September 03, 2014

Saat Anak Ketauhan Menyimpan Film Porno, Ini yang harus dilakukan.


Jakarta, Saat beranjak remaja, anak-anak pasti memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar tak terkecuali dalam urusan seks. Dengan alasan ingin tahu, remaja terutama laki-laki bisa saja diam-diam menyimpan atau sudah menyaksikan film porno.

Jika seperti itu, sebaiknya si ayah berbicara dengan anak. Kemudian, tanyakan baik-baik apa yang anak rasakan ketika menyaksikan film porno tersebut, demikian dikatakan psikolog seksual Zoya Amirin M.Psi.

Pada dasarnya, dikatakan Zoya pendidikan seks mengajarkan perkembangan psikoseksual yang harus dipahami anak ketika merasa terangsang terhadap lawan jenis, serta memberi pemahaman cinta dan hubungan yang sehat.

"Setelah itu, diskusikan mengapa film porno itu salah dan tidak boleh disaksikan walaupun oleh pasangan suami istri. Film porno membuat persepsi yang salah tentang hubungan seksual dan relationship, sehingga membuat individu mempertanyakan kenormalan seksualitasnya," terang Zoya kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (30/6/2014).

Selanjutnya, ayah atau ibu perlu menjelaskan pada anak ketika sudah mimpi basah, mereka punya potensi menghamili perempuan dan mungkin terkena infeksi menular seksual jika berhubungan intim dengan wanita yang tidak tepat. Tak ada salahnya juga orang tua browsing melalui internet foto-foto penyakit infeksi menular seksual bersama anak agar mereka paham akan bahaya penyakit tersebut.

Zoya mengingatkan, jangan lupa berikan alasan secara logis dan penuh cinta mengapa sebaiknya menunda hubungan seks sampai menikah. Terutama jika dikaitkan dengan moral dan nilai yang dianut dalam kelaurga. Ceritakan pula perihal tentang cinta, patah hati dan hal-hal lain yang mungkin akan dilalui anak pada masa aktif secara seksual.

"Katakan bahwa anak laki-laki yang jantan adalah yang tidak menghamili wanita sebelum menikahinya. Selalu tekankan untuk menjauhi hubungan seks sebelum menikah.,' imbuh pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini.

Saat membicarakan masalah tersebut, usahakan dalam suasana nyaman sehingga bisa terjadi diskusi abtara orang tua dan anak yang saling terbuka. Baik orang tua atau anak bisa mengungkapkan kekhawatiran masing-masing sehingga pendidikan seks secara langsung pun bisa diberikan.(DetikHealth)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.