Ticker

6/recent/ticker-posts

PULUHAN SANTRI DINYATAKAN POSITIF COVID-19, PESANTREN INI DILIBURKAN HINGGA 20 MARET

Para santri tetap berada di pondok pesantren usai
puluhan santri positif Covid-19.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

SIJUK, SATAMEXPOSE.COM - Pasca adanya puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Arofah, Sijuk dinyatakan positif Covid-19, pesantren tersebut diliburkan hingga dua pekan. Namun ratusan santri tetap berada di pesantren.


Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arofah Sijuk Haikal Fackar (Gus Haikal) mengatakan, saat ini sebanyak 50 orang dirawat atau diisolasi di Gedung SKB Perawas dan RSUD dr H Marsidi Judono Tanjungpandan.


Dari 50 orang, tiga di antaranya guru pengajar. Sisanya merupakan santri. Gus Haikal menjelaskan, pada tanggal 3 Maret 2021 ada santri berinisial GR (15) mengalami keluhan demam dan kehilangan indra penciuman.


Lalu orang tua santri membawa ke RSUD dr H Marsidi Judono untuk dilakukan swab antigen, dan hasilnya positif. Setelah itu, korban dirawat di rumah sakit tersebut.


"Dihari yang sama ada juga ustazah kami berinisial RBH (24) yang dalam kondisi puasa, mengalami panas dan demam. Lalu dibawa ke RS Utama untuk dilakukan swab antigen. Hasilnya positif," kata Gus Haikal, Kamis (11/3/2021).


Setelah adanya informasi dua orang terkonfirmasi Covid-19, pihak Tim Satgas Covid-19 melakukan swab antigen kepada sejumlah santri, yakni pada tanggal 4 Maret lalu. Hasilnya sebanyak delapan orang dinyatakan positif.


Dari delapan orang tersebut dua diantaranya adalah santri laki-laki. Serta enam santri perempuan. Keesokkan harinya, Tim Satgas Covid-19 kembali melakukan swab kepada santri dan pengurus pondok.


Hasilnya, sebanyak 35 santri positif Covid-19. Yakni 18 santri laki-laki dan 17 santri perempuan. Lalu pada hari Sabtu (6/3/2021), Tim Satgas Covid-19 kembali melakukan swab antigen kepada santri dan pengurus pondok.


"Hasilnya ada lima orang positif, dua santri laki-laki, satu santri perempuan dan dua pengurus pondok pesantren. Jadi total yang terkonfirmasi Covid-19 di pondok ada 50 orang. Mereka saat ini dirawat di SKB dan RSUD dr H Marsidi Judono," ujar Gus Haikal.


Gus Haikal mengungkapkan, ratusan orang yang ada di Pondok Pesantren Daarul Arofah sudah dilakukan swab antigen. Bagi santri dan pengurus pondok yang negatif dilarang untuk pulang.


"Untuk belajar mengajar tidak ada tatap muka. Kegiatan harian mereka disuruh mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru," ungkap Gus Haikal.


Gus Haikal menambahkan Pondok Pesantren Daarul Arofah mendapat bantuan dari sejumlah pihak. Seperti mie instan dari Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, serta dari beberapa pihak swasta.


Pihak pesantren berharap pemerintah memberikan bantuan kepada pihak pondok. Seperti kuota vaksinasi dan vitamin kepada para santri dan juga penggurus pondok pesantren.


"Setelah adanya adanya santri dan pengurus pondok yang terkonfirmasi Covid-19, aktivitas pondok diliburkan hingga 20 Maret 2021," pungkas Gus Haikal. (fat)