Belitung | Satamexspose.com - Paket pekerjaan konstruksi pembangunan kampung nelayan merah putih di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali molor, Sabtu (1/8).
Pekerjaan dengan nomor kontrak: B.23135/DJPT.6/PI.420/XII/2025 yang menelan dana APBN 2025 sebesar Rp. 12.105.739.095,- dengan PT. Sinar Habib Agung Putra sebagai pelaksana yang di jadwalkan selesai pengerjaannya pada 28 Juni 2025 yang diperpanjang waktu pengerjaannya sesuai dengan Adendum Surat Perjanjian II Kontrak Harga Satuan Nomor B.15445/DJPT.6/PI.420/PPK/VI/2026 tertanggal 2 Juni 2026 pekerjaan yang tadinya waktu pengerjaannya 180 hari kalender diubah menjadi 210 hari kalender.
"Artinya, pekerjaan baru berakhir pada 28 Juli 2026 mendatang," ujar Fairus yang mengaku sebagai Manager Proyek PT. Sinar Habib Agung Putra, Rabu (24/6/2026) lalu.
Saat itu, ia juga mengakui progres pekerjaan baru 55% dan memastikan bisa mencapai 100% saat Adendum waktu berakhir (28 Juli 2026).
Namun saat Satamexpose.com meninjau langsung ke lapangan pada Rabu (29/7) menemukan pekerjaan masih jauh dari kata selesai.
Terlihar di lokasi pekerja sedang beraktivitas, jalan di dalam lokasi terlihat belum ada pengerjaan sama sekali dan dermaga yang ditargetkan panjangnya 100 meter baru terbangun 50 meter saja.
Sedangkan 50 meter lainnya belum ada pekerjaan sama sekali bahkan belasan tiang yang paralon yang terpasang ternyata masih kosong tanpa ada besi Tulangan maupun coran semen.
Selain itu, dua tiang diujung dermaga diakui pihak pekerja baru saja terpasang.
Terkait waktu pelaksanaan pekerjaan yang kembali molor dari jadwalnya, Asep selaku Pejabat Pembuat Komitmen Paket Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Desa Sungai Padang mengatakan pihaknya masih memberikan kesempatan kepada pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaannya itu dengan denda permil.
"Penyedia masih kami berikan kesempatan maksimal 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaannya dan dikenakan denda per hari sesuai dengan ketentuan pada kontrak," ujar Asep via WhatsApp, Jum'at (31/7).
Sementara itu, Fairus selaku Manager Proyek ketika hendak ditemui di area proyek pada Rabu (29/7) terkesan menghindar dan tak bisa ditemui.
Ketika dikonfirmasi via WhatsApp sejak Kamis (30/7) hingga berita ditayangkan belum memberikan jawabannya. (**)

0 Komentar