April 13, 2019

BOCAH TERSAMBAR BUAYA DITEMUKAN MENGAPUNG, TERDAPAT LUKA DI KEPALA DAN KAKI

Evakuasi jenazah korban terkaman buaya di Danau Nujau, Gantung, Sabtu (13/4/2019). IST

GANTUNG, SATAMEXPOSE.COM - Tim gabungan Tagana dan Basarnas Kabupaten Belitung Timur berhasil menemukan Eaus Al Kadri, seorang bocah berumur 6 tahun (sebelumnya tertulis 8 tahun) yang diterkam buaya, Sabtu (13/4/2019) sekitar pukul 06.59 WIB.

Bocah yang masih duduk di bangku kelas satu SD itu ditemukan mengapung di lokasi Kolong Simpor Dusun Ganse, Desa Gantung, Beltim oleh Tim Gabungan dan Basarnas beserta perangkat desa serta warga sekitar.



Informasi yang berhasil dihimpun SatamExpose.com, anak dari Yudi (45) warga Jalan Pantai Mudong Dudun Ganse Desa Gantung itu ditemukan meninggal dengan luka di bagian kepala dan kaki saja.

"Untuk saat ini korban dibawa ke rumah kakeknya di Desa Batu Penyu dan rencananya korban akan dimakamkan di Desa Batu Penyu," sebut salah satu narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada SatamExpose.com, Sabtu (13/4/2019) siang.



Selain itu, salah satu pengguna sosial media Facebook dengan akun bernama Kasih juga membenarkan akan penemuan itu.

"Meninggal tapi jasadnya utuh cuman kaki aja luka," tulis Kasih di kolom komentar Forum Komunikasi Masyarakat Belitung.

Sementara Kapolsek Gantung AKP Ricky Dwiraya Putra juga membenarkan perihal tersebut.

 "Iya sudah ditemukan," kata Kapolsek.

Sebelumnya diberitakan Aal disambar buaya di kolong eks tambang timah di area persawahan dekat Danau Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat bocah yang masih duduk di bangku kelas satu SD itu sedang asik mandi kolong tersebut. Biasanya korban mandi di area tersebut.



Salah satu warga sekitar Bintang mengatakan, bocah yang menjadi korban tersebut anak dari temannya. Korban biasa mandi di tempat tersebut sehingga tak khawatir.

"Kebetulan dia anak temanku, kasihan. Memang sudah biasa dia mandi disitu," kata Bintang kepada SatamExpose.com, Jumat (12/4/2019).

Kepala Dusun Danau Nujau Zainul membenarkan perihal tersebut. Ia mengatakan korban sedang mandi di salah satu kolong eks tambang yang sebelumnya kolong tersebut sempat tercemar limbah tambang.

"Korban sekitar umur delapan (8) tahun, hingga kini belum juga diketemukan," kata Zainul.

Pantauan SatamExpose.com, banyak warga yang datang ke lokasi kejadian untuk melihat maupun ingin mencari keberadaan bocah tersebut. Hingga berita ini diturunkan bocah tersebut masih belum ditemukan.

"Kami khawatir buaya yang sering muncul di areal persawahan. Kami berharap korban segera diketemukan," harap Zainul. (fg6)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.