Juni 03, 2019

BANGUNAN RATUSAN MILIAR GELAP GULITA SETIDAKNYA HINGGA ABT MENDATANG

Embung Air Baku Gunung Mentas.
SatamExpose.com/Fitriyadi  

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM – Bangunan Embung Air Baku Gunung Mentas dipastikan gelap gulita setiap malam hingga tiga bulan kedepan. Hal ini karena anggaran pembayaran listrik embung baru bisa diajukan pada ABT 2019.

Pasalnya anggaran pembiayaan berlangganan listrik PLN baru akan diajukan. Paling cepat, pengajuan anggaran oleh dinas terkait baru dilaksanakan pada Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2019.

Sebelumnya, kondisi embung pada malam hari sudah gelap gulita sejak Kamis (30/5/2019) lalu. Pihak PLN menyebutkan memutuskan aliran listrik ke embung tersebut terhitung sejak 1 Juni kemarin.


Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belitung Rizaldi menjelaskan, bangunan embung masih milik Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII Provinsi Babel.

Bangunan yang menelan ratusan miliar tersebut baru selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu. Saat ini masih dalam masa perawatan. Sehingga pemerintah daerah belum menerima penyerahan aset hingga saat ini.

Meski begitu, pembiayaan langganan listrik dibebankan kepada pemerintah daerah melalui Dinas PU. Ia mengatakan, pengajuan anggaran paling cepat bisa dilaksanakan pada ABT tahun ini.


Sedangkan ABT sendiri baru bisa dilaksanakan setelah Agustus 2019 atau setelah ketok palu anggaran. Itupun bila pengajuan yang dilakukan Dinas PU tersebut disetujui.

“Paling cepat anggaran perubahan. Khusus langganan listrik memang dibebankan ke kita,” sebut Rizaldi kepada SatamExpose.com, Senin (3/6/2019).

Sebelumnya diberitakan suasana gelap gulita menyelimuti Embung Air Baku Gunung Mentas di Dusun Kepayang, Desa Kacang Butor, Badau, Belitung, Jumat (31/5/2019) malam. Padahal saat itu tidak terjadi pemadaman listrik di kawasan tersebut.


Suasana tersebut setidaknya sudah terjadi dua malam terakhir. Lampu-lampu di kawasan embung yang baru selesai dibangun melalui Proyek Pembangunan Prasarana Air Bersih (PAB) pada akhir 2018 ini tak menyala.

Kawasan tersebut benar-benar tanpa penerangan di malam hari, lampu jalan pun tak ada di sekitar tempat ini. Pengguna jalan yang melintas di kawasan ini hanya mengandalkan lampu kendaraannya.

Pemadaman listrik di Embung Air Baku Gunung Mentas tersebut karena pihak pengelola menghentikan langganan listrik ke PLN. Hal ini diungkapkan Manajer PLN UP3 Belitung Joko Nur Astanto.

“Pemadaman itu karena berhenti berlangganan sementara,” kata Joko Nur Astanto kepada SatamExpose.com, Sabtu (1/6/2019).


Pengelola embung, lanjut Joko Nur Astanto, mulai berhenti berlangganan listrik terhitung mulai 1 Juni 2019. Namun kondisi gelap tanpa penerangan di kawasan embung tersebut setidaknya sejak dua malam sebelumnya.

Joko Nur Astanto menjelaskan, pihak pengelola menghentikan langganan ke PLN karena belum menganggarkan dana untuk langganan tersebut. Yakni di Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII Provinsi Babel.

“Belum dianggarkan sama dinas PU,” tandas Joko Nur Astanto. (ppg)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.