Belitung | Satamexspose.com - Meski tak sebanyak SDN 7 dan SDN 23 Tanjungpandan, namun belasan orang siswa SMAN i1 Tanjungpandan ternyata juga mengalami pusing dan mulas serta lebih dari lima siswa sampai muntah usai menyantap paket Menu Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Senin (4/5) lalu.
Menurut salah seorang siswa SMAN 1 Tanjungpandan AA (inisial, red) sekira sejam usai menyantap menu MBG dari SPPG Air Saga ia merasakan perut mules hingga kepala terasa berat dan itu dirasakannya hingga malam hari.
"Rase perut dak nyaman, kepala pening sampai malam. Isok pagi e baru agak nyaman rasenye Pak," ujarnya menuturkan, Kamis (7/5).
Menurutnya, ada belasan rekan sekelasnya yang merasakan hal serupa.
"Belasan pak yang ngerase dak nyaman perut. Ade juak berape urang muntah," tambahnya.
Ketika ditanya kenapa yang lainnya tidak terdampak, menurutnya mereka yang terdampak adalah para siswa yang meminum sari kedelai dan memakan pisang bersamaan.
"Kalok yang minum susu kedelai ajak atau pisang ajak dan ape-ape Pak," jelasnya.
Sayangnya kejadian tersebut tidak terlaporkan sehingga yang terdata terkena dampak hanya 65 murid SD dan 2 guru SD di Tanjungpandan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Belitung, Enggit Clara terkait insiden SPPG Air Saga ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan pihaknya masih menunggu hasil (tanpa menyebutkan hasil apa, red).
Namun ketika ditanyakan penggunaan sari kedelai sebagai menu MBG d apakah sudah sesuai juknis dan apakah produk olahan yang belum atau tidak memiliki izin MD dari BPOM bisa disajikan?, ia tidak menjawabnya.
Mengkonsumsi sari kedelai dan pisang diwaktu bersamaan memang tidak disaran oleh ahli gizi, seperti yang ditulis oleh dr. Adeline Jaclyn pada 27 Januari 2021 dalam http://www.klikdokter.com dengan judul "10 kombinasi makanan yang tidak boleh dimakan bersamaan."
Dalam tulisan tersebut mengatakan bahwa kedua jenis makanan yakni susu kedelai/sari kedelai dan pisang keduanya sulit dicerna secara bersamaan.
Jika ini benar, kenapa masih disajikan bersamaan sebagai menu MBG ?
Apakah pihak SPPG di Kabupaten Belitung ini tidak memiliki ahli gizi ? (**)

0 Komentar