November 08, 2019

EKSKLUSIF DISKUSI SATAM EXPOSE: AGENT OF CHANGE TENTANG BAGAIMANA MENEKAN KELAHIRAN USIA REMAJA

Apilion Joniko. IST


TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COMApilion Joniko terpilih jadi satu diantara dua Penyuluh KB Model Media KKBPK. Yakni agen perubahan/agent of change di lingkungan jabatan fungsional penyuluh KB.

Agent of change tersebut diharapkan dapat membawa perubahan positif terkait profesionalisme dan kontribusi capaian program KKBPK di lapangan. Upaya menggerakkan program KKBPK diawali dengan menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR).

Upaya ini difokuskan pada kelahiran yang terjadi pada usia remaja yang menjadi penyumbang besar bagi kenaikan maupun penurunan TFR. Yakni melakukan kegiatan yang terkait dengan penurunan kelahiran usia remaja 15-19 tahun.

“Antara lain dilakukan melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja/Mahasiswa berbasis sekolah, kampus maupun wilayah desa dan kecamatan,” sebut Apilion dalam diskusi dengan SatamExpose.com, Kamis (7/11/2019).

Menurutnya kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Sehingga terjadi peningkatan usia kawin pertama yang diikuti dengan persalinan di atas usia 20 tahun.

“Dilihat dari sisi kesehatan, reproduksi di usia lebih dari 20 tahun tidak lagi rentan terhadap risiko tinggi persalinan,” jelas Apilion.

Selain itu Apilion juga menjelaskan beberapa upaya lain untuk menekan angka kelahiran usia remaja. Diantaranya kontrasepsi modern dan kampong KB.

“Peningkatan kesertaan ber-KB merupakan bagian penting program KKBPK. Upaya peningkatan penggunaan kontrasepsi modern bagi Pasangan Usia Subur (PUS) menjadi bidikan utama program terkait dengan efektivitasnya,” papar Apilion.

“Berbagai metode kontrasepsi modern disediakan sebagai pilihan seperti IUD, implan, suntik, pil, kondom dan Medis Operasi Pria (MOP) serta Medis Operasi Wanita (MOW) agar dapat memilih sesuai kebutuhannya. Namun tetap diberikan motivasi untuk menggunakan kontrasepsi modern jangka panjang,” papar Apilion.

Sedangkan Kampung KB, sejak dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 14 Januari 2016, Kampung KB diharapkan dapat memberikan solusi bagi hidupnya kembali program KKBPK di lapangan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Di DIY telah terbentuk 78 Kampung KB. Dimulai dari lima Kampung KB yang terbentuk pada 2016 dan tahun 2017 berkembang menjadi satu Kampung KB di setiap kecamatan. Tahun ini diharapkan bertambah minimal 73 Kampung KB dengan prioritas di desa miskin atau desa yang memiliki prevalensi stunting tinggi,” sebut Apilion.

“Keberhasilan program Kampung KB ini sangat tergantung pada peran lintas sektor dan mitra kerja BKKBN secara keseluruhan. Dalam menyinergikan kegiatan-kegiatan di wilayah,” tandas Apilion. (als)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.