Juli 02, 2020

LEBIH DARI 50 PERSEN PASANGAN USIA SUBUR DI BELTIM YANG KB MEMILIH SUNTIK KB, INI ALASANNYA!

Seorang bidan saat menyuntik KB. IST


MANGGAR, SATAMEXPOSE.COM – Lebih dari 50 persen pasangan usia subur di Kabupaten Belitung Timur yang ber-KB memilih menggunakan suntik KB sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana menghindari kehamilan.


Faktor biaya dan kecilnya risiko kehamilan menggunakan metode KB ini dibanding metode kontrasepsi lainnya membuat pasangan lebih memilih KB suntik. Terlebih adanya KB suntik 3 bulan menjadi lebih praktis dan mudah.


Dikutip dari pers rilis Diskominfo Beltim, hingga Mei 2020 jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Beltim mencapai 22.930 pasangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 18.894 pasangan menjadi akseptor KB aktif.


Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang KB, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim Hayadi.


“Sisanya mereka belum ber-KB lantaran belum hamil atau masih ingin mempunyai keturunan. Bisa juga karena ingin nambah anak lebih dari dua,” kata Hayadi, Kamis (2/7/2020).


Dari jumlah PUS yang menjadi akseptor KB aktif, sekitar 62,2 persen atau 11.807 pasangan menggunakan KB suntik. Sedangkan di urutan ke dua PUS memilih pil KB, dengan pengguna aktif 20,82 persen atau 3.934 pasangan.


“Murah dan mudah penggunaannya dibanding kontrasepsi lain. Apalagi pasangan tinggal pilih mau yang satu bulan atau tiga bulan. Kalau pil KB kan harus dikonsumsi setiap hari,” jelas Hayadi.


Ketersediaan alat kontrasepsi di setiap fasilitas kesehatan juga sangat menetukan pilihan dalam ber-KB. Karena di setiap bidan desa, bidan swasta maupun poskesdes hingga puskesmas alat kontrasepsi seperti suntik KB, pil KB, kondom, bahkan Intra-Uterine Device (IUD) atau spiral selalu tersedia.


“Semuanya gratis, pasangan bisa langsung memperoleh di bidan desa. Alhamdulillah selama ini persediannya pun selalu ada,” ungkap Hayadi.


Meski begitu, Hayadi menganjurkan setiap pasangan khususnya yang baru  menggunakan alat kontrasepsi KB untuk selalu berkonsultasi baik dengan penyuluh KB, bidan, maupun dokter sebelum memilih alat kontrasepsi.


“Harus, kan setiap kontrasepsi itu punya keuntungan, kekurangan dan efek samping. Makanya kita anjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan bidan ataupun dokter,” ujarnya. (*/als)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.