Ticker

6/recent/ticker-posts
ADS SLOT

MASYARAKAT KRITIK PENGGUNAAN SEMEN PCC UNTUK TIANG PANCANG DERMAGA KNMP SUNGAI PADANG


Belitung | Satamexspose.com  -   Pekerjaan konstruksi pembangunan kampung nelayan merah putih di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, menuai Kritikan masyarakat, Kamis (25/6).
‎Pasalnya, penggunaan  semen PCC (Portland Composite Cement) untuk pengecoran tiang dermaga yang selalu terendam air laut dinilai rawan rusak.
‎Hal tersebut diakui oleh salah seorang teknisi lapangan mereka.
‎"Benar, kita menggunakan semen PCC saja dan tidak menggunakan semen tipe V (khusus di air asin, red), namun kami pergunakan pipa paralon  biasa dengan dilapisi pipa paralon," ujar teknisi lapangan tersebut, Rabu (24/6).
‎Selain itu, ia juga mengatakan jika pemasangan pancang dengan metode sumuran.
‎Pekerjaan dengan nomor kontrak: B.23135/DJPT.6/PI.420/XII/2025 yang menelan dana APBN 2025 sebesar Rp. 12.105.739.095,- dengan pelaksana PT. Sinar Habib Agung Putra juga didapati adanya kelalaian dalam penggunaan besi cor  balok dermaga yang semestinya menggunakan besi 10 ulir ternyata ada salah satu besinya menggunakan besi 10 polos.
‎Meski hal tersebut sempat diklarifikasi oleh Proyek Manager PT. Sinar Habib Agung Putra sebagai, Fairus yang mengatakan  kelalaian tersebut adalah ulah  pekerja sebelumnya yang sudah diberhentikan namun jika tidak diketahui wartawan kemungkinan rangkaian besi tersebut akan terpasang.
‎"Yang merangkai besi ini sudah kami berhentikan dan untuk besi 10 polos ini segera kami ganti," ujar Fairus sembari memerintahkan pekerjanya untuk mengganti besi tersebut, Rabu (24/6).
‎Menyikapi perihal tersebut, Komunitas Diskusi 17 Belitong  melalui sekretarisnya, H. Hasimi mengharapkan kelalaian-kelalaian tersebut  tidak terjadi lagi.
‎"Penggunaan semen PCC atau semen biasa untuk tiang pancang dermaga tentunya sangat merugikan karena berpengaruh terhadap daya tahan sebab tiang ters but akan selalu terendam air laut.
‎H. Hasimi juga menegaskan pengawasan terhadap pekerjaan Kampung Nelayan Merah Putihm tidak hanya menjadi tugas petugas proyek atau instansi pemerintah yang berwenang.
‎"Masyarakat selaku  penerima manfaat juga bisa melakukan pengawasan dan tentunya  pihak perusahaan harus benar-benar teliti, jangan hanya mengganti pekerjanya akan tetapi harus evaluasi menyeluruh terhadap proyek Kampungan Nelayan Merah Putih Sungai Padang, sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto, jangan ada masyarakat masyarakat yang melapor," jelasnya.
‎Sementara itu, Asep selaku Panitia Pelaksana Kegiatan ketika dihubungi via selular membenarkan jika pekerjaan sempat dihentikan karena adanya hasil temuan lapangan.
‎'Saat ini kami menggandeng inspektorat guna melakukan pengawasan  dan jika nantinya ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai maka kami pastikan pekerjaan tersebut akan kami perintahkan untuk dibongkar.
‎Sedangkan penggunaan semen PCC untuk pengecoran tiang dermaga menurutnya sudah sesuai dan dijamin kekuatannya.
‎"Semen Tiga Roda biasa cukup kuat kok, tidak perlu menggunakan semen tipe khusus, terlebih dilapisi dengan paralon untuk menahan air laut," tambah Asep.
‎Terkait adanya perbedaan nilai proyek KNMP di lapangan dengan dokumen engineering estimate Kampung Nelayan Merah Putih yang beredar dengan nilai proyek Rp. 20.848.000.000,- Asep menegaskan jika itu bukan RAB KNMP.
‎"Itu bukan RAB KNMP pak, karena tidak ada bukti atau tanda dokumen itu memang resmi. Hati-hati pak, saat ini banyak RAB yang beredar mengatas namakan KKP untuk menipu orang dan mengambil keuntungan,' ujarnya via WhatsApp, Kamis (25/6). (**)

Posting Komentar

0 Komentar