Ticker

6/recent/ticker-posts

ANEH !! BERKEDOK BAWA BABI, MOBIL PENGANGKUT TIMAH LOLOS DARI PANTAUAN PETUGAS


Belitung|Satamexpose.com – Penyelundupan timah berkedok pengiriman babi yang diangkut menggunakan mobil truk dengan nopol BN 8231 WP warna merah berhasil lolos dari penjagaan dan pemeriksaan pihak-pihak berwenang di Pelabuhan Tanjung Ru, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (11/6).

Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Satamexpose.com pada Senin (11/6) sekira pukul 14.30 WIB yang mengatakan ada dua buah kendaraan jenis truk dari arah Gantung, Belitung Timur bermuatan timah menuju Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung dan hendak menyeberang ke Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan dengan menumpang KMP Menumbing Raya.

Menerima laporan itu bersama beberapa awak media lainnya, Satamexpose.com langsung menuju Pelabuhan Tanjung Ru dan mendapati kendaraan yang dimaksudkan sudah masuk ke Kapal dan berada di barisan depan.

Setelah menemukan salah satu mobil yang dimaksudkan, bersama pihak ASDP memanggil sopir truk dengan nopol BN 8231 WP untuk mengetahui muatan kendaraannya.

"Iya, itu mobil saya Pak. Muatannya babi Pak," ujar sopir mobil yang enggan menyebutkan namanya.

Namun setelah ditanya kembali mengenai muatan barangnya tersebut benar babi atau timah, sang sopirpun mengakui jika muatannya terdiri dari babi dan timah yang dibawa dari Gantung, Belitung Timur.

"Mobil saya muatannya babi dan timah dari Gantung Pak," katanya mengakui.

Ketika ditanyakan lebih lanjut, sopir mengakui jika penanggung jawab muatannya adalah oknum aparat.

Pihak UPT Pelabuhan Tanjung Ru ketika ditanya terkait muatan mobil itu, mereka mengatakan tidak berwenang untuk melihat isi dan hanya menghitung berat kendaraan dan isinya.

Aneh sekali, dengan banyaknya unsur yang terlibat dalam pengawasan di Pelabuhan Tanjung Ru, aksi penyeludupan timah bisa berjalan dengan lancar.

Salah seorang masyarakat yang ada di Pelabuhan melihat mobil tersebut langsung masuk ke kapal tanpa pemeriksaan petugas yang ada.

"Kami sudah melihat pengiriman ini berulang sejak hari Sabtu(8/6) lalu hingga hari ini Selasa(11/6) dan selalu di jaga ketat pihak aparat," tandas SS. (tim)