Ticker

6/recent/ticker-posts

TERKAIT PROYEK PEMELIHARAAN BERKALA JALAN DENDANG GANTUNG : WARGA KELUHKAN RUAS JALAN LILANGAN – BATU PENYU

Gambar : Kondisi ruas Jalan Batu Penyu-Lilangan pada proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Dendang-Gantung

Belitung Timur|Satamexpose.com – Pengerjaan dinilai asal-asalan dan sulitkan pengguna jalan, proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Dendang – Gantung yang dikerjakan oleh PT Baliton Cakra Perdana dengan nilai kontrak Rp. 3,9 miliar, dikeluhkan warga Desa Batu Penyu dan Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (7/5).

Samsiar warga Desa Batu Penyu mengatakan, sejak dikerjakan dan dilakukan pemasangan agregat disepanjang jalan, pihak pengembang lantas dibiarkan pekerjaan itu cukup lama, sehingga ketika hujan turun lama kelamaan terciptalah lobang-lobang di jalan.

“Habis pasang agregat dibiarkan begitu lama. Ketika hujan turun banyak lobang yang bisa membahayakan pengendara,” ujar Tiar sembari menunjuk kearah jalan, Minggu (7/5).

Hal senada disampaikan Tiar warga  Desa Lilangan yang juga menggunakan akses jalan tersebut setiap harinya mengeluhkan pekerjaan jalan yang dinilainya setengah-setangah.

“Jalan yang disekrap hanya sebatas jalan yang rusak atau berlobang saja. Lobangnya di rapikan, lalu dipasang agregat lantas dibiarkan dalam waktu yang lama sehingga membuat kondisi jalan bertambah parah,” paparnya.

Demikian pula diangkapkan Mitro Kamenyar, warga Batu Penyu selaku pengguna jalan yang mengeluhkan kondisi jalan parah tersebut sudah berjalan sejak sebelum lebaran hingga saat ini kian parah.

“Selain itu, saluran yang dibangun oleh pihak pengembang membuat kami kesulitan. Selain dalam juga tidak dipasangkan jembatan serta pasangan batunya banyak rongga,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan Satamexpose.com akibat kerusakan jalan tersebut, Isa salah seorang warga Batu Penyu pada minggu lalu mengalami kecelakaan sepeda motor ketika melintasi jalan tersebut.

Sementara itu, pihak pengembang melalui pengawas lapangannya Witri  membantah jika mereka meninggalkan atau mengabaikan pekerjaan tersebut.

“Tidak ditinggalkan, kami memang hanya melakukan pemansangan agregat dan pemadatan di Batu Penyu, kemudian kita pindah ke Lilangan untuk melakukan hal yang sama,” ujar Witri kepada Satamexpose.com via selular, Senin (8/5).

Menurutnya, faktor curah hujan dan lalu lintas kendaraan yang tinggi menjadi penyebab utama rusaknya pekerjaan pemasangan agregat  

Dirinya juga menyebutkan pekerjaan yang dilakukan saat ini hanya pemasangan agregat dan pemadatan serta pembuatan talud.

“Sementara kita baru melakukan pemasangan agregat dan pemadatan sebelum nantinya di hotmix  dan hari ini kita rencananya akan memperbaiki jalan di Batu Penyu, sekaligus meninjau kondisi talud yang dimaksudkan. Intinya, kami selaku pengembang akan tetap melakukan pekerjaan dengan baik,” tandas Witri. (sam)