Ticker

6/recent/ticker-posts

DINILAI TAK SESUAI FAKTA, PERMOHONAN MAAF PIHAK RSMJ DIKRITIK KELUARGA PASIEN

Gambar : Dr. Vencius Tan.

 

Belitung|Satamexpose.com – Terkait pengaduan keluarga pasien tentang kurang baiknya komunikasi oknum perawat RSUD dr. H. Marsidi Judono yang menyita perhatian jagad maya berbuntut panjang.

Pasalnya permohonan maaf yang disampaikan pihak RSUD dr. H. Marsidi Judono melalui press releasenya pada Kamis (9/2) dianggap hanyalah dari perwakilan dan bukan yang bersangkutan.

“Mereka memang telah menyampaikan permohonan maaf, tapi perwakilan dan saya tidak ketemu dengan perawat yang bersangkutan,” ujar dr. Vencius Tan, Kamis (9/2) sore.

Selain itu dirinya juga menggaris bawahi beberapa pernyataan pihak RSUD dr. H. Marsidi Judono yang dianggap belum memuat atau tidak sesuai fakta.

Seperti tertuang dalam press release kepala RSUD dr. H. Marsidi Judono yang menyatakan Saat keluarga pasen membuka lembar berikutnya  didalam dokumen rekam medis setelah lembar hasil laboratorium, perawat tidak memperbolehkan namun yang bersangkutan melanjutkan akses terhadap rekam medis pasien lebih lanjut.

“Ketika saya membuka empat lembaran rekam medis pertama, kemudian saya buka lembar selanjutnya untuk memastikan ada atau tidaknya hasil lab yang lain, namun ditarik oleh perawat sehingga saya tidak bisa membaca lagi lalu gimana cara mengaksesnya!” ujar dr. Vencius Tan.

Demikian pula ketika perawat menyatakan ketidaknyamanan terjadi akibat perawat yang sedang bertugas berupaya menjalankan peraturan tentang pelepasan informasi mengenai rekam medis.

“Saya tanya, peraturan rumah sakit mana yang tidak membolehkan? Namun perawat tidak menjawab,” tambahnya.

Selain itu, menurut dr. Vencius Tan dirinya juga telah bertemu Kabid pelayanan, drg. Ardi juga sikap yang kurang humanis pada keesokan harinya dan mendapat jawaban jika yang boleh mengakses hanyalah pihak keluarga yang bertanda tangan saja saat pasien di rujuk.

“Memang benar itu peraturan, namun kok tidak fleksibel. Pada saat dirujuk memang yang bertanda tangan adalah istri saya (menantu pasien, red) karena saya tidak ada pada saat itu. Kalau disebut yang berhak menerima informasi hanya istri saya itu berarti melanggar Permenkes  269 karena saya keluarga dinyatakan tidak kompeten karena tidak tangan,” paparnya.

Menurutnya, dalam Permenkes nomor 269 tahun 2008 tentang rekam medis pasal 10 ayat (2)  jelas hanya menyebutkan keluarga pasien dan tidak ada membatasi keluarga pasien yg mana.

“Istri saya seorang menantu dan saya adalah anaknya pasien kok dilarang hanya karena saya tidak bertandatangan pada saat ibu saya dirujuk,” ujarnya menambahkan.

Ketika ditanya mengenai keinginannya untuk penyelesaian masalah tersebut, dr. Vincius mengatakan secara general dirinya meminta oknum yang melakukan pelayanan tersebut ditindak dan harus melakukan permohonan maaf secara terbuka.

“Selain itu saya juga meminta ada bentuk aksi keseriusan dari pihak rumah sakit, baik itu melakukan reformasi, perubahan struktur atau apapun tapi secara nyata dan dipublikasikan,” pintanya.

Dr. Vencius Tan juga secara khusus meminta agar pihak Dinas Kesehatan tingkat Provinsi maupun Kabupaten diperlukan adanya pengawasan yang ketat.

Selain itu, beberapa komentar masyarakat tentang kurang baiknya pelayanan perawat di RSUD dr. H. Marsidi Judono terutama berkaitan dengan masalah komunikasi bermunculan, bahkan beberapa diantaranya mengungkapkan pengalaman mereka ataukeluarga  ketika mendapat pelayanan di rumah sakit tersebut.

Seperti yang diunggah facebook :

Yourena Martha Ria : Duluk alm bapak akau dirawat di RSUD, tengah malam alm badan e dingin dak sadarkan diri tapi agik benafas. La arai mencet tombol idang manggil perawat e, tapi dak surang pun perawat nok datang. Akhir e dirik sambil betangis2an belari ngendatangek ruang perawat, beseruk2 dak ade nok keluar e. Sekali dirik masok ke dalam ruangan e agik bagus ngembular xxxxx

Yana Yandi : Teringat dlu anak qu di rawat di Ruang anak, infus lepas brpa kali bunyikan bel nya gak ada yg pedulikan,, perawat selalu bilang tunggu” ndk ad dtng paginya baru datang tapi anakku tak berdaya lagi xxxxx

Dan sederet pengalaman faceboker lain tentang kurang baiknya pelayanan RSUD dr. Marsidi Judono. (rus)