Ticker

6/recent/ticker-posts

PPK PEKERJAAN HOTMIX JALAN DEPATI ENDEK BANTAH MUTU JALAN RENDAH. TAREK MINTA PEMKAB TINJAU ULANG

Gambar: Hasil Pemeliharaan Berkala Jalan Depati Endek, Tanjungpandan, Belitung.

Belitung |Satamexpose.com – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Berkala Jalan Depati Endek dengan pelaksana pekerjaan CV. VIRARI ABADI dan pelaksana Kontruksi Supervisi HAZA MULTI INOVASI yang menggunakan APBD Kabupaten Belitung tahun 2022 dengan nilai kontrak Rp. 1.913.649.000,00 membantah jika kualitas atau mutu hotmix atas pekerjaan tersebut rendah, Selasa(13/9)

Pejabat Pembuat Komitmen  (PPK) Pemeliharaan Berkala Jalan Depati Endek, Sofi mengatakan pihaknya yakin mutu hotmix untuk pekerjaan tersebut baik dan sudah melalui proses pengujian serta diyakini kualitasnya.

“Kualitas kita jamin dan kita sudah lakukan pengujian. Kadar aspalnya banyak malah,” ujarnya kepada Satamexpose.com via telephone.

Lebih lanjut Sofi memaparkan jika lobang-lobang yang terjadi di sepanjang jalan endek tersebut lebih kepada kondisi, dimana masyarakat banyak yang memarkirkan kendaraan mereka disepanjang Jalan Depati Endek tersebut.

“Kita melakukan pengaspalan pada malam hari dan baru selesai sekitar pukul 04.00 WIB subuh. Paginya sudah dipergunakan masyarakat untuk parkir kendaraan sehingga tercipta lobang-lobang bekas standar motor,” paparnya.

Sementara itu, H. Moctar Motong selaku tokoh masyarakat Belitung atau yang acap disapa Tarek ikut angkat bicara terkait kondisi jalan tersebut.

Menurutnya, Pemerintah mengeluarkan anggaran yang cukup besar yakni Rp. 1,9 miliar untuk pekerjaan tersebut namun hasilnya sangat tidak memuaskan jika dibandingkan dengan pekerjaan aspal lainnya yang juga diseputaran Tanjungpandan.

“Bandingkan saja hasilnya dengan pengaspalan di Bundaran Satam, sumber anggaran sama, ketika selesai hotmix sama diparkirin motor, namun kondisi aspalnya mulus tanpa ada terlihat lobang apalagi ditengah jalan seperti ban sobek,” ujarnya.

Selain itu, Tarek juga mengkritisi besaran anggaran yang dipergunakan untuk pekerjaan tersebut berbanding hasil.

“Dengan besaran anggaran Rp. 1,9 miliar dan hanya buang pada penawaran sekitar Rp. 56 juta seharusnya hasil akhirnya harus lebih baik bukannya tidak karuan kayak gitu,” ujarnya dengan nada tinggi.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten meninjau kembali hasl pekerjaan tersebut apakah sudah sebanding dengan nilai yang dikeluarkan dari APBD Belitung jika tidak sebanding harus dilakukan pemotongan. (tim)