIS GUBERNUR DAN BUPATI SE-BABEL DI BELTIM ANGKAT ISU SOAL SAMPAH

Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah buka Rakornis Gubernur dan Bupati/Walikota se-Babel. IST/Dishubkominfo Beltim
MANGGAR, SATAMEXPOSE.COM - Kabupaten Belitung Timur menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Teknis Gubernur dengan Bupati/Walikota se-Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung tahun 2019. 

Rapat yang berlangsung di Ruang Satu Hati Bangun Negeri Kantor Bupati Beltim, Rabu (16/1/2019) ini dibuka oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung, Abdul Fatah.

Dalam pers rilis yang diterima satamexpose.com dari Dishubkominfo Beltim, Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) berlangsung selama dua hari, dari 16 hingga 17 Januari 2019. 

Sebanyak 109 peserta dari berbagai OPD di Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Babel turut hadir dalam kegiatan tahunan tersebut.          

Dasar Rakornis adalah untuk meningkatkan koordinasi singeritas dan kerjasama antara Gubernur, Bupati dan Walikota se-Provinsi Babel dalam membahas dan mencari solusi permasahan terkait rencana kerjsama pembangunan daerah di Provini Babel. 

Tujuannya, menyamakan persepsi, mencari solusi atas isu strategis dan kendala yang yang dihadapi pembangunan, yang akhirnya mencapai kesepakatan antara Gubernur dan Bupati/Walikota terkait isu-isu yang dibahas.

Empat lokasi, seperti Kantor Bupati Beltim, Gedung PKK, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengambangan Daerah (BP4D) serta Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dipilih untuk lokasi 10 pokok bahasan Rakornis.  

“Kami selaku tuan rumah merasa bangga dengan diberikannnya kesempatan dan kepercayaan oleh Gubernur untuk menggelar Rakornis ini. Harapan kami semoga seluruh peserta betah untuk berada di Kabupaten Beltim,” harap Bupati Beltim, Yuslih Ihza.

Yuslih pun berharap agar hasil akhir dari Rakornis akan memberikan sumbangan pemikiran dan mendapat solusi terbaik untuk segala permasalahan yang sedang dihadapi oleh pemerintahan di Provinsi Babel.  

“Mudah-mudahan apa yang akan dihasilkan dalam rakonis ini akan memberikan yang terbaik untuk pembangunan di Kepulauan Bangka-Belitung,” kata Yuslih.  

Dihari terakhir Rakornis, rencananya Kamis (16/1) Besok akan hadir Gubernur dan seluruh Bupati/Walikota di Provinsi Babel untuk menandatangani dan menyepakati hasil dari Rakornis. 

Setidaknya ada 10 pokok bahasan rencana pembangunan 2020 yang jadi isu utama dalam rapat koordinasi ini.

Diantaranya rencana pembangunan 2020 dan aplikasi Simda, pembangunan sampah plastic dan TPSR (3R), pembangunan infrastruktur, pembangunan perumahan dan pemukiman, tata kelola batas wilayah, pembangunan dan perkebunan lada berkelanjutan, pariwisata dan penetapan kalender even, pembangunan pelabuhan dermaga, system administrasi manunggal satu atap, dan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung, Abdul Fatah menyatakan 10 permasalahan tersebut merupakan hasil inventarisir dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Kabupaten/Kota se Provinsi Kepulauan Babel.

“Dari permasalah-permasalahan tersebut kami mencoba inventarisir, dengan membagi menjadi 10 kelompok. Mereka akan membahas bersama-sama dan kemudian akan menghasilkan kemufakatan dan menyesaikan persoalan secara bersama,” kata Pateng, sapaan akrab Wagub.

Masalah persampahan juga menjadi isu penting yang dibahas dan harus dipecahkan bersama. Khususnya terkait kesepakatan terkait penempatan Tempat Pembuangan Sampah Regional yang akan dibangun tahun 2020 mendatang.        

“Setiap Kabupaten harus menyepakati dulu di mana harus menempatkan lokasi untuk TPA ini. Jangan sampah di Kabupaten Belitung dibuang ke Beltim, nanti marah orang sini,” canda Pateng.

Menurut Pateng sebaiknya pengeolaan TPA regional harus di tempatkan di tengah-tengah perbatasan antara dua atau tiga kabupaten/kota. TPA tersebut harus dikelola secara bersama-sama oleh masing-masing Kabupaten/Kota yang berkepentingan.

“Pembangunan TPA regional ini bukan hanya untuk di Pulau Belitung tapi juga di Pulau Bangka. Kalau abupaten dak mampu nanti biar provinsi yang ambil alih,” tegas Pateng.

Pemrov dan Kementerian Lingkungan Hidup berencana membangun TPA Regional di tiga lokasi di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Dua di Pulau Bangka, satu di Pulau Belitung.


Di Pulau Belitung sendiri, pembangunan TPA regional direncanakan akan dibangun tepat di perbatasan Kecamatan Badau Kabupaten Belitung dan Kecamatan Simpang Renggiang Kabupaten Beltim. Diperkirakan pembangunan akan membutuhkan luas kurang lebih 50 hektar, 25 hektar diambil dari masing-masing kecamatan. (*/als)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.