Ticker

6/recent/ticker-posts

HARI INI SYARIFAH AMELIA DITUNTUT, MERASA TERKESAN ATAS DUKUNGAN YANG MENGALIR

Syarifah Amelia saat menggendong putranya.
SatamExpose.com/Ferdi Aditiawan

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Syarifah Amelia terdakwa perkara dugaan tindak pidana Pilkada Beltim akan menjalani sidang lanjutan dengan agenda tuntutan dari JPU Kejari Beltim di PN Tanjungpandan hari ini.


Sidang yang direncanakan digelar pukul 10.00 WIB itu akan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Himelda Sidabalok didampingi AA Niko Brama Putra dan Rino Adrian Wigunadi.


Surya Bhatara Kartika suami dari terdakwa berharap disisa masa waktu persidangan yang tinggal tiga hari Majelis Hakim dapat memberikan keputusan yang baik dan seadil-adilnya sesuai dengan fakta persidangan.


Surya mengaku merasa terkejut melihat apa yang dilakukan Syarifah Amelia saat kampanye mengandung delik aduan pidana. Bahkan menjadi proses hukum yang cukup panjang hingga saat ini


"Jadi saya hanya bisa berharap kepada Majelis Hakim memberikan keputusan yang adil dalam perkara ini. Sehingga bisa kembali bebas berdemokrasi mengungkapkan pendapat di muka umum," kata Surya saat menggelar konferensi pers di Hotel Bw Inn, Minggu (29/11/2020).


Pria yang menjabat sabagai Ketua Hipmi Jawa Barat ini mengucapkan terima kasih atas dukungan serta empati dari keluarga, sahabat dan rekan dari istrinya.


"Kami juga berharap tidak ada interverensi baik secara politik maupun kekuasaan dari pihak manapun terkait kasus Amel ini. Sehingga hakim bisa memutus perkara ini dengan seadil-adilnya," kata Surya.


Sementara itu Syarifah Amelia mengatakan akan tetap tegar dan semangat menjalani setiap proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga terkesan atas dukungan para sahabatnya baik perorangan maupun komunitas yang terus mendampinginya.


"Ini luar biasa bagi saya, saya selaku senior KNPI merasa bangga dengan ketetapan kawan-kawan KNPI yang senantiasa menjaga dan memperjuangkan bagaimana pemuda dapat bicara dengan aman dan nyaman dalam konteks demokrasi," tutur Amel.


Amel merasa segala ikhtiar telah dilakukan dan tetap komitmen bahwa perkataanya tidak mengandung niat apapun seperti yang didakwakan JPU. Namun dirinya menyadari atas kasus hukum tersebut bahwa pada dasarnya banyak pihak yang setia mendampingi.


"Satu yang saya syukuri dari kejadian ini bahwa ternyata saya tidak sendiri. Banyak saudara, kerabat serta sahabat yang mendoakan dan ketika saya butuh support moril semuanya hadir disamping saya," ucap Amel.


Terpisah JPU Kejari Beltim Riki Apriansyah menyebut pihaknya telah membuat tuntutan sesuai dengan proses dan fakta persidangan yang telah dijalani.


"Ya sudah disiapkan, tinggal dibacakan sesuai jam persidangan yang telah ditetapkan Majelis Hakim besok," kata Riki Apriansyah saat dihubungi SatamExpose.com, Minggu (29/11/2020) sore.


Positif


Saksi ahli Komunikasi Politik Anto Sudarto mengatakan apa yang disampaikan oleh Syarifah Amelia dalam video pada saat orasi kampanye semuanya positif.


Hal tersebut disampaikannya usai memberikan kesaksian dari pihak terdakwa Syarifah Amelia pada sidang lanjutan perkara tindak pidana Beltim, Jumat (27/11/2020).


Anto Sudarto menilai terkait pada video yang dipermasalahkan, setelah dicermati dari awal hingga akhir tidak ada kampanye hitam, justru yang dilakukan, Amel positif lantaran dilakukan dengan hasil survei.


"Dari awal hingga akhir, video Amel tersebut tidak ada bahasa komunikasi politik untuk menuduh, memfitnah, mengadu domba. Yang dilakukan Amel hanya ingin yakin dengan diri sendiri bukan menuduh pihak manapun," ujar Anto Sudarto.


Kemudian, lanjutnya, pertama tuduhan menghasut dari Amel. Menghasut ini adalah mengajak orang untuk bertindak negatif, seperti melawan hukum, membangkang dan jelas siapa yang dituju.


Kedua tuduhan fitnah, fitnah itu menyampaikan informasi kebohongan untuk menjatuhkan orang ataupun institusi.


"Nah disini tidak ada kata-kata Amel untuk memfitnah orang ataupun institusi, jadi tuduhan ini tidak berdasar. Sedangkan terkait mengadu domba, Disini tidak ada yang melakukan upaya adu domba agar terciptanya konflik," beber Anto.


"Justru Amel menyampaikan bahwa Pilkada ini harus dijaga, agar tetap bersih. Ini kan pendidikan politik untuk masyarakat, nah ini bukan hanya amel yang harus kampanye positif atau pendidikan politik ini, tapi semuanya siapapun itu," lanjut Anto. (fat)