September 16, 2014

LCKI dan AMUK Belitung Minta Pemprop Babel Kaji Ulang KeinginanMembangun PLTN


Salah Satu Kota Mati di Ukraina dampak Kebocoran PLTM Chernobyl
Tanjungpandan(SatamXpose) - Terkait dukungan Gubernur Babel terhadap pembangunan PLTN di Bangka Barat dan Bangka Selatan seperti yang dimuat dalam salah satu surat kabar lokal, membuat Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kabupaten Belitung angkat bicara. Melalui Sekretarisnya, Fitriyadi yang biasa disapa Piping mengemukakan penolakan pembangunan PLTN tersebut.

Menurutnya ketika berbicara PLTN bukan hanya bicara region Babar atau Basel saja melainkan Babel, karena yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat Babel secara keseluruhan.

"Dampak dari kehadiran PLTN di Babel tentunya akan dirasakan semua masyarakat Bangka maupun Belitung, entah itu dampak yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif," ujarnya ketika dijumpai tim 'SX' disela kegiatannya.

Ia juga menekankan kepada Pemprop agar lebih berhati-hati dalam memberi dukungan untuk pembangunan PLTN mengingat disamping sisi positif yang akan menciptakan Babel terang benderang tentunya perlu pula disikapi dampak negatif dari PLTN.

"Cobalah kita cerna beberapa kecelakaan PLTN seperti Three Mile Island
Amerika Serikat pada 1979 akibat pelelehan bahan bakarnya dan
Chernobyl, Ukraina pada 1986 yang meminta korban jiwa tewas 50 orang namun paparan radiasinya sangat luas dimana menurut Badan Kesehatan (WHO) ketika itu  menyatakan sembilan ribu orang terkena radiasi sedangkan Greenpeace menyatakan jumlah yang terpapar mencapai sembilan puluh tiga ribu orang dan bayi-bayi yang terlahir cacat.

Piping juga melihat adanya beberapa bahaya laten dari PLTN yang perlu dipertimbangkan yakni;
Pertama, kesalahan manusia
(human error) yang bisa
menyebabkan kebocoran, yang
jangkauan radiasinya sangat luas
dan berakibat fatal bagi lingkungan
dan makhluk hidup. Kedua, salah
satu yang dihasilkan oleh PLTN,
yaitu Plutonium memiliki hulu ledak
yang sangat dahsyat. Sebab
Plutonium inilah, salah satu bahan
baku pembuatan senjata nuklir. Kota
Hiroshima hancur lebur hanya oleh 5
kg Plutonium. Ketiga, limbah yang
dihasilkan (Uranium) bisa

berpengaruh pada genetika. Di
samping itu, tenaga nuklir
memancarkan radiasi radio aktif
yang sangat berbahaya bagi
manusia.

"Namun kita juga tidak menutup mata bahwa kita masih kekurangan daya listrik tetapi apakah kita akan mengambil resiko yang tinggi? Bukankah alam kita masih mempunyai sumber-sumber yang bisa dijadikan pembangkit listrik, seperti halnya   Tuhan memberikan Babel angin yang banyak tinggal maukah kita memanfaatkannya secara serius," pungkasnya.

Ia juga berharap Pemerintah memikirkan kembali keinginan untuk membangun PLTN di Babel mengingat masih rendahnya etos kerja dan disiplin masyarakat kita sehingga sangat memungkinkan untuk terjadinya human error.

Johanes Hanibal Palit selaku ketua LCKI Kabupaten Belitung ketika dihubungi via handphone membenarkan penolakan tersebut dengan berbagai pertimbangan dampak negatif dari PLTN.

"Kita juga berdo'a semoga ini bukan proyek keuntungan dengan mengabaikan keselamatan dan keamanan masyarakat luas," tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Darmawan alias Engon selaku koordinator AMUK (aliansi masyarakat untuk keadilan) yang mana menurutnya sosialisasi dilakukan kemasyarakat jangan hanya dampak positif tapi paparkan pula dampak negatifnya.

"Pemerintah Propinsi jangan hanya melihat dan mensosialisasikan manfaat dari PLTN, tapi juga berani mengemukakan efek kegagalan dari PLTN dan dampaknya bagi masyarakat luas mengingat tingkat human error kita yang tinggi," pungkasnya. (tim***)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.