Belitung | Satamexpose.com - Bupati Belitung tegaskan akan upayakan solusi permanen agar kepastian kebutuhan BBM Belitung benar-benar dihitung berdasarkan kondisi riil di lapangan, Rabu (23/9).
Hal ini disampaikannya ketika dihubungi wartawan pada Selasa (22/9) terkait kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax di Wilayah Belitung yang mengalami kekosongan.
"Untuk Pertamax, saya sampaikan apa adanya bahwa saat ini memang stok di Belitung kosong. Kami terus berkoordinasi dan mendesak agar pasokan segera didistribusikan ke Belitung," ujarnya.
Menurutnya, Pertamina telah menjadwalkan pasokan Pertamax sebanyak 48 kiloliter (KL) dijadwalkan tiba di Belitung hari ini (23/9) menggunakan mobil melalui ASDP.
Selain itu, tambahan pasokan sebesar 320 KL direncanakan masuk pada 27 September 2026 melalui kargo impor Tanjung Gerem.
Djoni menegaskan Pemkab Belitung tidak hanya menunggu kedatangan pasokan, tetapi akan terus memantau proses pengiriman hingga BBM non subsidi tersebut benar-benar tiba dan dapat didistribusikan kepada masyarakat.
"Jadi untuk Pertamax, pemerintah tidak tinggal diam. Kami terus mendesak agar pengiriman yang sudah dijadwalkan benar-benar terealisasi dan tidak mengalami keterlambatan lagi," ujarnya.
Pemkab Belitung sebelumnya juga telah menerapkan sistem ganjil genap yang memisahkan pembelian pertalite bagi sepeda motor dan mobil di SPBU.
Sementara, pertamax diharapkan mampu menjadi pilihan lain bagi masyarakat, sekaligus mengurangi antrian.
"Saya memahami masyarakat membutuhkan kepastian. Karena itu, setiap perkembangan pasokan akan terus kami pantau dan kami sampaikan secara terbuka," ujar Djoni Alamsyah.
Terkait persoalan tersebut, H. Hasimi selaku Sekretaris KD-17 Belitung menyayangkan kinerja Pertamina di Belitung yang terkesan sangat lalai.
"Kondisi BBM Subsidi secara nasional memang mengalami pengurangan, namun untuk BBM Non Subsidi sampai terjadi kekosongan jelas menandakan kinerja Pertamina di Belitung yang tidak baik," tegasnya.
Menurutnya alangkah bijak jika BBM non subsidi alami krisis seperti saat ini, BBM non subsidi justru harus lebih ditonjolkan.
"Ketika BBM subsidi krisis, BBM non subsidi tentunya menjadi alternatif bagi masyarakat, terlebih pemerintah sudah mewajibkan PNS gunakan Pertamax," tandasnya. (**)

0 Komentar