September 30, 2014

Belitung Siap Menyongsong Pariwisata Dunia

SATAMEXPOSE, TANJUNGPANDAN - Belitung kembali mendapat perhatian dunia pariwisata internasional,  kali ini datang dari WTCN (World Tourism Cities Federation). Bupati Belitung mendukung penuh rencana tersebut, Bahkan Senin (29/9) kemarin pihak NGO ITSDC (Inveronment Tour Soc Dev Center), Dr.Nico Lous Lukman telah bertemu langsung dengan Bupati Belitung di ruang kerjanya.
  Pertemuan ini secara langsung membahas mengenai terdaftarnya Belitung sebagai anggota WTCN yang sebagai payung hukum untuk komitmen mengembangkan pariwisata berskala dunia. Diketahui saat ini wisata dunia di Indonesia terdapat di 3 Kota, yaitu Bandung, Jakarta dan Belitung. "Sekarang kita masih menyiapkan berkas-berkas yang kurang sebagai keanggotaan. Tapi intinya Belitung sudah menjadi wisata dunia setelah Jakarta dan Bandung," ungkap Sahani Saleh, kepada Radar Bangka, Senin (29/9). 
Saat ini, kata Sahani Saleh, pihaknya tidak memungkiri bahwa sedang mengupayakan beberapa hal kelengkapan sebagai anggota WTCN. Namun terdaftarnya Belitung di WTCN salah satunya agar wisatawan yang hendak berkunjung ke Belitung bisa dengan jelas mendapatkan sekmennya. "Jadi kedepan tidak akan lagi orang bertanya dan mencari-cari Belitung. Ini langsung dari kedutaan besar, dan kedepan intinya kita harus lebih pro aktif membangin pariwisata," ujarnya.
Melalui keanggotaan tersebut, Sahani Saleh berharap promosi pariwisata akan diperuntukkan secara internasional. Sehingga secara otomatis saat ini persiapan infrastruktur harus dipersiapkan. "Itu yang harus kita persiapkan kedepan. Ini juga sekaligus sebagai suatu landasan hukum dan tidak main-main menggarap pariwisata. Apalagi untuk menjadi anggota WTCF ini tidak segampang itu, dan banyak yang memang dipersiapkan. Seperti bandara dan destinasi wisata, termasuk juga hotel berbintang 5 plus yang harus diperbanyak," terangnya.
Sahani Saleh juga berharap dengan adanya kerjasama yang baik ini, Pemerintah pusat harus lebih fokus membangun infrastruktur, terkhusus di Belitung. Sebab pusat dari WTCF ini berasal dari negeri seberang yaitu Beijing yang sudah terbukti berhasil mengembangkan pariwisata dunia.
Sementara, NGO ITSDC (Inveronment Tour Soc Dev Center), Dr.Nico Lous Lukman yang mendapatkan gelar doktor dalam keahlian pariwisata mengatakan, dengan terdaftarnya Belitung di WTCF maka pemerintah harus memiliki kompensasi bahwa harus pro aktif dalam membangun pariwisata. "Ya kalau tidak, tidak sebagai kota pariwisata. Kalau tidak aktif dan tidak komit dalam mengembangkan pariwisata bisa out dari ke anggotaan. Ini maksud kami selaku NGO ingin mentriger pemerintah agar pemerintah betul-betul komit didalam membangun pariwisata, jangan ngomong saja," katanya.
Bukan hanya pemerintah saja, kata dia, yang harus komit dalam membangun pariwisata dunia khususnya di Belitung, namun kebijakan politik harus aktif didalam membangun pariwisata, sebab ini tidak terlepas dari harapan masyarakat Belitung. "Jadi harus ada, kita diawasi jadinya apa dan tuntutannya apa. Kontribusi nya harus aktif membangun pariwisata," imbuhnya.
Dia menambahkan, menjadi anggota WTCF ini adalah merupakan sebuah sertifikasi Belitung sebagai pariwisata dunia. Sehingga dengan adanya sertifikasi tersebut pengusaha yang ingin melakukan investasi juga yakin dengan produknya. "Makanya saya katakan produknya abstrak, dan ini ada kepastian hukum bahwa pemerintah ingin bangun pariwisata," pungkasnya.(241)

Portal Media Online Masa Kini Yang Menyajikan Berita Aktual, Kredibel, Independen dan Terpecaya .Apabila terdapat kesalahan, koreksi, duplikasi dan atau mengandung informasi yang bersifat palsu atau tidak benar (Hoax) dapat menghubungi Tim Redaksi melalui kontak yang tersedia. Terima Kasih telah menjadi pembaca setia SATAMEXPOSE.COM.