Ticker

6/recent/ticker-posts

PELAKU PENGANIAYAAN PEDAGANG BAKSO KELILING DIRINGKUS POLISI, INI IDENTITAS PELAKUNYA

Konfrensi pers kasus penganiayaan pedagang bakso keliling, Senin (25/3/2019). SatamExpose.com/Faizal

TANJUNGPANDAN, SATAMEXPOSE.COM - Jajaran Polsek Tanjungpandan berhasil mengamankan seorang remaja pelaku penganiayaan terhadap pedagang bakso keliling, Pakde Ambo (Jarwo) pada Sabtu (23/3/2019) lalu. Peristiwa penganiayaan tersebut sempat viral di media sosial Facebook beberapa waktu lalu.

Polisi hanya mengamankan seorang remaja berinisial IM (17), warga Desa Air Merbau, Tanjungpandan. Sedangkan tiga remaja lainnya menjadi saksi karena dianggap tidak membantu tersangka saat kejadian pemukulan itu.

Hal tersebut dikatakan Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko saat menggelar press releass, Senin (25/3/2019). Peristiwa pemukulan tersebut di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pangkallalang, tepatnya di depan Bakso Jello.

"Setelah menerima Laporan Polisi dan menerbitkan STBL, Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap tersangka di Jalan Bicong, Desa Air Merbau, yang bersembunyi di perkebunan," kata Agus Handoko.



Selain itu, Polsek Tanjungpandan berhasil mengamankan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT orange dengan nomor polisi BN 5230 FA, satu helai baju kaos oblong serta satu buah topi yang memang jatuh pada saat kejadian.

"Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana. Serta terhadap berkas perkara tersangka atas nama IM masih dalam proses penyidikan dan akan segera dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Belitung," tandas Agus Handoko.

Sebelumnya diberitakan, seorang pedagang bakso keliling diperas sekawanan remaja mabuk di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan, Rabu (20/3/2019) dini hari, tepatnya di dekat Wisma Aditya.

Peristiwa tersebut bermula saat pedagang bakso keliling yang biasa disapa Pakde Ambo melintas di lokasi tersebut. Lalu datang empat remaja meminta uang kepada Pakde Ambo.


Tak hanya meminta uang secara paksa, salah satu pelaku memukul leher bagian belakang pria tua tersebut. Selain itu, gerobak dagangan Pakde Ambo juga dirusak oleh keempat remaja yang belum diketahui identitasnya tersebut.

Merasa terancam kehilangan penghasilan jerih payahnya, Pakde Ambo melawan perbuatan para remaja tersebut. Pakde Ambo sempat menarik baju salah satu pelaku, hal tersebut membuat para pelaku ketakutan dan memilih kabur.

Beruntung uang hasil jualan Pakde Ambo gagal dirampas para remaja tersebut. Namun sayang, gerobak dagangan Pakde Ambo mengalami kerusakan dan sisa bakso hasil dagangannya berserakan di jalan. 

Peristiwa tersebut diketahui oleh seorang warga yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Ia yang mengenal Pakde Ambo heran melihat keadaan Pakde Ambo yang berjalan agak pincang dan bakso berserakan di jalan.

Awalnya ia mengira Pakde Ambo dan gerobak dagangannya mengalami kecelakaan. Namun saat ia berhenti dan menanyakan hal tersebut, baru diketahui bahwa Pakde Ambo baru saja ditodong sekawanan remaja.

Warga tersebut lalu menceritakan kejadian tersebut di beranda Facebooknya Mbak Eka Ngawi. Postingan akun Mbak Eka Ngawi menjadi viral dalam sekejab, bahkan sudah dibagikan dan dikomentari ratusan kali oleh pengguna Facebook lain.

Begini unggahan Mbak Eka Ngawi terkait kejadian tersebut:

“Astaghfirullah ......Lagi2 GARA2 MIRAS,,,merusak OTAG PEMUDA kita
Menjelang PAGI INI kejadian Pas Kamek baru balik dari Tempat LATIHAN SEKITAR jam 00.35..depan BAKSO JELO PNGKLLNG....la kan sampai Rumah q liat pakde ambo pentol berserakan dijln,gerobag rusak, belau jalan agak pincang,Aku pikir ditabrak Orang....
TERNYATA KENA #PALAK ANAK2 ABG sekitar org 4,kata pakde ambo mereka Tiba2 Datang,Minta DUIT,trs mukul Leher Pakde bagian Belakang,,,,,pdhl pakde ambo ni la Tue...DIMANE LA hati Nurani Biak2 itu,,,nengok Bapak2 la Tue Tengah malam Dorong GEROBAG...malah kyk GT......MMng Lum smpai Kehilangan DUIT hasil Jualan sih,,,,KRna pas pakde dipukul,pakde Smpt melawan,dan narik pelaku akhirnya pelaku panik dan kabur...
Tapi gerobag pakde ambo Rusak,,,,dan kakie LUKA Ringan......” tulis Mbak Eka Ngawi. (fg6)