Juni 07, 2020

JANDA MUDA ANAK DUA DITIKAM SAAT NONGKRONG DI JEMBATAN, PEMICUNYA DIDUGA SOAL ASMARA

Ilustrasi wanita korban penganiayaan. Net


TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – WN (21), seorang janda muda anak dua harus dilarikan ke RSUD dr H Marsidi Judono dan mendapatkan perawatan intensif setelah mengalami luka tusukan senjatan tajam, Jumat (5/6/2020) malam.

Menurut informasi yang diterima SatamExpose.com, penusukan diketahui bermula ketika warga Aik Pelempang Jaya, Tanjungpandan tersebut berawal saat korban dan adik sepupunya DK nongkrong di sebuah jembatan di Jalan Martaputra, Air Kelubi Dalam.

Pelaku datang menemui korban saat keduanya tengah asik nongkrong. Namun tiba-tiba pelaku mendorong korban hingga terjatuh ke tanah dan menyabetkan senjata tajam hingga mengenai paha korban.

Tak berhenti disitu, pelaku melanjutkan aksi kejinya saat korban terbaring di tanah. Korban yang sebelumnya dalam posisi telungkup lalu ditelentangkan dan menikamnya di bagian perut.

Korban tergeletak tak mampu melawan, darah berlumuran keluar dari luka yang ditimbulkan akibat penusukan dan sabetan senjata tajam sebelumnya. Lalu pelaku kabur menggunakan sepeda motornya. Sebelum kabur, pelaku sempat mencabut kunci motor korban.

“Yang ada di lokasi hanya bertiga, aku, kakakku dan pelaku. Setelah itu, korban kabur dan mencabut kunci motor kami juga,” terang saksi.

DK lalu berinisiatif menelpon rekannya untuk meminta pertolongan. Diduga pelaku memendam perasaan suka terhadap korban, namun korban menganggap hanya teman.

“Korban ini pun sebenarnya memiliki perasaan kepada kakakku, namun Ia hanya menganggap sebagai teman saja,” katanya.

Saat dilarikan ke RSUD, korban dalam keadaan kritis. Bahkan korban juga harus menjalani operasi di perut bagian kiri atas dan kanan bawah serta paha kiri.

Direktur RSUD dr H Marsidi Judono dr Hendra mengatakan, pihaknya telah melakukan laparatomi, atau yang biasa disebut operasi buka dinding perut. Hal tersebut dilakukan guna mencari dampak dua luka tusukan itu.

"Alhamdulilah setelah menjalani operasi selama 3 setengah jam. Korban (WN) langsung dibangunkan, dan sadar. Saat ini yang bersangkutan dirawat di ruang ICU, serta kondisinya dalam keadaan stabil," ungkap dr Hendra kepada SatamExpose.com, Minggu (7/6/2020) malam. (mg1)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.