Ticker

6/recent/ticker-posts

TAK BISA HADIRKAN MANAJER PLN UP3 BELITUNG DALAM RAPAT, LUKMAN HIDAYAT MENILAI DPRD TAK PUNYA WIBAWA

Suasana rapat dengar pendapat terkait pemadaman listrik bergilir
di DPRD Kabupaten Belitung. SatamExpose.com/Aldhie

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Perwakilan D’Anjelo Brothers Club Belitung Lukman Hidayat menilai DPRD Kabupaten Belitung tak mempunyai wibawa. Hal ini dikarenakan DPRD tak mampu menghadirkan pihak PLN UP3 Belitung dalam rapat dengar pendapat, Kamis (26/9/2019) siang.

D’Anjelo Brothers Club Belitung yang merupakan perkumpulan aktivis muda ini mendatangi kantor DPRD terkait pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN UP3 Belitung dalam beberapa hari terakhir.

Lukman Hidayat merasa kecewa dengan DPRD yang baru dilantik beberapa hari lalu ini karena tak mampu menghadirkan pihak PLN untuk memberikan penjelasan secara teknis di depan anggota DPRD dan D’Anjelo Brothers Club.



“Saya sangat kecewa karena tak satupun perwakilan PLN yang hadir. Lembaga DPRD yang terhormat tidak bisa menghadirkan PLN, setidaknya perwakilan PLN. Ini berarti DPRD tidak mempunyai wibawa,” sebut Lukman Hidayat di hadapan sekitar 20 anggota DPRD Kabupaten Belitung.

Ia mengerti terkait kesibukan manajemen PLN menghadapi gangguan listrik beberapa hari terakhir. Namun seharusnya pihak PLN mau menghadapi masyarakat sebagai konsumen yang meminta penjelasan.

“Saat ini antek-antek PLN memposting di Facebook tentang kerja PLN, tentang risiko yang dihadapi pekerja PLN. Itu mereka punya waktu bermain medsos, kenapa tak satupun pihak yang dating dalam undangan DPRD ini,” tegas Lukman Hidayat.



Lukman Hidayat juga mempertanyakan statement Manager PLN UP3 Belitung yang mengatakan saat ini listrik di Belitung surplus sekitar 32 MW serta produksi dari setiap pembangkit yang dimiliki PLN.

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Belitung dalam beberapa hari terakhir sangat merugikan masyarakat. Tak hanya itu, beberapa pihak yang berusaha dengan mengandalkan listrik juga mengalami kerugian materiil tak sedikit.

“Tadi ada masyarakat yang datang kesini (DPRD, red), dia baru saja ternak ikan nemo. Tapi karena sering terjadi pemadaman, ikannya mati semua. Berapa juta kerugian orang itu,” papar Lukman Hidayat.



Pria berkacamata ini juga mengkritisi statement Manager PLN UP3 Belitung Joko Nur Astanto di media. Dalam statementnya, Joko Nur Astanto mengatakan tidak ada gunanya ngomel-ngomel karena tidak menyelesaikan permasalahan.

“Mereka digaji menggunakan uang rakyat, berapa triliun penyertaan modal ke mereka oleh Negara, itu pakai uang rakyat. Mereka dapat kerja, mereka bisa makan nasi pakai uang rakyat. Masih bagus kita cuma ngomel-ngomel, bukan main bakar-bakar,” sebut Lukman Hidayat.

Anggota D’Anjelo Brothers Club lainnya Sumantri mengatakan PLN mewajibkan masyarakat dalam hal ini konsumen untuk membeli token listrik untuk mendapatkan pelayanan PLN. Bila tidak mampu membeli maka masyarakat tidak dapat merasakan pelayanan PLN.



Hal ini dinilai sebagai sikap tidak mau tahu PLN terhadap kondisi masyarakat atau konsumen pada umumnya. Maka saat PLN menghadapi permasalahan dalam pelayanannya, masyarakat juga tidak mau tahu.

“Mereka nggak mau tau kalo kita ga bayar token ya mati. Maka saat ini kami nggak mau tau, mau mesin meledak, mau apa yang terjadi kami ingin ada listrik. Sedangkan tarif listrik terus naik,” tegas Sumantri.

Sumantri mengatakan masyarakat memiliki harapan besar kepada anggota DPRD yang baru dilantik untuk terus melakukan pengawasan terhadap pelayanan public seperti ini.



“Jangan hanya solusi itu pemadaman, di rumah saya sampai 4 sampai 5 kali mati. Sudah tidak sesuai jadwal pemadaman yang dikeluarkan PLN,” tandas Sumantri.

Sebelumnya Ketua Sementara DPRD Kabupaten Belitung Ansori menyampaikan permohonan maafnya karena tak bisa mendatangkan Manager PLN UP3 Belitung Joko Nur Astanto dalam rapat ini.

“Kami sebenarnya sudah memaksakan agar Pak Tatan bisa hadir disini dan menjelaskannya secara teknis. Pak Tatan-nya masih di luar daerah. Sedangkan yang lainnya juga masih sibuk soal pemadaman ini,” sebut Ansori.

Hadir juga dalam rapat ini Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Ubaidillah dan Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung. (als)