April 23, 2019

JELANG BULAN SUCI RAMADAN, HARGA DAGING AYAM MERANGKAK NAIK

Suasana di Pasar Lipat Kajang, Selasa (23/4/2019).IST
MANGGAR, SATAMEXPOSE.COM – Jelang Bulan Suci Ramadan, harga daging ayam terus mengalami kenaikan di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Tingginya harga lantaran persediaan daging ayam berkurang di peternak, sedangkan permintaan sangat tinggi.

Dikutip SatamExpose.com dari Diskominfo Beltim, di Pasar Lipat Kajang Manggar, hingga Selasa (23/4/19), harga daging ayam sudah mencapai harga Rp 50.000 perkilo. Kenaikan harga itu sudah sejak Sabtu (20/4/19) lalu. Padahal sebelumnya harga daging ayam baru perkilonya hanya berada di kisaran Rp 45 ribu.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Lipat Kajang Manggar, Abdul Mutallib (43) menyatakan merangkaknya harga daging ayam lantaran persediaan yang terbatas. Ditambah permintaan masyarakat yang tinggi di Bulan Ruwah membuat harga ayam terus bergerak naik.



“Banyak bibit ayam yang mati. Ditambah, Bulan Ruwah ini kan banyak yang sedekah, otomatis karena persediaan kurang harga jadi naik,” kata Tallib kepada Diskominfo Beltim.

Tallib menyebut harga Rp 50 ribu perkilo itu sudah sejak 4 hari belakangan ini. Warga Desa Kurnia Jaya itu memperkirakan jika kondisi stok barang yang berkurang terus terjadi, harga daging ayam akan naik hingga mencapai Rp 55 ribu perkilo.

“Di Tanjong (Kabupaten Belitung) saja sudah Rp 55 ribu sekarang. Di sana itu banyak habis stoknya, kita stoknya hanya dari seputaran Beltim, ungkap Tallib.



Pedagang yang sudah 17 tahun berjualan daging ayam itu mengaku banyak pelanggannya yang mengeluh dengan tingginya harga daging ayam. Namun ia membantah adanya permainan harga yang dilakukan pedagang.

“Dak mungkinlah kita nahan barang, bisa rugi. Pertama nambah harga dedak pakannya, terus juga kalau di cuaca ekstrim kayak gini bisa-bisa ayam banyak yang mati,” beber Tallib.

Selain daging ayam, kenaikan harga dan kelangkaan juga dialami oleh dagingikan. Pantauan Diskominfo Beltim, Selasa Pagi hanya sedikit plang pedagang ikan yang berjualan.    



Berbeda dengan harga daging ayam, harga komoditas sayuran relatif stabil. Malah, harga bawang putih dan merah yang beberapa waktu lalu sempat melonjak, perlahan-lahan mulai turun.

“Kalau harga sayuran kita stabil, tergantung transportasi. Malah bawang merah sama putih mulai turun kisaran Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu perkilo,” ungkap Heri Sumanto (35), pemilik Agen Sayur dan Bumbu ‘Putra Belitung’.

Pedagang sayur asal Tanjungpadan itu mengatakan persedian barang yang melimpah membuat harga sayuran dan bumbu stabil. Namun ia memprediksi harga baru akan naik jelang Idul Fitri.

“Paling biasanya naik nanti pas mau lebaran. Tapi kita jamin tidak akan terlalu signifikan,” ujar Heri. (*/als)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.