April 14, 2019

PEMKAB BELTIM BAKAL PINDAHKAN BUAYA DI KOLONG DAN DANAU, KASUS SERANGAN BUAYA TINGGI

Penampakan Buaya Beberapa waktu lalu di Danau Nujau. Ahhmadi Djulianto.
GANTUNG, SATAMEXPOSE.COM - Pemkab Beltim akan segera memindahkan buaya-buaya dari lokasi-lokasi yang dekat dengan pemukiman dan membahayakan aktivitas warga, terutama yang berada di kolong serta danau. Hal ini setelah jatuhnya kembali korban serangan buaya.

Dikutip SatamExpose.com dari Diskominfo Beltim, lokasi yang diprioritaskan segera dilakukan evakuasi buaya diantaranya Kolong Simpor, kolong belakang penggilingan padi Danau Nunjau dan kolong belakang APMS Desa Selinsing Gantung.

“Kita evakuasilah cepat (buaya-buaya-red), kita carikan tempat. Terutama yang berada di lokasi rawan, kan tidak bisa semuanya termasuk mungkin yang di Desa Gantung, Desa Selinsing dengan Desa Lenggang” kata Bupati Beltim Yuslih Ihza kepada Diskominfo Beltim, Minggu (14/4/19).

Bupati menyatakan keselamatan warga merupakan yang terpenting. Ia memerintahkan agar Camat Gantung, Zikril segera berkoordinasi dengan Polsek Gantung, Koramil Gantung, BKPSDA, serta tokoh adat untuk menentukan langkah-langkah proses evakuasi.



Ia juga meminta agar proses evakuasi juga melibatkan BPBD, Tagana, Basarnas dan Pemerintah Desa setempat.

“Aturan perundang-undangannya terhadap reptil ini bagaimana. Langkah-langkahnya seperti apa, rapatkan itu, kalau perlu dibuatkan tim teknisnya,” tegas Yuslih.

Menurut Yuslih, banyaknya penyebaran buaya di Kecamatan Gantung lantaran dampak musibah banjir pada 2017 lalu. Buaya-buaya yang berasal dari Sungai Lenggang menyebar ke beberapa sungai kecil, danau dan kolong. 

Kondisi ini diperburuk dengan kerusakan ekosistem, yang membuat sumber makanan serta habitat buaya terganggu.

“Faktor lingkungan ini paling mempengaruhi. Mereka merasa terganggu habitatnya, ini bentuk perlawanan mereka,” ujar Yuslih.



Yuslih pun menegaskan akan melakukan penertiban terkait kegiatan yang terindikasi merusak lingkungan, baik di darat maupun di laut. 

Camat Gantung, Zikril menyatakan kasus penyerangan buaya terhadap warga di Kecamatan Gantung cukup tinggi. Setiap tahun setidaknya ada dua kasus yang terulang.

“Bisa dikatakan ini KLB (Kejadian Luar Biasa), untuk itu harus dilakukan tindakan khusus. Kita sudah lakukan pertemuan dengan Kapolsek dan Danramil menyusun rencana, setelah pemilu kita lakukan tindakan,” tambah Zikril. (*/als)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.