Belitung | Satamexspose.com - Terkait belasan istri tersangka dugaan penyelundupan timah 15 ton di perairan Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendatangi Kantor Bupati Belitung pada Kamis (2/10) kemarin, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa menemui mereka saat itu, Jum'at (3/10).
Menurutnya pada saat itu agenda kerja sangat padat, namun dirinya menyatakan akan mengagendakan pertemuan bersama para istri korban beberapa waktu ke depan.
"Tentu bisa (pertemuan), karena Bupati ini pelayan masyarakat Kami tidak menutup pintu untuk itu, asal disampaikan dengan baik dan santun," ujarnya.
Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas masalah tersebut.
"Suami mereka ini tulang punggung keluarga tapi kita tahu ini juga atensi dari Presiden," tambahnya.
Menurutnya, kasus penyelundupan tersebut saat ini masih ditangani oleh Polres Belitung dan minta kepada masyarakat untuk memberikan waktu kepada aparat kepolisian menyelesaikan sampai tuntas.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Belitung AKP I Made Yudha Suwikarma kepada wartawan mengatakan menindaklanjuti laporan masyarakat melalui pernyataan para istri tersangka yang meminta agar pemilik barang bukti turut diamankan, pihaknya langsung mencari keberadaan Hari Wijaya
pada Kamis (2/10) malam
"Menindaklanjuti informasi masyarakat, semalam Unit Tipidter mendatangi rumah HR," ujarnya, Jum'at (3/10).
Namun saat didatangi dikediaman Hari di Kelurahan Kampong Damai, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kondisi terkunci dan panggilan polisi juga tidak direspons.
"Kami tetap akan terus mencari keberadaan HR ini," tandas AKP I Made Yudha Suwikarma. (fr1)

0 Komentar