Ticker

6/recent/ticker-posts

MASYARAKAT NILAI HOTMIX JALAN DEPATI ENDEK DISINYALIR TIDAK MEMENUHI TINGKAT KEPADATAN

Gambar : Tarek dan M. Siregar kritisi pekerjaan hotmix di Jalan Depati Endek.

 

Belitung |Satamexpose.com – Pemeliharaan Berkala Jalan Depati Endek yang menelan APBD Kabupaten Belitung tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 1.913.649.000,00 dengan pelaksana pekerjaan CV. VIRARI ABADI dan pelaksana Kontruksi Supervisi HAZA MULTI INOVASI kembali menuai kritikan masyarakat, Sabtu(17/9).

M. Siregar selaku penasehat LSM Merah Putih menilai pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Depati Endek sangat tidak baik dengan indikator banyaknya lobang dipinggiran jalan yang baru di hotmix serta dibagian tengah jalanan terdapat seperti sobekan tipis pada aspal.

Menurutnya pekerjaan yang tidak elok dimata tersebut terjadi tentunya tidak terlepas dari kesalahan pengawas yang tidak jeli melihat itu.

“Kita tidak tahu, apakah pengawasnya yang kurang paham atau atau sengaja pura-pura tidak paham atau memang pengawasnya jarang ditempat ? Yang pastinya kita lihat kasat mata kondisi hasil hotmix sangat tidak baik,” ujarnya mempertanyakan.

Idealnya Hotmix sebelum dihamparkan terlebih dahulu harus di uji (trial mix) baik kadar campurannya, penggilasan dan lain-lain  yang nantinya akan menjadi acuan pekerjaan aspal.

“Pengawas sudah benar-benar melakukan pengujian kah ? Jika sudah lakukan pengujian apakah memang hasil ujinya sama dengan yang dihamparkan?” paparnya.

Senada dengan itu, H. Mohtar Motong juga menyayangkan pekerjaan yang terkesan asal jadi tersebut.

“Saya sudah lihat sepanjang Jalan Depati Endek, parah itu aspal, kiri kanan jalan banyak sekali lobangnya,” ujarnya.

Terkait pernyataan PPK yang mengatakan lobang-lobang dijalan tersebut akibat masyarakat memarkirkan motor dijalan yang baru bepa jam selesai di hotmix, H. Mohtar Motong berpendapat pernyataan tersebut tidak relevan.

“Sangat tidak bisa dijadikan alasan untuk pembenaran jika lobang tercipta akibat bekas motor parkir,” katanya.

Pernyataan Tarek tersebut diperkuat dengan uraian tehnis salah seorang Serjana Tehnik Sipil jebolan Universitas Bangka Belitung sebut saja namanya Udin.

Menurutnya lobang tersebut terjadi akibat adanya pergeseran yang diakibatkan tingkat kepadatan (Density) yang kurang.

“Loginya, jika luas penampang A (jalan) dan luas penampang T (pemberi tekanan) dimana luas penampang T lebih kecil kecil. Jika penampang A padat tentunya akan memberikan daya dukung dan ketika ada tekanan dari  penampang T tidak akan terjadi pergeseran,” paparnya.

Berhubung density tidak tercapai maka akan terjadi pergeseran dan menciptakan lobang akibat tekanan.

“Ini bisa disebabkan akibat penggilasan pada material dan lain-lain tidak mencukupi sehingga material didalamnya akan melakukan penggeseran dan terjadi perubahan volume yang artinya tidak ada daya dukung dibawahnya,” tandasnya. (tim)