Ticker

6/recent/ticker-posts

ADA 511 KASUS DBD DI BELITUNG, VINA SEBUT KINERJA DINKES BELUM EFEKTIF


Belitung|Satamexpose.com – Tercatat, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir hingga 15 Desember 2023 mencapai 511 kasus. Sebanyak sembilan pasien kasus DBD meninggal dunia yang terdiri dari enam anak-anak, seorang bayi dan dua orang dewasa.

Data tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung drg. Dian Farida saat dengar pendapat dengan komisi III DPRD Kabupaten Belitung, Senin(18/12).

Menurutnya, faktor utama penyebab tingginya angka kasus DBD adalah faktor cuaca, dimana saat ini Belitung sedang mengalami musim penghujan.

"Kita sudah upayakan tindak pencegahan dengan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) serta tindakan pencegahan lain agar dipercepat," ujarnya.

Senada, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Sri Agustini mengatakan pihaknya telah melakukan 426 kali pemogingan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 

Diperlukan peran serta masyarakat dalam mencegah DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk dan gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Juga menaburkan bubuk abate di tempat penyimpanan air agar tidak berjentik.

Menurutnya, kegiatan pemantauan jentik yang dilakukan, tempat yang banyak ditemukan jentik yakni di sekolah-sekolah. 

"Kita telah melaporkan temuan ini ke dinas pendidikan untuk melakukan tindakan lanjut," katanya.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani berpendapat peningkatan kasus DBD sangat signifikan dibanding tahun 2022 dengan 194 kasus adalah akibat kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung yang belum efektif dalam penanganan demam berdarah dengue (DBD).

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung harus memberikan solusi kegiatan yang konkret. 

Disisi lain ia juga mengapresiasi langkah-langkah promotif dinas melalui penyuluhan, namun selanjutnya perlu dievaluasi kembali, apakah dari banner atau langkah promotif yang dilakukan pesannya sudah sampai kepada masyarakat.

"Kami paham bahwa penanggulangan demam berdarah bisa dengan PSN dan 3M Plus. Kalau terjadi peningkatan yang begitu besar, kami bisa menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan dinkes belum efektif," tandasnya. (ram)