September 09, 2014

Jasa Medik Kalahkan Layanan Medik

Tanjungpandan - "MAAF !! TERHITUNG HARI INI KAMI MENUNDA SELURUH PELAYANAN POLIKLINIK DAN OPERASI, KARENA UANG JASA PELAYANAN KAMI SELAMA 7 BULAN BELUM DICAIRKAN DIREKTUR RSUD." Demikian isi pamplet yang tertempel dibeberapa tiang Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Belitung (9/9).
Fenomena tersebut sempat membuat kepanikan pasien RS dan tidak sedikit yang pulang sembari mengucapkan serapah atas ketidak nyamanan pelayanan yang diterima.
Terkait masalah tersebut, Karyadi Syahminan selaku Sekda Kabupaten Belitung bersama Asisten II Dharma Bakti usai menerima laporan langsung menuju rumah sakit dan mecabut pamplet-pamplet itu serta menggelar rapat tertutup dengan dr. Ikhwan selaku Direktur RSUD Kabupaten Belitung.
Meski mendapat kecaman masyarakat akibat tindakan para dokter yang dianggap tidak lagi mengedepankan sisi kemanusian sebagai pelayan masyarakat dibidang kesehatan, aksi tersebut disinyalir akibat ketidak transparanan anggaran jasa medik. "Masalah gaji sah aja mereka menuntut, tapi tolong disampaikan dengan etika kepada instansi terkait dan jangan korbankan pasien yang datang tentunya untuk berobat," ujar Rizali Abusama salah seorang masyarakat yang berada di rumah sakit siang itu.
Sekda Kabupaten Belitung usai melakukan rapat tertutup dengan Direktur RSUD kepada wartawan menegaskan bahwa pelayanan di rumah sakit tetap berjalan seperti biasanya.
"Semua pasien tetap dilayani sebagai mana biasa dan tetap ada dokter di rumah sakit ini," ujarnya tegas.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur RSUD Kabupaten Belitung yang mana menurutnya pelayanan medis kepada masyarakat  membutuhkan tetap berjalan normal, sedangkan penanganan operasi tetap sudah terjadwal.
"Tindakan operasi tentunya sudah terjadwal dan jika darurat kita bisa datangkan dokter dari Beltim untuk diperbantukan," pungkasnya.

Mengenai jasa medik yang dipersoalkan, baik Sekda maupun Direktur RSUD mengatakan sudah dipersiapkan dan memang dijadwalkan pembayarannya hari ini.
Direktur RSUD Kabupaten Belitung juga menghaturkan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jasa medik atas ketidak nyamanan yang terjadi dan berjanji hal ini tidak akan terulang lagi serta akan mengevaluasi kinerja RSUD Kabupaten Belitung.
Bupati Belitung Sahani Saleh ditemui tim  'SX' di tempat terpisah merasa kaget dan kecewa lantaran menurutnya Pemda sudah menggelontorkan anggaran lebih dari 3,1 miliar untuk jasa medik demi pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Kita sudah gelontorkan lebih dari 3,1  miliar untuk jasa pelayanan medis dan idealnya dokter itu harus melayani pasien, bukannya menelantarkan," ujarnya ketika ditemui disela perbincangannya dengan masyarakat pasar (9/9).
Beliau juga menyayangkan tindakan para dokter yang lebih mengedepankan masalah jasa medik ketimbang pelayanan medik. (tim***)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.